Tampilkan postingan dengan label Answering Christology - Alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Answering Christology - Alkitab. Tampilkan semua postingan

"Nubuatan" Ngawur Nyi Roro Kidul dalam Alkitab

Suatu oknum ada yang berusaha untuk menyambung-nyambungkan mengenai legenda Nyi Roro Kidul dengan suatu ayat dalam Alkitab. Demikianlah yang dicantumkan dalam sebuah artikel berjudul Batu Hobon, Nyi Roro Kidul, dan Orang-Orang Niniwe.

Ayat yang disebutkan tersebut adalah Lukas 11:29-32 yang berbunyi demikian:

11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" 

Perkataan tersebut sebetulnya juga disebutkan dalam Matius 12:38-42.

12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Disebutkan bahwa pada waktu penghakiman Ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka, sebab Ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan Hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada disini lebih daripada Salomo. Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengar pemberitaan Yunus dan sesungguhnya yang ada disitu lebih dari Yunus.

Jelas terlihat bahwa hal tersebut hanya terlalu memaksakan untuk disama-samakan karena dari jarak antara daerah yang mempercayai legenda Nyi Roro Kidul dengan penulisan Alkitab pun sudah sangat jauh sehingga mustahil terjadi koneksi antar keduanya.

Raja Salomo dan Ratu Syeba
Ratu dari Selatan yang dimaksudkan tersebut adalah Ratu Syeba yang berasal dari Arab Selatan dalam Perjanjian Lama yang tercantum di 1 Raja-Raja 10:1-13 yang memang disebutkan pernah bertemu dengan Raja Salomo seperti halnya yang dicantumkan dalam kedua ayat dalam Perjanjian Baru tersebut. Dalam Perjanjian Lama tersebut diceritakan mengenai Ratu Syeba beserta pasukan pengiring yang sangat besar untuk mengujinya dengan teka-teki yang kemudian dapat dijawab oleh Raja Salomo dan lalu diberi hadiah yang sangat banyak. Untuk mengenai kaitan lebih jelasnya dapat dilihat disini: TANDA YUNUS, RATU SELATAN, Lukas 11:29-32.

Sementara, jelas terlihat bahwa Nyi Roro Kidul sama sekali tidak ada hubungannya dengan Raja Salomo.

Memang begitulah sebuah "nubuatan" ngawur yang sesungguhnya hanyalah sebuah permainan anak-anak yang dapat dilakukan dengan hanya dilakukan dengan cara yang biasa disebut dengan utak-atik gathuk sehingga seakan-akan terlihat adanya hubungan dengan apa yang dihubung-hubungkan.

Hal ini dapat dengan mudahnya dilakukan seperti yang pernah di-uji coba-kan disini dengan artikel berjudul Nubuat Pemanasan Global yang padahal kemudian dibalasnya dengan air bah pada masa lalu, bukan dengan Pemanasan Global. Demikian pula sejarah pembentukan negara Israel yang dihubung-hubungkan dengan beberapa ayat Alkitab dalam artikel berjudul Kemerdekaan Israel 1948 menggenapi nubuatan banyak nabi yang padahal yang disebutkan tersebut sebetulnya kejadian-kejadian pada masa Perjanjian Lama dan bukannya nubuatan.
»»  Selengkapnya...

Kebebasan Sunat pada Alkitab

Beberapa ayat-ayat dalam Alkitab menyatakan mengenai tidak perlunya sunat aturan karena yang terpenting hanyalah menaati hukum moral Allah dan beriman oleh kasih seperti yang dikatakan oleh kedua ayat ini:

Sebab bagi orang-orang yang ada didalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1Korintus 7:19)

Rupanya telah menuai kritikan di luar sana dikarenakan telah bertentangan terhadap hukum Taurat pada Perjanjian Lama. Namun tentunya semua itu telah dilakukan penggenapan pada Perjanjian Baru itu sendiri.

Ada pula yang menyatakan bahwa Yesus sendiri juga telah disunat: http://www.sarapanpagi.org/yesus-disunat-vt43.html

Akan tetapi pada saat itu terjadi saat Yesus masih balita. Lagipula Yesus pun tak pernah memerintahkannya untuk mewajibkan atau sejenisnya sama halnya dengan seorang Pastor yang memimpin umatnya namun tak mengharuskan seluruh umatnya menjadi Pastor pula. Dan kenyataannya para Kristolog hanya menyerang keimanan Kristen mengenai kebebasan sunat dengan ayat-ayat wajib sunat pada Perjanjian Lama dan peristiwa Yesus disunat tersebut.

Walaupun begitu, para Kristolog itu terlanjur telah menyimpulkan bahwa Paulus telah memelintir hukum yang ada sehingga terlihat menyimpang dari hukum Taurat. Namun apakah kebebasan sunat tersebut murni ajaran Paulus sendiri ? Nyatanya pula tidak, karena telah diselaraskan oleh seorang murid Yesus bernama Petrus yang tak ada bedanya dengan Yesus sendiri seperti halnya ketika peristiwa sidang di Yerusalem pada kitab Kisah Para Rasul berikut ini:

15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."
15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.
15:3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.
15:4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.
15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."
15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
15:12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Sumber: Kisah Para Rasul 15:1-21

Jadi jelas bahwa kebebasan sunat itu sendiri tidaklah pernyataan Paulus seorang diri karena Petrus sendiri merestuinya sebab jika tidak mana mungkin beliau kemudian meluruskan hambatan tersebut dan kalaupun Paulus sendiri telah mempertentangkan hukum yang ada pastilah sidang tersebut hanya bakal diisi dengan perselisihan dan nyatanya pun tidak. Dan pada kenyataannya pula tidak pernah dituliskan pada Alkitab bahwa murid-murid Yesus menyatakan hal-hal negatif terhadap Paulus.
»»  Selengkapnya...

Tersangka Penyaliban Yesus yang Sebenarnya

Pada Abad Pertengahan, kaum Yahudi banyak dibantai dan ditindas di Eropa dalam peristiwa Inkuisisi dan Auto-da-fé seperti halnya yang terjadi di Spanyol dan Portugis:


Pada masa Perang Salib pun pembantaian semakin meluas hingga ke Jerman, Hongaria, Perancis, dan Inggris meski tidak ada satu perang salib pun yang pernah dikumandangkan melawan Yahudi: http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Salib#Komunitas_Yahudi

Salah satunya alasan utama dari pembantaian tersebut adalah tuduhan karena telah membunuh Yesus pada masa lalu: http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_antisemitism#Accusations_of_the_killing_of_God

Anggota Parlemen Israel Robek Injil Perjanjian Baru dan Sebut Injil Buku Yang Menjijikkan!Bahkan, seorang anggota parlemen Israel bernama Michael Ben-Ari sampai berani melakukan aksi provokatif dengan merobek salinan Injil Perjanjian Baru dan berkata:

"Buku keji [Perjanjian Baru] yang membawa terjadinya pembunuhan jutaan orang Yahudi dalam Inkuisisi dan autos da Fe. Ini adalah provokasi oleh para misionaris gereja dan tidak ada keraguan bahwa buku ini dan mereka yang membawanya termasuk dalam tempat sampah sejarah."

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita-anggota-parlemen-israel-robek-injil-perjanjian-baru-dan-sebut-injil-buku-yang-menjijikkan.html

Dan sekarang, apakah benar kaum Yahudi telah menjahati Yesus sehingga menimbulkan aksi pembantaian seperti itu ? Pada kenyataannya, Yesus sendiri juga adalah kaum Yahudi.

Dan itu artinya perselisihan antara Yesus dan kaum Yahudi tersebut di masa lalu hanyalah perselisihan antar sesama golongan saja dan tidak antar beda golongan. Jadi memusuhi kaum Yahudi karena penyangkalan terhadap Yesus tersebut sama saja dengan memusuhi saudara-saudara Yesus sendiri dan Yesus itu sendiri.

Dan pada kenyataannya pula, seperti halnya yang telah diketahui banyak orang selama ini bahwa yang telah menyalibkan Yesus BUKANLAH kaum Yahudi melainkan pasukan Romawi yang diperintahkan oleh Pontius Pilatus yang juga merupakan pejabat Romawi: http://id.wikipedia.org/wiki/Pontius_Pilatus

Ini bisa terlihat dari seluruh penggambaran cerita penyaliban Yesus dimana prajurit yang menyiksaNya menggunakan pakaian Romawi. Salah satu yang paling terkenal adalah cuplikan gambar dari film The Passion of the Christ pada sesi Simon dari Kirene sedang membantu Yesus memikul salib berikut ini:
Dan pada masa-masa selanjutnya pun yang mengancam keberadaan orang-orang Kristen awal juga BUKANLAH kaum Yahudi melainkan pemerintah Romawi pula sebelum akhirnya dilegalisir pada masa Konstantinus Agung: http://id.wikipedia.org/wiki/Konstantinus_I

Dan malahan Roma yang memimpin umat Katolik sampai sekarang ini. Jika pembantaian itu sendiri adalah karena permusuhan dimasa-masa awal, kenapa pula umat Kristen sampai sekarang tidak pernah memusuhi Roma ? Apakah itu berarti orang Romawi yang memeluk Kristen awal kemudian membantai diri mereka sendiri ?

Tentu tidak karena hal itu hanyalah masa lalu dan seperti halnya kisah dari Rasul Paulus yang mengenai soal pertobatan. Jika umat Kristen memperlakukan bangsa Romawi seperti demikian, kenapa pula tidak memperlakukan kaum Yahudi dengan hal yang sama ? Maka dari itu, hendaknya kaum Kristen tidak mempunyai rasa Antisemit terhadap kaum Yahudi dan hendaknya pula tindakan Ben-Ari tersebut tidak dilakukan karena Alkitab sebenarnya sama sekali tidak membawa kebencian seperti itu hanya karena salah tafsir yang berujung pada salah pengertian.
»»  Selengkapnya...

Identitas Penulis Kitab Ulangan

Seperti halnya kebanyakan para penjawab gugatan Kristolog, seorang profesor teolog bernama Christian W Troll SJ yang menulis buku tentang jawaban-jawaban terhadap gugatan tersebut mendapatkan banyak sangkalan dari para Kristolog demi mempertahankan pembenaran terhadap gugatannya tersebut.

Yang satu adalah mengenai Konsep Tritunggal: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/06/10/19432/muslim-bertanya-pastor-bingung-jelaskan-tuhan-trinitas-pakai-analogi-es-batu/

Yang sebetulnya telah diulas bersama dengan gugatan mengenai Konsep Tritunggal lainnya disini: Kontroversi Tritunggal (Andalan Para Kristolog)

Yang satunya lagi adalah mengenai penulis kitab Ulangan. Berikut gugatannya (Karena demi lebih berfokus ke topik, saya hanya akan menampilkan bagian akhir yang merupakan bagian yang lebih berfokus terhadap topik)
Kejujuran dan objektivitas kedua tokoh ini patut dipertanyakan. Karena Pastor Christian Troll sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan umat Islam terhadap kekristenan. Misalnya, kritikan terhadap Pentateuch (lima kitab Perjanjian Lama) yang diklaim umat Kristen sebagai kitab Taurat Musa. Umat Islam mengkritik kitab Ulangan dalam Bibel itu bukan Taurat Musa, karena salah satu pasalnya menceritakan kronologis kematian dan penguburan Nabi Musa:

“Lalu matilah Musa, hamba Tuhan itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman Tuhan. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu (Kitab Ulangan 34:5-8).

Ayat ini menyatakan bahwa kitab Taurat Bibel pada saat ini bukanlah Kitab Taurat yang ditulis oleh Nabi Musa AS. Karena logika sehat tidak bisa menerima bahwa seseorang yang masih hidup bisa menceritakan kisah kematiannya. Mustahil orang yang sudah meninggal bisa menulis kisah kematiannya sendiri dalam sebuah kitab.

Tanpa menjawab pertanyaan ini, Troll malah mengumbar statemen bahwa seluruh isi Bibel adalah inspirasi Tuhan.

“Alkitab, juga termasuk keempat Injil, ditulis oleh para penulis yang sudah diinspirasikan oleh Allah sendiri. Alkitab adalah Sabda Allah karena ditulis di bawah inspirasi Ilahi. Dalam berbagai kitab di dalam kitab suci itu sendiri terdapat tulisan-tulisan  yang dihimpun setelah sebuah periode pewarisan lisan. Hasilnya adalah teks-teks kitab suci yakni Alkitab yang disebut Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru yang dijaga dan digunakan oleh Gereja hingga saat ini. Menurut iman Gereja, Alkitab memberikan kesaksian dalam keseluruhannya tentang karya dan solidaritas dari Allah” (hlm. 7).

Bila Bibel adalah kitab yang terinspirasikan, mana mungkin Tuhan menginspirasikan kepada nabinya untuk menulis kisah kematian dan penguburannya sendiri? Atau, mana mungkin Tuhan menginspirasikan kepada jasad seseorang untuk menulis kronologis kematian dan penguburan dirinya? Ada-ada saja!!
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/06/09/19428/jurus-pastor-membela-kepalsuan-bibel/

Dari pernyataan tersebut, sepertinya pernyataan dari Profesor Troll tersebut terlalu terpancing oleh pernyataan para Kristolog tersebut. Pasalnya jelas karena gugatan para Kristolog tersebut terkadang hanya sebagai suatu pelintiran saja.

Lagipula, kita tak perlu memusingkan mengenai siapa yang menuliskannya karena tidak ada dasarnya dalam Alkitab. Yang terpenting adalah penulisannya yang berasal dari Tuhan.

Dan tak perlu panjang lebar, memang benar tercatat bahwa menurut tradisi Yahudi, Taurat didikte Tuhan kepada Musa dengan pengecualian delapan ayat terakhir dari kitab Ulangan yang menceritakan mengenai kematian Musa: http://en.wikipedia.org/wiki/Torah#Composition

Jadi jelas bahwa mengenai cerita tersebut hanyalah sebagai epilog atau bagian penutup dari kitab Ulangan itu saja dan kitab Taurat secara keseluruhan.
»»  Selengkapnya...

Kepalsuan Komik "Aplikasi Bible"

Banyak sekali tuduhan pornografi terhadap agama Kristen dan ayat atau cerita dalam Alkitab pada khususnya. Sebenarnya dahulu kala pernah dibuat artikel yang membahas hal ini namun telah dihapus. Ini dikarenakan hanya berisi renungan yang tentu saja tidak dapat diterima sebagai jawaban yang berarti. Lagipula hal tersebut telah dijelaskan maksud-maksudnya pada artikel di sebuah situs ini:
Hanya saja kemudian banyak yang menangkis bahwa kenapa pula harus menggunakan kata-kata seperti itu ? Ya tentu saja dikarenakan peribahasanya memang demikian.

Namun disini akan dibahas mengenai esensi dari sebuah komik yang biasanya dijadikan ilustrasi mengenai topik "otak porno" tersebut yang diperankan oleh sepasang biarawati dan seorang pastor.

Dimana salah satu tabelnya (yang ada pada gambar diatas) menerangkan mengenai Kejadian 25:5-6 yang disebut sebagai "ayat zina" dan selanjutnya adalah beberapa adegan-adegan tidak sepantasnya: http://mrlucky10.files.wordpress.com/2009/01/komik-2.jpg

Berbeda dengan ayat-ayat yang dituduhkan lainnya, ayat tersebut hanya diambil secara ngawur saja karena isi dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:
Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka--masih pada waktu ia hidup--meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur. (Kejadian 25:5-6)
Terlihatlah bahwa tidak ada satupun kata-kata porno atau ajakan seperti demikian maupun yang berhubungan dengan itu karena jika dilihat konteksnya ayat tersebut hanya menceritakan mengenai Keturunan Abraham dari Ketura.

Lagipula pada teks gambar, kata-kata yang disebutkan adalah "Eu sou um padre vanguardista" yang merupakan kalimat berbahasa Portugal yang jika diterjemahkan berarti "Saya adalah seorang imam ternama". Jelas bahwa kalimat tersebut tidak menyebutkan tentang apapun yang berhubungan dengan ayat tersebut apalagi mengucapkannya sehingga terlihat bahwa kata-kata di dalam balon kata tersebut hanyalah sebuah karangan saja.

Dan jelas jika gambar-gambar tersebut hanyalah fiksi belaka sama halnya dengan buku-buku dengan film-film yang sama seperti Davinci Code dan Angel & Demons karena jika orang mudah percaya mengenai hal ini maka sama saja orang tersebut mempercayai bahwa kisah kartun Spongebob Squarepants adalah kisah nyata.
»»  Selengkapnya...

"ayat KDRT"

Berikut gugatannya:
Ayat Injil (Bibel) Picu Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Belanda
VOA-ISLAM.COM – Satu juta orang di Belanda setiap tahunnya menjadi korban KDRT. Antara 200 hingga 300 ribu orang jadi korban serius atau korban kekerasan berulang. Padahal di Belanda sendiri persamaan hak antara perempuan dan laki sudah sangat maju.
Ayat Alkitab (Bibel) dalam Injil Matius 5:39, 'Jika ditampar di pipi kiri berilah pipi kananmu,' dianggap menjadi pemicu tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Belanda.
Menurut aktivis pembela hak perempuan Nursyahbani Katjasungkana, kekerasan di dalam keluarga Belanda totok (bukan pendatang) lebih banyak terjadi di kelompok-kelompok tradisional yang masih kuat menjalankan agama.
Nursyahbani yang mengikuti workshop KDRT bersama wakil 6 negara Eropa mengatakan, penyebab lain yang juga universal adalah hubungan kekuasaan antara pria dan wanita. Selain itu, seperti halnya di Indonesia, pengaruh minuman keras dan obat-obatan juga jadi salah satu penyebab KDRT.
Meskipun para peneliti sebelumnya mengira penyebab KDRT hanya karena sang lelaki sakit jiwa atau terpengaruh obat-obatan, namun masalah sebenarnya adalah relasi kekuasaan tersebut. "Kadang lelaki mabuk dulu untuk bisa melakukan kekerasan terhadap istrinya. Jadi itu tidak ada alasan untuk dituntut."
Dalam workshop yang diikuti wakil dari Jerman, Austria, Spanyol Inggris dan Belanda di Amsterdam ini, Nursyahbani Katjasungkana mengatakan UU Anti Kekerasan dalam Rumah Tangga menjadi salah satu pokok bahasan penting..
Elemen kedua yang juga dibahas adalah pemberdayaan atau empowerment bagi korban karena korban dianggap sebagai agen, bukan victim (korban). Di Indonesia misalnya, tutur Nursyahbani, diberikan bantuan kredit supaya perempuan tidak tergantung pada suaminya.
Ini dilanjutkan dengan pembahasan elemen ketiga yaitu, pengobatan kepada pelaku. "Jadi pelaku diberi treatment supaya bisa berkomunikasi kepada keluarga."
Belanda sendiri mendapat banyak pujian karena penanganan di negeri kincir angin ini menggunakan pendekatan keluarga misalnya memanggil sang suami (dalam hal ini pelaku kekerasan) untuk melakukan rekonsiliasi dan mediasi. Dalam kesempatan itu juga ditanya apakah relasinya mau diteruskan atau tidak. "Kalau diteruskan  akan dilakukan treatment dan kalau enggak akan dipanggil pengacara untuk dipanggil support."
Satu juta orang di Belanda setiap tahunnya menjadi korban KDRT. Antara 200 hingga 300 ribu orang jadi korban serius atau korban kekerasan berulang. Pemerintah telah berupaya untuk mengurangi tingkat KDRT ini dengan antara lain menawarkan bantuan kepada korban dan menangani pelakunya.
KDRT yang terjadi di Belanda tidak saja fisik, tetapi juga kekerasan seksual dan psikis seperti misalnya mengancam, menghina, dan menelantarkan pasangan. [taz/rnw]
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/07/03/15494/ayat-injil-bibel-picu-tindak-kekerasan-dalam-rumah-tangga-di-belanda/

Dan inilah "ayat KDRT" yang dimaksudkan.
“Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Matius 5:39)
Ayat ini telah dijelaskan maksudnya. Berikut penjelasannya:

JANGANLAH KAMU MELAWAN ORANG YANG BERBUAT JAHAT.
Nas : Mat 5:39
Yesus tidak menentang pelaksanaan keadilan yang semestinya atas mereka yang melakukan kejahatan (bd. Rom 13:1-4). Ayat-ayat berikut (ayat Mat 5:43-48) menunjukkan bahwa yang dimaksudkan Yesus adalah mengasihi musuh (ayat Mat 5:44; Luk 6:27). Bila kita diperlakukan secara tidak adil, kita jangan membenci, tetapi harus menunjukkan reaksi yang memperlihatkan bahwa kita memiliki pendirian yang berpusat pada Kristus dan kerajaan-Nya. Tindakan kita terhadap mereka yang bersikap tidak baik kepada kita haruslah sedemikian sehingga akan menyebabkan mereka menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka. Sebagai contoh sikap semacam ini, bandingkan Kej 13:1-13 dengan Kej 14:14, dan Kej 50:19-21 dengan Kej 37:18-28;
juga lih. 1Sam 24:1-23; 26:1-25; Luk 23:34; Kis 7:60.

Sumber:  http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=40&chapter=5&verse=39

UPDATED 2 Sept

Lalu, kasus apakah sebenarnya itu?

Jelas ini tak ada hubungannya dengan ayat tersebut. Karena jika dilihat penjelasan mengenai ayat tersebut terlihat hanya ditambah-tambahkan saja dan tidak menyatu dengan isi berita lainnya yang ada apalagi mengenai pengakuan dari pihak terkait. Bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa ayat tersebut yang memicunya padahal tidak ada bukti yang jelas ? Jika ayat tersebut amat memprovokator kepada yang kuat menjalankan agama, kenapa hanya terjadi di Belanda yang tidak terkenal dengan kereligiusannya sementara pada negara yang lebih religius seperti Italia yang dijadikan pemberitaan.

Lagipula pada berita tersebut disebutkan bahwa hel tersebut lebih banyak terjadi di kelompok-kelompok tradisional yang masih kuat menjalankan agama. Siapakah kelompok-kelompok tradisional itu ? Tentunya bukan Kristen karena kelompok tradisional sendiri berarti kelompok berkepercayaan terhadap budaya lokal: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Agama_tradisional

Sementara agama Kristen sendiri tidaklah asli dari Belanda. Jika memang kelompok tersebut adalah Kristen, kenapa pula harus dengan kata "kelompok tradisional" dan tidak langsung memakai kata "kelompok Kristen" ?

Sebaliknya, kelompok Kristen di Belanda sangatlah tidak fanatik bahkan banyak diantaranya yang tidak ke gereja: http://www.oaseonline.org/artikel/ed2hlm30-31.html

Kedua pemberitaan bertentang inilah yang menjadi senjata para Kristolog yang justru menjadi senjata makan tuan bagi mereka. Dan pemberitaan kedua justru secara sekaligus meruntuhkan anggapan terkenal bahwa agama Kristen di Indonesia berhubungan dengan penjajah Belanda karena di Belanda sendiri keyakinan Kristen sangatlah rendah pada umumnya. Sehingga jika ingin menghujat sesuatu, telitilah kembali agar tak menjadi bertentangan karena yang namanya penghujat hanya selalu memikirkan penghujatannya saja.

Terakhir, pada berita lain disebutkan bahwa ayat tersebut dianggap palsu karena tidak ada pada naskah kuno Yunani seperti pada sumber yang satu ini: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/07/21/15630/alquran-atau-bibel-pemicu-kdrt-menjawab-gugatan-forum-murtadin-kafirun/

Dan naskah kuno Yunani yang menjadi patokan bagi para Kristolog adalah Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus.

KEDUA CODEX TERSEBUT JUSTRU TIDAKLAH SATU-SATUNYA YANG HARUS MENJADI PATOKAN!

Hal ini sudah pernah dibahas sebelumnya. Untuk penjelasan selengkapnya dapat dilihat pada artikel sebelumnya: Codex Sinaiticus (Menjawab seluruh "ayat palsu")
»»  Selengkapnya...

Maria Menikah Usia Dini Hanyalah Mitos

Pada buku berjudul Palungan Menyingkap Kisah Kelahiran karya Joseph.F.Kelly dan The Jesus Dynasty karya James Tabor disebutkan bahwa menurut tradisi mengatakan bahwa orangtua Yesus yakni Maria dan Yusuf memiliki usia yang amat jauh. Dikatakan bahwa saat itu Maria masih berumur antara 11 sampai 14 tahun sementara Yusuf berusia jauh lebih tua yakni 90 tahun meskipun Alkitab tidak pernah menyebutkan berapa usia dari kedua orangtua Yesus tersebut bahkan tidak ada dasarnya pada Alkitab.

Memang pernah terdapat sebuah tradisi Yahudi dimana perempuan dinikahkan saat usia masih sangat muda antara usia 3 sampai 12 tahun. Namun tradisi tersebut muncul pada komunitas Yahudi Ashkenazi pada Abad Pertengahan dan itupun terjadi di Eropa: http://en.wikipedia.org/wiki/Child_marriage#European_Judaism

Padahal jelas kedua orangtua Yesus hidup pada awal abad Masehi yang tentunya jauh sebelum Abad Pertengahan.

Maka dari itu mari kita buktikan bahwa Maria tidaklah menikah pada usia dini berdasarkan pada dasar Alkitab karena dengan pernyataan mengenai tidak adanya bukti disebutkannya usia kedua orangtua Yesus sendiri pun masih belum meruntuhkan mengenai pernyataan tersebut.

Seperti yang diketahui banyak orang bahwa setelah Maria menerima kabar dari malaikat Gabriel, Maria pun mengunjungi saudaranya yakni Elisabeth. Kemudian Maria pun menyatakan suatu pernyataan pujian kepada Tuhan.
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." (Lukas 1:46-55)
Apakah perkataan tersebut terlihat seperti perkataan Maria masih berusia dini ? Apakah seseorang yang masih berusia demikian sudah dapat berkata sehebat itu ? Tentu tidak bukan.

Akan tetapi bagaimana dengan Yusuf yang dikatakan pula berusia sangat tua yakni 90 tahun. Tentunya meskipun Maria dapat dibuktian tidak berusia dini namun tuduhan terhadap Yusuf tersebut tetaplah bertahan dan malah lebih mirip seperti kisah Siti Nurbaya bukan ?

Maka dari itu pembuktian tak berjalan sampai disini saja. Seperti yang diketahui bahwa ketika diberitahukan mengenai mengandungnya Maria, sikap Yusuf seperti berikut ini.
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:18-19)
Dari sikap Yusuf tersebut amat terlihat sekali bahwa Yusuf tak ada bedanya dengan orang-orang yang masih bertunangan lainnya dan demikian pula dengan usianya.

Lagipula disebutkan pula bahwa Yusuf adalah seorang tukang kayu. Jika Yusuf memang berusia seperti yang dituduhkan, kenapa pula dalam Alkitab dikatakan masih menjadi tukang kayu. Seseorang yang berusia renta tentunya sudah tidak akan bekerja lagi dan hidup dengan penghasilan dari ketika masih berusia produktif, bukan ?

Terakhir, ada gosip bahwa pernyataan ini juga terdapat di dalam Ensiklopedia Katolik dan Injil Thomas serta diimani pula oleh umat Katolik. Hal ini sangatlah tidak benar karena pada kedua sumber tersebut tidak pernah diketemukan hal mengenai pernyataan ini dan tentu saja tidak pernah diimani oleh umat Katolik karena buktinya penggambaran Bunda Maria dengan bayi Yesus pun selalu digambarkan Bunda Maria sebagai wanita dewasa dan bukannya gadis usia dini. Bukankah begitu ?
»»  Selengkapnya...

Tragedi Kematian Tragis Orang-Orang Kristen yang Suci

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar. (Amsal 19:5)

Lalu bagaimana dengan beberapa kematian tragis yang dialami oleh orang-orang Kristen yang dianggap suci berikut ini:
  • Paulus, dipenggal di Roma pada masa pemerintahan Nero pada sekitar pertengahan 60-an: http://id.wikipedia.org/wiki/Paulus_dari_Tarsus#Kematian
  • Petrus, disalib secara terbalik di Roma pada tahun 64 M.
  • Yakobus anak Zebedeus, dipancung pada tahun 44 M.
  • Andreas, disalib dengan salib berbentuk menyilang.
  • Filipus, disalib pada tahun 54 M.
  • Bartolomeus, dikuliti hidup-hidup kemudian dipenggal.
  • Matius, dibunuh dengan kapak pada tahun 60 M.
  • Tomas, dibunuh dengan tombak di Mylapore, Madras, India pada tahun 72 M.
  • Yakobus anak Alfeus, dirajam pada usia 90 tahun kemudian dipukuli sampai mati.
  • Yudas anak Yakobus, dipukuli sampai mati kemudian dipenggal.
  • Simon orang Zelot, digergaji pada pertengahan 74 M.
  • Matias (Pengganti Yudas Iskariot), dilempari batu dan dipenggal.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Deaths_of_the_Twelve_Apostles#Deaths_of_the_twelve_apostles

Demikian pula dengan kematian tragis beberapa Paus: http://media.isnet.org/kristen/Ensiklopedia/AssassinatedPontiffs.html 

Termasuk diantaranya yang terlihat pada gambar yakni Paus Yohanes Paulus II yang hampir terbunuh di Lapangan Santo Petrus pada tahun 1981 oleh Mehmet Ali Agca: http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Yohanes_Paulus_II#Percobaan-percobaan_pembunuhan

Apakah hal tersebut terjadi demikian ? Nyatanya tidak, jika kita membaca tentang cerita penderitaan orang-orang terkasih, maka ingatlah terhadap cerita Nabi Ayub berikut ini.

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. 
1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.
1:4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka.
1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."
1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub ? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
1:9 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah ?
1:10 Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."
1:12 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
1:13 Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
1:14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,
1:15 datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:16 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:17 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:18 Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
1:19 maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
1:20 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah,
1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
1:22 Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Sumber: Ayub 1:1-22

Pesan yang dapat diambil dari ayat tersebut adalah tak hanya orang-orang bersalah saja yang mendapatkan keburukan dari Tuhan karena orang saleh pun dapat pula mendapatkannya hanya saja untuk dicobai agar mengetes kesalehannya.

Lalu bagaimana caranya membedakan antara cobaan dan hukuman dari Tuhan ? Sebetulnya itu pada setiap orang dapat mengetahuinya secara langsung yakni dari sifat orang yang mendapatkannya. Jika sifat orang tersebut tidak buruk dan merugikan maka itu adalah cobaan untuknya dan begitu pula sebaliknya.
»»  Selengkapnya...

Menelisik Kasus Alkitab Jerman

Berikut pemberitaannya:

Jawaban untuk Misionaris Kristen (2): Bibel Kehilangan 18.666 Ayat

Tuduhan tentang hilangnya 127 ayat Al-Qur'an itu terlalu naif, di samping jumlahnya terlalu kecil, argumennya pun sangat lemah berdasarkan khabar palsu.

Kalau mau berkaca, para misionaris itu seharusnya malu mengumbar tuduhan itu. Faktanya, justru Bibel dalam satu edisinya kehilangan ribuan ayat.

Dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment” terbitan Deutsche Bibelstifung Stuttgart Jerman tahun 1978, sebanyak 18.666 ayat dari ratusan pasal yang diamputasi. Fakta hilang­nya belasan ribu ayat Alkitab ini cukup mence­ngang­kan, karena berarti hampir tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur‘an.

Kejanggalan Alkitab Jerman ini sudah sangat me­nyengat sejak lembaran pertama, karena susunan bilangan pasalnya loncat-loncat tak karuan. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal yang tidak ter­cantum, antara lain: pasal 5, 10, 20, 23, pasal 26, 31, 34, dan 36.

Dari seluruh kitab Perjanjian Lama, yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kitab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lain­nya tidak dimuat sama sekali. Di samping itu, beberapa bagian di antaranya kehila­ngan separo pasal. Jika dihitung, seluruh ayat yang hilang dari kitab Mazmur berjumlah 1.830 ayat. Beberapa ayat Mazmur yang hilang antara lain: pasal 52-70 (hlm 394) hilang 287 ayat; pasal 75-83 (hlm 400) hilang 194 ayat; pasal 119-120 (hlm 416) hilang 183 ayat, dsb.


Lima kitab dalam Bibel yang dianggap sebagai Kitab Taurat Musa, yaitu: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, dalam Alkitab Jerman ini, tidak memiliki kewiba­waan sama sekali. Ribuan ayat dipangkas, padahal dalam kitab-kitab ini, terutama kitab Imamat terdapat banyak ayat mengenai keima­nan, hukum halal-haram, dan syariat ibadah.

Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose). Dari 36 pasal yang ada, kini hanya tersisa 10 pasal, setelah dipang­kas 26 pasal, antara lain: pasal 1-2 (88 ayat), pasal 4-5 (80 ayat), pasal 7-9 (138 ayat), pasal 11-12 (51 ayat), pasal 15-19 (158 ayat), dan pasal 25-36 (418 ayat). Pada bagian yang lain, kitab Bilangan dipangkas separo pasal, antara lain: pasal 3:1-4, pasal 6:9-21, pasal 10:1-32, pasal 13:9-16, pasal 20:14-21, pasal 21:1-3, pasal 21:10-20, pasal 23:1-40, dan pasal 24:20-24. Jumlah ayat dihilangkan dari kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) yang seyogianya terdiri dari 27 pasal (859 ayat), dalam Alkitab Jerman ini hanya tersisa 3 pasal saja, yaitu pasal 9, 16 dan 19, setelah diam­putasi 89 persen. Ayat-ayat yang dihilangkan dari kitab Imamat antara lain: pasal 1-8 (208 ayat), pasal 10-15 (224 ayat), pasal 17-18 (46 ayat), dan pasal 20-27 (286 ayat). Jika dijumlahkan, seluruh ayat yang dihilangkan dari kitab Imamat adalah 764 ayat yang tersebar dalam 24 pasal.Kitab Ulangan (Das Fünfte Buch Mose, Deu­te­ronomium) pun tak ketinggalan. Ia menjadi korban mutilasi 698 ayat. Beberapa pasal yang dipenggal adalah: pasal 1-5 (194 ayat), pasal 8-11 (103 ayat), pasal 16 (22 ayat), pasal 19 (21 ayat), pasal 22 (30 ayat), pasal 28-29 (97 ayat), dan pasal 32-33 (81 ayat). Sedangkan pasal-pasal yang dipangkas separo antara lain: pasal 7:12-26, pasal 12:17-32, pasal 13:1-6, pasal 15:19-23, pasal 17:1-13, pasal 18:1-8, pasal 21:1-14, pasal 23:18-25, pasal 24:5-9, pasal 25:1-4, pasal 25:11-19, pasal 26:16-19, pasal 27:1-11, pasal 30:1-10, dan pasal 31:9-30.Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) dipangkas 539 ayat. Beberapa pasal yang hilang dari kitab ini adalah pasal 18 (27 ayat), pasal 26- 31 (203 ayat), dan pasal 35-39 (176 ayat). Sedangkan pasal-pasal yang dipangkas separoh antara lain: pasal 1:1-5, pasal 6:2-29, pasal 7:1-13, pasal 13:1-16, pasal 16:4-5, pasal 16:32-36, pasal 18:17-27, pasal 21:1-17, pasal 22:1-19, dan pasal 33:1-17.Hebatnya, ada 14 kitab dibuang semuanya, yaitu: Kitab Tawarikh I (891 ayat); Tawarikh II (822 ayat); Kitab Yudit (339 ayat), Kitab Ratapan (154 ayat), Kitab Obaja (21 ayat), Kitab Nahum (47 ayat), Kitab Habakuk (56 ayat), Kitab Zefanya (53 ayat), Kitab Kebijakan Salomo (435 ayat), Kitab Sirakh (1.401 ayat), Kitab Barukh (213 ayat), Kitab Ester (167 ayat), Tambahan Kitab Ester (91 ayat), dan Tambahan Kitab Daniel (196 ayat).

Daftar Belasan Ribu Ayat yang Dibuang dari Bible Jerman
  1. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose): 391 ayat.
  2. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose): 539 ayat.
  3. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose): 764 ayat.
  4. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose): 1.057 ayat.Kitab Ulangan (Das Fünfte Buch Mose/ Deuteronomium): 698 ayat.
  5. Kitab Yosua (Das Buch Josua): 528 ayat.
  6. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern): 386 ayat.
  7. Kitab I Samuel (Das Erste Buch Samuel): 304 ayat.
  8. Kitab II Samuel (Das Zweite Buch Samuel): 363 ayat.
  9. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Königen): 375 ayat.
  10. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Königen): 343 ayat.
  11. Kitab Tawarikh I: 891 ayat.
  12. Kitab Tawarikh II: 822 ayat.
  13. Kitab Ezra (Das Buch Esra): 125 ayat.
  14. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia): 289 ayat.
  15. Kitab Ester: 167 ayat.
  16. Kitab Ayub (Das Buch Ijob): 672 ayat.
  17. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen): 1.830 ayat.
  18. Kitab Amsal (Das Buch Sprichwörter): 704 ayat.
  19. Kitab Pengkhotbah (Das Buch Kohelet): 100 ayat.
  20. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied): 31 ayat.
  21. Kitab Yesaya (Das Buch Jesaya): 687 ayat.
  22. Kitab (Der Prophet Jeremia): 869 ayat.
  23. Kitab Ratapan: 154 ayat.
  24. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel): 871 ayat.Kitab Daniel (Das Buch Daniel): 219 ayat.
  25. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea): 128 ayat.
  26. Kitab Yoel (Der Prophet Joel): 16 ayat.
  27. Kitab Amos (Der Prophet Amos): 14 ayat.
  28. Kitab Obaja: 21 ayat.
  29. Kitab Mikha (Der Prophet Micha): 46 ayat.
  30. Kitab Nahum: 47 ayat.
  31. Habakuk: 56 ayat.
  32. Kitab Zefanya: 53 ayat.
  33. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai): 14 ayat.
  34. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja): 115 ayat.
  35. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi): 36 ayat.
  36. Kitab Tobit  (Das Buch Tobit): 85 ayat.
  37. Kitab Yudit: 339 ayat.
  38. Tambahan Ester: 91 ayat.
  39. Kebijakan Salomo: 435 ayat.Kitab Sirakh: 1.401 ayat.
  40. Barukh : 213 ayat.
  41. Tambahan Kitab Daniel: 196 ayat.
  42. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabäer): 757 ayat.
  43. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabäer): 424 ayat.
Dengan fakta hilangnya 18.666 ayat ini, seharusnya Ibn Warraq dan para misionaris tak usah mencari-cari dan merekayasa kesalahan Al-Qur'an. Lebih baik pikirkan mengapa belasan ribu ayat Bibel bisa raib? [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara-Islam]
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/02/27/17920/jawaban-untuk-misionaris-kristen-2-bibel-kehilangan-18666-ayat/

Sekarang mari kita telisik mengenai kasus yang menimpa pada Alkitab terjemahan Jerman tersebut.

Paus Pius XII
Secara internasional, tahun penerbitan Alkitab berbahasa Jerman tersebut (1978) dekat dengan tahun 1943 dinama Paus pada masa itu yakni Paus Pius XII memberikan kebebasan kepada penelitian kitab suci yang banyak dibatasi sebelumnya. Alkitab bahasa asli (bahasa Ibrani dan Yunani) mulai diperbolehkan untuk diteliti setelah sebelumnya hanya boleh Alkitab bahasa Latin saja yang boleh diteliti: http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Pius_XII#Penelitian_kitab_suci

Kemungkinan yang terjadi pada Alkitab bahasa Jerman adalah mungkin karena sedang menjalani proses penerjemahan. Pada proses penerjemahan tersebut ada kemungkinan karena penerjemahannya sedikit meragukan/kurang meyakinkan sehingga beberapa ayat yang sedikit meragukan penerjemahannya tidak ditampilkan serta untuk sementara diteliti penerjemahannya tersebut.

Akan tetapi, kenapa hal ini hanya menimpa Alkitab bahasa Jerman saja serta tidak menimpa Alkitab bahasa lainnya ? Selain itu pula jika perterjemahan tersebut berlangsung alot kenapa tidak terjadi suatu kekacauan besar dalam hal penterjemahan Alkitab antar bahasa ?

Maka dari itu ada baiknya kita hanya menelisik hanya pada sejarah dibuatnya Alkitab Jerman saja.

Dan setelah ditelisik dengan seksama ternyata ALKITAB YANG KEMUKAKAN TERSEBUT ADALAH ALKITAB BERBAHASA JERMAN YANG TIDAK RESMI ATAU DIAKUI SECARA INTERNASIONAL!

Hal ini dikarenakan Alkitab berjudul Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment tersebut tidak ada dalam daftar Alkitab pada tahun itu bahkan dalam tahun manapun: http://en.wikipedia.org/wiki/Bible_translations_into_German#Contemporary_Bible_translations

Perlu diketahui bahwa Alkitab dalam bahasa Jerman yang dipakai adalah bernama Einheitsübersetzung (EÜ) yang memiliki arti Terjemahan Bersama. Alkitab ini dipublikasikan oleh Katholischen Bibelwerk (Lembaga Alkitab Katolik) yang memang dipakai oleh penganut Katolik Roma di Jerman: http://en.wikipedia.org/wiki/Einheits%C3%BCbersetzung

Yang paling mengejutkan adalah Alkitab ini dibuat antara tahun 1962-1980 yang justru bersamaan dengan Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment yang dikatakan terbit pada tahun 1978. Dan tentunya rakyat Jerman tentunya lebih memakai Einheitsübersetzung karena lebih resmi daripada yang disebutkan pada berita tersebut dan tentunya tidak disesatkan dengan Alkitab tidak resmi yang ayatnya dipotong-potong tersebut.

Alkitab bahasa Jerman lainnya adalah Zürcher Bibel, Elberfelder, Schlachter, Buber-Rosenzweig, Pattloch, Herder, Hoffnung für Alle (Harapan untuk Semua), Die Gute Nachricht (Sebuah Kabar Baik), Gute Nachricht Bibel (Alkitab Kabar Baik, pengganti Gute Nachricht).

Lalu, jika itu bukan Alkitab Jerman yang resmi, naskah apakah itu ?

Hingga saat ini belum ada satupun sumber yang ditemukan yang menyatakan tentang maksud dari naskah tersebut. Bahkan, Wikipedia pun tidak memiliki artikel yang menerangkan naskah tersebut.

Kemungkinan yang pasti adalah Alkitab tersebut digunakan pada sebuah sekte Kristen yang juga tidak resmi pula yang berusaha membuat Alkitab sendiri tanpa mengikuti Alkitab resmi yang ada.

Namun jika dilihat dari isi berita, disebutkan bahwa ayat yang dihilangkan adalah mengenai keima­nan, hukum halal-haram, dan syariat ibadah. Jadi dapat disimpulkan bahwa naskah tersebut adalah sebuah naskah yang diperuntukan mengenai kisah-kisah dalam Alkitab saja yang tentunya tidak digunakan sebagai Alkitab utama.

Jadi, ada baiknya jika seseorang ingin menuduh haruslah menelisik terlebih dahulu kebenarannya karena tuduhan tersebut belum tentu ada benarnya.
»»  Selengkapnya...

Berkepercayaan terhadap Paulus

Paulus, itulah salah seorang tokoh penting Alkitab yang cukup kontroversial karena memang awalnya adalah memiliki profil sebagai pembantai para pengikut awal Yesus ketika masih bernama Saulus (Kisah Para Rasul 9:1)

Namun secara tiba-tiba ia bertobat dan menyatakan diri sebagai pengikut Yesus. Pertobatan bagi orang yang awalnya memiliki karakter jahat memang cukup menjadi kecurigaan bagi orang pada masa modern ini karena siapa tau pula bahwa ia adalah penyusup yang akan menghancurkan suatu golongan dari dalam.

Sehingga tak heran terdapat beberapa orang menyatakan Paulus adalah tukang tipu dan seorang agen Romawi yang memalsukan pertobatannya guna menggerogoti pengaruh penyembahan mesianik anti Romawi ini di wilayah tersebut.

Dan pada akhirnya orang yang mencurigainya tersebut berpikir bahwa Paulus telah memutarbalikan beberapa ajaran Kristus melalui tulisan-tulisannya serta mengedit injil buatan para rasul. Sehingga mereka menyatakan bahwa ajaran Kristus atau kisah Yesus yang diimani oleh umat Kristen selama ini adalah palsu dan sebenarnya adalah karangan mengada-adanya Paulus tersebut.

Apakah dugaan mereka benar demikian ? Nyatanya tidak karena pertobatan Paulus itu sendiri tidak semata-mata pernyataan saja karena berasal dari peristiwa ia dikejutkan oleh pertemuannya dengan Yesus dengan sebagai saksinya adalah teman-teman seperjalanannya dan sebagai pembuktiannya adalah ia menjadi buta secara tiba-tiba seperti yang dikatakan pada ayat yang berasal dari kitab Kisah Para Rasul berikut ini:

9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ''Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?''

9:5 Jawab Saulus: ''Siapakah Engkau, Tuhan?'' Kata-Nya: ''Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.''
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Sumber: Kisah Para Rasul 9:1-9

Akan tetapi yang dikisahkan pada ayat tersebut pun bisa saja hanyalah pengakuan yang dikarang-karang oleh Paulus itu sendiri sementara para teman seperjalanan bisa saja disuruh untuk bersaksi seperti itu serta pura-pura menjadi buta.

Maka dari itu dibalik kisah itu kemudian terdapat seseorang bernama Ananias yang disuruh oleh Tuhan untuk membenarkan hal tersebut sekaligus menyembuhkan kebutaan Paulus seperti yang dikatakan oleh ayat lanjutannya berikut ini:

9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: ''Ananias!'' Jawabnya: ''Ini aku, Tuhan!''
9:11 Firman Tuhan: ''Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.''
9:13 Jawab Ananias: ''Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.''
9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: ''Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.''
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: ''Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.''
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
9:19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

Sumber: Kisah Para Rasul 9:10-19

Namun, konfirmasi dari Ananias ini masihlah memiliki keraguan karena siapa tau pula bahwa ia adalah orang bayaran atau diancam untuk menyatakan hal seperti itu meskipun ia juga adalah pengikut Yesus sebelum akhirnya bertemu Paulus agar memberi kepercayaan bagi para pengikut Yesus di Damsyik mengingat sosok Ananias ini belum muncul pada kisah Alkitab yang sebelumnya.

Sehingga harus terdapat konfirmasi yang lebih akurat lagi. Dan pada kenyatannya terdapat konfirmasi yang lebih akurat lagi dalam Alkitab yang selama ini tidak pernah ditilik oleh orang banyak yakni didepan rasul Yakobus, seorang dari 12 murid Yesus seperti yang tertulis pada Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia berikut ini.

1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 
1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.

Sumber: Galatia:18-20

Apakah mungkin Yakobus juga dibayar atau dibayar demi konfirmasinya bahwa Paulus tidak berdusta ? Tidak mungkin karena mana mungkin seorang murid Yesus yang mengenal Ia dan ajaranNya berdusta hanya demi sebuah bayaran atau hanya sebuah ancaman.

Atau, apakah mungkin Paulus sebelumnya mempelajari ajaran Kristus baik dari hasil rampasannya saat ia masih menjadi pembantai maupun belajar trik dari Ananias sewaktu di Damsyik ? Lagi-lagi jawabannya adalah mustahil karena mana mungkin seseorang yang dekat dengan Yesus dan ajaran-Nya dapat kecolongan seperti itu.

Lalu, bagaimana dengan konfirmasi dengan 11 murid Yesus lainnya ? Jawabannya adalah dari rasul Yakobus pun telah cukup mewakili karena lagipula seluruh murid Yesus tersebut dengan apa membawa ajaran Kristus ke seluruh dunia jika tidak dengan isi Alkitab yang didalamnya juga berisi tulisan Paulus tersebut dan itu berarti mereka pun juga mengakui tulisan dari Paulus tersebut.

Dan jika Romawi memang mengirimkan tukang tipu, kenapa pula harus Paulus yang awalnya tergolong dipandang negatif bagi orang-orang Kristen awal dan tidak mengirimkan orang bayaran yang lebih dipandang positif agar lebih mudah dalam rencananya. Lagipula setelah Paulus bertobat, bukankah ia kemudian malah menentang pemerintah Romawi juga hingga akhirnya dihukum oleh Kaisar Nero. Jika Paulus memang merupakan agen Romawi, mengapa pula pemerintah Romawi sendiri juga menentangnya. Jika Paulus memang demikian seharusnya pemerintah Romawi justru tidak sampai menjahatinya dan malah memperlancar jalannya penipuannya.
»»  Selengkapnya...

Menangkis Gugatan TKW Kristolog

Berikut gugatannya:

Lima Menit Penginjil Mati Kutu di Tangan TKW Hong Kong
Selesai bertugas di komunitas perpustakaan Islam, Ahad pekan lalu, untuk menjaga kebersamaan bersama para akhwat BMI kami meluangkan waktu untuk makan bersama. Selepas maghrib saya bersama teman-teman menuju warung makan Indonesia yang terletak di Tin Hau, salah satu kota di Hong Kong yang bersebelahan dengan Causeway Bay. Cuaca hari itu cukup panas, sehingga kelelahan itu terobati ketika makan bersama sambil sesekali bercanda ringan.

Baru beberapa menit bercanda, seorang wanita berkulit gelap yang duduk di samping kami memprovokasi dengan pembicaraan yang mendiskreditkan Islam. Dengan berbagai cara ia berusaha menjebak pembicaraan yang ujung-ujungnya melecehkan Nabi SAW.

Awalnya masih kami layani dengan baik, apalagi penginjil wanita itu mengaku lulusan pesantren. Setelah kami biarkan wanita itu bicara, lama kelamaan nampak bahwa dia bukan seorang muslimah. Tak sabar jadi pendengar pidato bualannya, saya langsung bertanya, “Apa agama anda saat ini?” Akhirnya dia menjawab Kristen.

“Oh, ternyata wanita ini seorang penginjil. Bakal seru nih”, batin saya waktu itu. Saya bersama May, Afa, Umi, Ayuun dan Biati merasa mendapat udara segar yang bisa mendinginkan cuaca. Kami biarkan beberapa saat salibis tersebut meneruskan pidatonya, hingga menyinggung masalah ketuhanan.

Pada giliran kami bicara, saya pun tanya, “Apa definisi Tuhan?” Dia menghindar, saya tanya lagi “Di mana sifat ketuhanan Yesus saat disiksa, ditelanjangi, diarak, diludahi dan disalib?” Dia malah bertanya balik, “Menurut anda?”

“Jawab dulu pertanyaan saya,” tukas saya.

Gelagapan, sang penginjil pun mengalihkan pembicaraan, akhirnya saya tegur, “Jangan mengalihkan tema, jawab dulu pertanyaan saya.” Sang penginjil masih terdiam beberapa sat, lalu saya berondong lagi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Injil Barnabas, jilbab dalam Bibel, pertentangan khitan antara Kitab Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama, dan seterusnya. Semua pertanyaan tidak bisa menjawab satupun, akhirnya dengan sangat kasihan saya bilang. “Anda masih terlalu amatir dan bukan kelas kami. Anda ini pembohong, pasti bukan muslimah lulusan pesantren!”

Ketika saya tanya di mana pesantren tempat dia belajar, dia menjawab tidak pernah masuk pesantren, saya bilang lagi, “Tadi di awal pembicaraan anda bilang pernah nyantri, sekarang bilang tidak pernah. Anda ketahuan pembohong.”

Teman-teman saya tidak mau ketinggalan, ikut-ikut bertanya dengan berbagai macam pertanyaan, babak belur salibis kacangan tersebut. Merasa terpojok, keluarlah jurus andalan salibisnya, dengan bangga mengatakan perihal ustadz Junaidi pimpinan pesantren di Jawa Barat yang akhirnya masuk Kristen, saya dan teman-teman mengejarnya untuk mendapatkan kevalidan info yang dia ceritakan, tapi kukuh tidak diberikan, akhirnya saya bilang berkali-kali, “Anda mau berbohong lagi? Anda pembohong seperti umumnya tradisi misionaris. Anda sangat lihai berbohong”, tiap dia ingin menyangkal, saya selalu katakan “Anda pembohong”.

Saya dan teman-teman jadi geli menahan senyum, saya minta nomor HP dia berkelit, saya paksa dengan sedikit menekan akhirnya diberikan, ini nomor HP-nya + 852 92067974.

Kami tidak memulai, kami hanya mengikuti saja permainan jebakan salibis, namun sangat disayangkan, ternyata salibis tersebut masih amatir dan tidak menguasai Injil sedikitpun. Semua pertanyaan kami yang hanya ringan-ringan tidak mampu dia jawab.

Itulah sekelumit kisah para buruh migran Indonesia (BMI) menghadapi agresivitas para penginjil Kristen di Hong Kong. Kisah-kisah kristenisasi yang membidik BMI Hong Kong masih sangat banyak yang belum terkuak. [Yulianna PS/voa-islam.com]
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/05/09/14576/lima-menit-penginjil-mati-kutu-di-tangan-tkw-hong-kong/

Terdapat sesuatu yang terlalu dilebih-lebihkan disini yakni mengenai penyebutan "penginjil" pada penceritaan tersebut. Padahal pada kisah tersebut dikatakan bahwa "penginjil" tersebut hanya mendiskerditkan agama dan melecehkan tokoh agama saja sementara tidak disebutkan sepatah katapun kalau ia melakukan penginjilan atau menyerukan ajaran Injil.

Mengenai identitas si "penginjil" pun sangatlah tidak jelas. Pada deskripsi tersebut hanya disebutkan bahwa ia adalah seorang wanita dan berkulit gelap. Berkulit gelap sendiri dapat berarti 2 hal: orang Afrika/Negro dan orang Papua. Ditambah lagi bahasa yang digunakan si "penginjil" untuk berbicara kepada mereka juga tidak dijelaskan. Jikalau demikian, bagaimana mungkin si "penginjil" tersebut mendeskripsikan mengenai perihal ustadz Junaidi pimpinan pesantren di Jawa Barat yang akhirnya masuk Kristen yang kesannya mengenai cerita di negara Indonesia sementara ia mendeskripsikannya orang di luar Indonesia. Kecuali jika orang itu juga merupakan seorang TKW asal Indonesia.

Ditambah lagi, "penginjil" tersebut dikatakan mengaku Kristen. Mungkin inilah yang menjembatani bagaimana ia disebut "penginjil". Namun, mengaku Kristen pun tak menjamin bahwa ia adalah seorang penginjil. Semua itu adalah oknum yang tak perlu dihubung-hubungkan dengan keagamaan seperti pada kasus sebelumnya:
http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2012/06/24/4386853_20120624024943.jpg

Maka dari itu, ada baiknya jika gugatan-gugatan TKW Kristolog itu dijawab satu per satu.

Di mana sifat ketuhanan Yesus saat disiksa, ditelanjangi, diarak, diludahi dan disalib?

Ada 2 jawaban dalam gugatan ini. Yang pertama adalah kesabaran. Ini terbukti ketika Yesus diadili dimana Ia tak sedikitpun memberontak atau membalas dan justru hanya diam serta menerima apapun yang diterimaNya dan hanya menjawab apa yang diperlukan seperti halnya yang dikatakan pada ayat yang berasal dari Injil Matius berikut ini:

26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
26:58 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
26:61 yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."
26:62 Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
26:64 Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
26:65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.
26:66 Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!"
26:67 Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,
26:68 dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?"

Sumber: Matius 26:57-67

Begitu pula saat diarak, seperti yang sudah kita ketahui bahwa Yesus pun demikian ketika memanggul salib.

Yang kedua adalah kebangkitanNya: http://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Yesus

Hal ini dikarenakan Yesus berhasil bangkit kembali dari keterpurukan tragedi penyalibanNya.

Tentang Injil Barnabas

Tahukah Anda bahwa sebenarnya Injil Barnabas tak lebih adalah sebuah Injil karangan alias palsu karena terbukti dibuat ribuan tahun setelah jaman Yesus yakni pada tahun 1634: http://en.wikipedia.org/wiki/Gospel_of_Barnabas#Textual_history

Ditambah lagi Injil tersebut tidak diakui sebagai bagian dari Alkitab karena tidak dimasukkan didalam Perjanjian Baru seperti halnya keempat Injil yang dikenal. Sehingga jelas tidak perlu diseriuskan mengenai pernyataan-pernyataannya karena terbukti palsu. Untuk jawaban lebih mendalamnya bisa dilihat disini:

Tentang jilbab dalam Alkitab

Dan inilah mengenai jilbab dalam Alkitab yang sering dibahas oleh kebanyakan orang.
11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
Sumber: 1Korintus 11:5-6
11:10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
Sumber: 1Korintus 11:10

Namun ayat yang banyak digugat itu pula terdapat ayat yang menerangkan mengenai maksud dari "kerudung" itu sebenarnya yang letaknya pun masih berada pada pasal dan kitab yang sama.
11:15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
Sumber: 1Korintus 11:15

Sehingga dapat disimpulkan bahwa rambut panjang pun sudah termasuk penudung kepala.

Pertentangan khitan antara Kitab Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama

Hal ini sudah pernah dibahas secara lengkap disini. Silahkan baca selengkapnya pada artikel Kebebasan Sunat pada Alkitab.

Sehingga jelas bahwa orang itu bukanlah penginjil karena jikalau ia benar-benar seorang penginjil maka tentunya pula orang tersebut juga tau mengenai jawaban-jawaban dari gugatan tersebut karena jawaban dari gugatan itu sendiri pun dapat dijabarkan disini apalagi dijawab oleh seorang penginjil.
»»  Selengkapnya...

Ras Ke-Yahudi-an Yesus

Seperti yang diketahui banyak orang bahwa Yesus Kristus (nama aslinya dalam bahasa aslinya adalah: Yeshua) secara etnis adalah seorang Yahudi tulen. Ini jelas dinyatakan oleh kitab-kitab Yahudi sejak ribuan tahun sebelum kelahirannya. Namun ada pula yang menyangkalnya.

Berikut sangkalannya:

Palestina: Natal tiba dan Yesus adalah orang Palestina!

* Ini mirip dengan berita kami tahun lalu, hanya sedikit bedanya. Orang Arab Palestina sedang mengklaim Yesus sebagai pahlawan Palestina adalah tema liburan berulang di Tanah Suci.

Sekian milyar penganut kristiani di seluruh dunia bersiap merayakan natal, memperingati kelahiran Yesus Kristus, Juru Selamat yang dijanjikan oleh kitab suci. Bersama itu, otoritas Arab Palestina. Berharap anda juga jangan lupa bahwa Yesus adalah seorang Arab Palestina.

Sebenarnya sudah lama orang Arab mengklaim hal ini. Termasuk para pemimpinnya seperti Yasser Arafat.

Setiap kali meresmikan awal raya Natal di Bethlehem, Yasser Arafat selalu berkata bahwa Yesus adalah orang Arab Palestina. Saat ini media massa dibawah kendali PA meneruskan tradisi berbohong tersebut.

PM Palestina, Salam Fayyad mengatakan "Natal adalah saat tepat untuk menyatakan identitas Arab Palestina yang ada pada Yesus Kristus" Hal ini diucapkan saat menyalakan lampu natal resmi di Bethlehem, minggu lalu. Anggapan ini menembus ke benak komunitas Arab di wilayah Palestina.

Penulis buku "Kekristenan dan hubungannya dengan Islam" Samih Ghanadreh dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa:

"...aku ingat dengan jelas bahwa Yasser Arafat gemar menyatakan bahwa Yesus adalah syuhada pertama Palestina" si pewawancara pun menyambut dengan berkata "..Yesus memang orang Arab Palestina, tak ada yang menyangkal hal ini" (PA TV interview, Dec 3, 2010)

Di tahun 2009 Mufti Yerusalem, Mohamed Husein dalam khutbahnya menyebut "Yesus lahir di Palestina, menapak pertama juga di Palestina dan mengajarkan ajarannya juga di Palestina. Ia dan ibunya (Maria) adalah warga Palestina yang patut kita teladani."

Bagi muslim awam di Palestina tertanam anggapan bahwa Yesus memang berkebangsaan Arab dan beragama Islam, versi sebelum Muhamad.
Sumber: http://israeltoday.co.il/News/tabid/178/nid/23053/language/en-US/Default.aspx

Sebenarnya pada situs itu pun juga telah memberitakan mengenai jawaban terhadap sangkalan tersebut yang berasal dari Israel itu sendiri: http://israeltoday.co.il/NewsItem/tabid/178/nid/23255/language/en-US/Default.aspx

Namun dalam artikel ini akan menjawab sendiri tanpa pernyataan tersebut melainkan berdasarkan bukti yang sudah dikenal.

Pertama, akan dijabarkan mengenai bukti bahwa Yesus adalah seorang Yahudi menurut Alkitab. Jelas Yesus adalah seorang Yahudi sesuai dengan isi pada ayat ini:
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. (Matius 1:1)
Dan seperti yang telah diketahui bahwa Daud sendiri adalah raja dari orang Yehuda (2 Samuel 2:4) yang tak lain merupakan golongan ras yang berasal dari 12 suku Israel itu sendiri: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Yehuda

Sehingga ini jelas mematahkan mengenai sanggahan bahwa Yesus bukan Yahudi sekaligus ibunya, Maria.

Kemudian mengenai lokasi Yesus lahir, seperti juga yang diketahui banyak orang bahwa tempat kelahiran Yesus berada di Betlehem. Memang benar apa yang dikatakan mengenai sanggahan itu, Betlehem memang berada di Palestina tepatnya bagian Tepi Barat.
Namun apakah jika seseorang yang lahir di tempat bermukim golongan ras tertentu apakah mungkin ia juga dikatakan berasal dari golongan tersebut ? Lagipula golongan ras tentunya tidak berasal dari dimana kita lahir melainkan berasal dari garis keturunan.

Lagipula, letak bagian Betlehem saat ini tentu berbeda dengan ketika jaman Yesus saat itu. Maka dari itu justru yang menjadi landasan letak bagian Betlehem saat itu tentunya harus menggunakan peta pada jaman itu.
Dan faktanya, Betlehem saat itu berada pada kekuasaan Yudea, bukan Palestina karena pada masa itu Palestina belum ada. Betlehem baru bergabung pada Otoritas Palestina pada tanggal 21 Desember 1995 yang tepatnya 1½ milenium setelah jaman Yesus: http://id.wikipedia.org/wiki/Betlehem#Abad_ke-20

Pada sanggahan juga mengatakan bahwa Yesus juga menapakkan dan mengajarkan ajaran-Nya untuk pertama kalinya di Palestina. Dalam Alkitab, tempat Yesus pertama kali mengajar berada di sekitaran Danau Galilea seperti yang dikatakan pada Matius 4:23.

Kesalahan besar ada pada sanggahan ini karena sampai sekarang pun danau Galilea masih menjadi bagian dari negara Israel: http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Galilea

Terakhir, pada berita itu pula juga ada tentang pengklaiman mengenai agama Yesus. Padahal kenyataannya, Yesus sebenarnya mengikuti ajaran Yahudi. Hal ini dikarenakan Yesus dan orangtuanya selalu mengikuti hari raya Yahudi seperti yang dikatakan pada ayat yang berasal dari Injil Lukas ini:
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. (Lukas 2:41-42)
Dan yang dimaksud hari raya Paskah yang tentunya adalah Paskah Yahudi yang merupakan hari raya dari umat Yahudi: http://id.wikipedia.org/wiki/Paskah_Yahudi

Hanya saja yang berbeda adalah yang diajarkan oleh Yesus adalah ajaran Kristen yang merupakan ajaran Yahudi yang digenapkan oleh-Nya.

Sehingga jelas amat sangat membingungkan jika Yesus yang dikatakan sebagai Mesias yang berasal dari orang Israel disanggah berasal dari ras lain. Melalui penjelasan ini kiranya sanggahan ini dapat dijawab sesuai fakta yang kita kenal.
»»  Selengkapnya...