Kebebasan Sunat pada Alkitab

Beberapa ayat-ayat dalam Alkitab menyatakan mengenai tidak perlunya sunat aturan karena yang terpenting hanyalah menaati hukum moral Allah dan beriman oleh kasih seperti yang dikatakan oleh kedua ayat ini:

Sebab bagi orang-orang yang ada didalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1Korintus 7:19)

Rupanya telah menuai kritikan di luar sana dikarenakan telah bertentangan terhadap hukum Taurat pada Perjanjian Lama. Namun tentunya semua itu telah dilakukan penggenapan pada Perjanjian Baru itu sendiri.

Ada pula yang menyatakan bahwa Yesus sendiri juga telah disunat: http://www.sarapanpagi.org/yesus-disunat-vt43.html

Akan tetapi pada saat itu terjadi saat Yesus masih balita. Lagipula Yesus pun tak pernah memerintahkannya untuk mewajibkan atau sejenisnya sama halnya dengan seorang Pastor yang memimpin umatnya namun tak mengharuskan seluruh umatnya menjadi Pastor pula. Dan kenyataannya para Kristolog hanya menyerang keimanan Kristen mengenai kebebasan sunat dengan ayat-ayat wajib sunat pada Perjanjian Lama dan peristiwa Yesus disunat tersebut.

Walaupun begitu, para Kristolog itu terlanjur telah menyimpulkan bahwa Paulus telah memelintir hukum yang ada sehingga terlihat menyimpang dari hukum Taurat. Namun apakah kebebasan sunat tersebut murni ajaran Paulus sendiri ? Nyatanya pula tidak, karena telah diselaraskan oleh seorang murid Yesus bernama Petrus yang tak ada bedanya dengan Yesus sendiri seperti halnya ketika peristiwa sidang di Yerusalem pada kitab Kisah Para Rasul berikut ini:

15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."
15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.
15:3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.
15:4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.
15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."
15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
15:12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Sumber: Kisah Para Rasul 15:1-21

Jadi jelas bahwa kebebasan sunat itu sendiri tidaklah pernyataan Paulus seorang diri karena Petrus sendiri merestuinya sebab jika tidak mana mungkin beliau kemudian meluruskan hambatan tersebut dan kalaupun Paulus sendiri telah mempertentangkan hukum yang ada pastilah sidang tersebut hanya bakal diisi dengan perselisihan dan nyatanya pun tidak. Dan pada kenyataannya pula tidak pernah dituliskan pada Alkitab bahwa murid-murid Yesus menyatakan hal-hal negatif terhadap Paulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar