Tampilkan postingan dengan label Mengenai Atheisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenai Atheisme. Tampilkan semua postingan

Salah Kaprah terhadap Atheis Yang Sering Dijumpai

Apa arti Atheis menurut Anda ? pasti banyak yg mengartikannya sebagai org2 yg tidak mempercayai Tuhan. Namun tahukah Anda jika terdapat beberapa pengartian yang ditujukan kepada istilah Atheis itu sendiri. berikut adalah beberapa diantaranya

Tak beragama = Atheis ?

ini yg paling sering di-salah arti-kan. org tak beribadah atw sejenisnya bisa aja kan cuman emang orgnya males doank atw emang sebenernya ia beribadah cuman secara diam2 atw emang kita pd kagak tau aja.

selain itu jg adapula yg emang tak berafiliasi terhadap agama tertentu tp gak nentang Tuhan ada atw enggak. itu namanya bukan Atheis, melainkan Irreligion

Atheis = Membenci Agama ?

ini biasanya dijumpai terutama pd pernyataan komunis yg dianggap Ateis hanya krn argumen bahwa mereka melakukan kebencian bahkan penganiayaan terhadap agama

sebenernya juga adapula Atheis tapi gak membenci bahkan menyenangi suatu agama sebagai suatu golongan sosial & kebudayaan terlepas dari agama tersebut mempercayai Tuhan atau tidak

Tak percaya Tuhan = Tak percaya Arwah, Setan, dan sejenisnya ?

ini yang sering dikira org bahwa jika org tak percaya Tuhan, maka ia juga tak percaya pd segala sesuatu yg dianggap takhayul macam hantu, roh, dlsb

padahal ada jg Atheis yg masih mempercayai setan, alien, dan sejenisnya meskipun disamping itu ia tak mempercayai Tuhan.

------------------------------------------------------------------------------------------------

selain itu jg, utk istilah org tak beragama sendiri selain Atheis. ada Agnostik, ada Freethinker, dlsb
»»  Selengkapnya...

Apakah Buddhisme itu Atheis ?

Klaim yang ini tergolong jarang didengar tapi sangat populer di kalangan kaum terpelajar terutama di bidang debat lintas-agama. Kenyataan memang menunjukkan bahwa ajaran sang Buddha seakan-akan alpha akan konsep Tuhan, dan terus menekankan bahwa pencerahan adalah usaha dari manusia sendiri untuk membebaskan dirinya lewat praktek pengembangan pikiran dan moralitas. Dalam buku Buddhism for Dummies, ditulis bahwa orang-orang melihat bahwa kata Tuhan (karena kata ini yang paling umum dipakai) sama sekali absen dalam ajaran agama Buddha sehingga mereka dengan setengah bercanda menjulukinya sebagai agama yang bagus buat kaum atheis.

Pengertian atheis secara umum adalah tidak percaya Tuhan. Dalam agama wahyu/langit/samawi, Tuhan digambarkan "personal (bisa kita bayangkan seperti kita)". Jadi Tuhan digambarkan bisa menyayangi kita, bisa menghukum, bisa marah, bisa jadi tempat kita memohon, bisa mencobai kita, dll. Tuhan seperti ini yang tidak diyakini/dipercaya oleh umat Buddha.

Bagi umat Buddha, Tuhan bukan sesuatu yg bisa kita jangkau dengan pikiran/intelektual, tapi bisa kita rasakan kehadirannya.Tuhan bukan sosok yang bisa kita suruh, perlu kita puji untuk mengambil hatinya, dan bisa kita salahkan atas apa yg terjadi dengan kita.

Ada satu pengertian lagi tentang Tuhan. Tuhan bukan sosok yang personal. Tuhan tidak dapat dibayangkan, tapi hanya bisa dirasakan sifatnya. Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Pengampun, dll adalah beberapa sifat Tuhan yang bisa kita rasakan. Sifat Tuhan ini dalam agama Buddha dipahami sebagai hukum alam yg berjalan dengan adil. Ada 4 penggolongan hukum alam yang dikenal umat Buddha. Salah satunya yang paling dikenal adalah Hukum Karma (kamma niyama). Jadi dalam agama Buddha semua yang kita dapat karena dari hasil perbuatan kita sendiri dan berjalan sesuai dengan hukum alam.

sebagai gantinya sebagai tujuan umat Buddhist, ada digambarkan dalam kalimat berikut:
Wahai para bhikkhu, ada yang tidak dilahirkan, tidak dijelmakan, tidak diciptakan, dan tidak dibentuk.
Wahai para bhikkhu, seandainya saja tidak ada yang tidak dilahirkan, tidak dijelmakan, tidak diciptakan, dan tidak dibentuk, maka tidak ada jalan keluar yang dapat dilihat dari apa yang dilahirkan, dijelmakan, diciptakan, dan dibentuk.

Tetapi karena ada sesuatu yang tidak dilahirkan, tidak dijelmakan, tidak diciptakan, dan tidak dibentuk, maka dapat dilihat suatu jalan keluar dari apa yang dilahirkan, dijelmakan, diciptakan, dan dibentuk.

Yang dilahirkan, dijelmakan, dihasilkan
Yang diciptakan, dibentuk, yang tidak kekal
Yang bersatu dengan kelapukan dan kematian
Sarang bagi penyakit, dapat hancur
Yang muncul dari makanan dan tali nafsu- itu tidak sesuai untuk dijadikan kegembiraan

Jalan keluar dari itu, yang damai
Berada di luar penalaran, kekal,
Yang tidak dilahirkan, tidak dihasilkan
Keadaan tanpa duka yang bebas dari noda
Berhentinya segala keadaan yang menyengsarakan, berhentinya segala yang berkondisi-Sukacita
(Ittivuttakka 2:43)
Bait inilah pondasi konsep Ketuhanan Yang Maha Esa dalam agama Buddha.

Di Indonesia, umat Buddha sering memakai istilah Sang Hyang Adi Buddha untuk pengganti kata Tuhan. Dan tidak semua umat Buddha memahami dan bisa menjelaskan Tuhan dalam agama Buddha.

Kata Sang Hyang Adi Buddha bukan hasil dikarang-karang, tapi memang diambil dari tradisi agama Buddha di Indonesia. Ini mungkin akan membingungkan bagi umat beragama lain dan sebagian umat Buddha, karena agama Buddha bisa berbeda beda bentuk luarnya. Tapi inti ajaran tetap sama. Agama Buddha seperti obat manjur, yang tidak dipatenkan. Jadi orang bisa kasih merek apa saja. Asal obatnya asli, mau merek apa saja, tetap saja sembuh.

Jika umat Buddha mengakui keberadaan Tuhan, mengapa mereka tidak lebih sering menyebutkannya?

Pokok Sentral ajaran agama Buddha adalah mengenai apa itu penderitaan, sebab-sebab penderitaan, dan bagaimana cara mengakhiri penderitaan. Konsep mengenai Tuhan, tidak memiliki signifikansi penting karena yang ditekankan adalah usaha manusia dalam mengakhiri penderitaan itu, bukan melalui upaya penyelamatan oleh kuasa supernatural atau mukjizat. Dalam hal ini Buddhisme juga bukanlah sekedar seperangkat sistem kepercayaan, doktrin, atau ritual, karena Buddhisme menuntut sikap skeptis terhadap ajaran apapun yang disodorkan, sekalipun itu berasal dari Buddha sendiri.

Sang Buddha sendiri berkata: "Jangan menerima segala hal yang saya ucapkan sebagai kebenaran hanya karena saya telah mengucapkannya. Tetapi, selidiki dan buktikanlah itu seperti kamu mengetes apakah sebuah bongkahan emas itu murni atau tidak. Jika, setelah menyelidiki ajaran-ajaranku, kamu menemukan bahwa mereka benar, praktekkan mereka. Tetapi jangan melakukannya hanya karena kamu ingin menghormati saya".
»»  Selengkapnya...

Faithfreedom BUKANLAH forum Kristen

Berikut gugatannya:
Dan inilah FFI tersebut: www.indonesia.faithfreedom.org

SORRY MENZ, SAYA TIDAK PROMOSI FORUM

SAYA JUGA BUKAN ORANG DARI FORUM TERSEBUT

DAN SAYA PUN TIDAK PRO DENGAN FORUM TERSEBUT

Saya disini hanyalah ingin menjelaskan bahwa forum tersebut BUKANLAH forum kristen

Hal ini telah dijelaskan oleh moderator disana: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/ffi-bukan-forum-kristen-t235/

Jikalau ada sesuatu hal yang bersangkut mengenai Kristen itu HANYA karena netter disana ada yang beragama Kristen yang memang setiap golongan diperbolehkan masuk forum tersebut selama hanya membuat sebuah topik tentang misi forum tersebut

Namun bagi Kristen yang membuat topik Kristen akan langsung dilock seperti halnya topik yang satu ini: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/puji-sukur-tuhan-saya-baru-saja-murtad-t44727/page460.html#p781508

UPDATED 4 July

Lalu, apakah forum Faithfreedom tersebut?

Seperti yang diakui oleh para anggota forum tersebut, forum tersebut adalah forum Atheis (atau lebih tepatnya forum yang dibuat oleh sekelompok Atheis) yang merangkum banyak kalangan termasuk kaum Kristen yang digunakan untuk melecehkan sebuah golongan agama. Setelah sebelumnya senang dengan melecehkan kaum Kristen pada masa-masa sebelumnya dikarenakan agama dilingkungannya hanya itu saja, seiring adanya globalisasi para Atheis mulai menyebarkan aksi pelecehan mereka kepada agama lainnya. Apalagi jikalau agama tersebut memiliki isu mengenai kecurigaan kaum tertentu seperti yang membuat gugatan diatas tersebut. Sehingga bertambahlah hasil dari aksi menjahati antar agama dari kaum Atheis karena hanya cukup 1 golongan agama saja dapat memicu saling kebencian dan lain sebagainya yang pada akhirnya makin membuat besar pula keyakinan dari kaum Atheis bahwa "dunia akan lebih damai dan bahagia jika tanpa agama" yang diartikan bahwa agama adalah sumber konflik dan anarkis di dunia ini. Padahal keyakinan itu akibat dari aksi kaum Atheis yang mengadu domba antar golongan agama tersebut seperti pada pembuatan forum tersebut.

Justru sebaliknya, kaum Atheis lah yang demikian. Seperti yang kita ketahui, komunis merupakan produk ideologi politik dari kaum Atheis. Dimana banyak aksi kekerasan yang dilakukan oleh pihak komunis. Seperti di Tiongkok, Presiden Mao Zedong pernah memerintahkan penghancuran patung-patung Yesus dan Buddha (tanpa berniat menyebarkan sifat rasis)
Meskipun banyak dari Atheis yang menyangkal bahwa Atheisme tidak sama dengan Komunisme. Namun ingatlah, JANGANLAH TERPANCING OLEH ISU-ISU YANG DAPAT MENJERUMUSKAN TERHADAP SEBUAH KONFLIK!
»»  Selengkapnya...