Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Sayyidina Ali

Suatu ketika, datang seorang Yahudi menghadap Sayyidina Ali. Ia lalu bertanya, “Bilangan apa yang dapat dibagi 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 yang tetap menghasilkan bilangan shahih (bilangan yang apabila dibagi tidak memiliki sisa) ?”. Secara spontan Sayyidina Ali menjawab, “Kalikan hari dalam 1 minggu dengan rata-rata hari dalam satu bulan. Hasilnya kalikan dengan jumlah bulan dalam 1 tahun. Maka hasilnya adalah bilangan yang anda kehendaki."

Berikut adalah penjelasannya:

Hari dalam 1 minggu = 7 hari
Hari dalam 1 bulan = 30 hari
Bulan dalam 1 tahun = 12 bulan

7 x 30 = 210.
210 x 12 =2520

2520 : 2 = 1260
2520 : 7 = 360
2520 : 3 = 840
2520 : 8 = 315
2520 : 4 = 630
2520 : 9 = 280
2520 : 5 = 504
2520 : 10 = 252

Maka dari itu, Sayyidina Ali kemudian dijuluki sebagai Gerbang Ilmu. Hal tersebut menimbulkan perasaan iri kaum Khawarij terhadap Sayyidina Ali. Dikisahkan mereka menguji Sayyidina Ali. Sayyidina Ali akan diajukan pertanyaan yang sama oleh 10 orang dari mereka. Namun Ali harus menjawab dengan 10 jawaban yang berbeda.

Mereka bertanya: ”Wahai Ali, Istimewa manakah antara Ilmu dan Harta ?"

Dan Ali menjawab:

Orang Pertama: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan Qorun, Haman dan Firaun.

Orang Kedua: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab Ilmu selalu menjagamu, sedangkan engkau harus menjaga harta milikmu.

Orang Ketiga: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab orang berilmu banyak teman, sedangkan orang berharta banyak musuhnya.

Orang Keempat: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab ilmu bila dibagikan semakin bertambah, sedangkan harta bila dibagikan semakin berkurang.

Orang Kelima: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab orang berilmu dipanggil dengan sebutan mulia, sedangkan orang berharta dipanggil dengan sebutan hina.

Orang Keenam: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab Ilmu tidak perlu dijaga, sedangkan harta minta dijaga.

Orang Ketujuh: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab orang berilmu dihari akhirat dapat memberi syafaat, sedangkan orang berharta dihari kiamat dihukum dengan berat.

Orang Kedelapan: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab Ilmu bila dibiarkan saja tidak akan pernah rusak, sedangkan harta bila dibiarkan pasti berkurang (bahkan habis dimakan)

Orang Kesembilan: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab Ilmu memberikan penerang didalam hati, sedangkan harta dapat membuat kerusakan didalam hati (seperti timbulnya sifat takabur, pamer, dan ingkar).

Orang Kesepuluh: Ilmu lebih istimewa daripada Harta. Sebab orang berilmu bersikap lemah lembut dan selalu berbakti kepada Tuhan, sedangkan orang berharta seringkali takabur dan ingkar kepada Tuhan.

Atas jawaban tersebut, kaum Khawarij mengakui kepintaran Sayyidina Ali.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?p=476856674

Artikel Terkait: Empat

Lihat Pula:
»»  Selengkapnya...

Empat

Anak SD ditanya temannya: 2 + 2 sama dengan berapa ?
Dijawab dengan lantang: Empat.
Teman: Kenapa kok Empat ?
SD: Ya jelas Empat dong, kan di Buku Pelajaran Sekolah tulisannya begitu.

Anak SMP ditanya temannya: 2 + 2 sama dengan berapa ?
Dijawab: Tentu Empat.
Teman: Kenapa ?
SMP: Coba kamu ambil 2 telur + 2 telur, dihitung, jadi Empat kan ?
Teman: Lho, kalau akar 16 berapa emangnya ?
SMP: Ya Empat juga, disamping itu 5 - 1 atau 8 / 2 juga Empat.
Teman: Kalau menurut saya Log 10.000 itu Empat juga lho.
SMP: Hus... ngawur.... Empat itu bisanya didapat dari +, -, x, /, dan akar saja. Yang lainnya nggak bisa.

Anak SMA ditanya temannya: 2 + 2 sama dengan berapa ?
Dijawab: O, itu hasilnya mendekati Empat.
Teman: Lho kok mendekati ?
SMA: Ya, soalnya kan merupakan Integral dari Luas dibawah kurva Area-area di grafik yang kalau dijumlah persisnya 3,99999999999 sekian jadi hampir Empat.
Teman: Kalau menurut aku, Log 10.000 juga Empat lho.
SMA: O iya dong, Log 10^4 kan = Empat.

Anak S1 ditanya temannya: 2 + 2 sama dengan berapa ?
Dijawab: Oo, itu range antara 3,9 - 4,1.
Teman: Lho kok nggak yakin gitu ?
S1: Bukan nggak yakin, karena tidak boleh mengabaikan faktor-faktor lain. Kan bisa saja 2 yang kamu maksud itu 1,9923 + 2,0876. Iya toh ?

Profesor Matematika ditanya temannya: 2 + 2 sama dengan berapa, Profesor ?
Dijawab: Waduh, itu pertanyaan yang cukup sulit.
Teman: Lho Prof, anak SD saja kan bisa ?
Prof: Soalnya makin saya belajar matematik, makin saya sadar ternyata saya ini belum tahu apa-apa lho.
Teman: Maksudnya ?
Prof: Memang sejauh ini konsensus matematikawan sedunia, bahwa 2 + 2 itu kira-kira Empat. Tapi kamu harus tahu. Bahwa itu dianggap betul, selama betul ada penemuan lain yang menchallenge-nya.
Teman: Terus jawaban Profesor apa dong ? Kok plin plan sih ? Nggak yakin ya sama ilmunya sendiri ?
Prof: Wah, ya terserah deh. Sebab, ternyata matematika sedemikian luas-nya. Keahlian saya ini nggak seberapa.

Jadi kalau kamu tanya saya 2 + 2 = ?
Saya jawabnya: Menurut Saya sejauh ini 2 + 2 kira-kira Empat, tetapi mungkin suatu hari saya salah lho.

Cerita tersebut dirumitkan sendiri oleh yang menjawabnya supaya kelihatannya pintar. 2 + 2 sama dengan berapa, jelasnya jawabnya 4 bukan karena buku menulis demikian, tetapi karena memang fakta jasmani dua benda ditambah dua benda lagi jadinya empat, sebab kata 2 yang dipakai itu bulat, sementara orang yang ingin dianggap pintar akan membuat alasan sehingga tampak pintar, sebenarnya ia tidak menjawab pertanyaan penanya tetapi membuat pertanyaan sendiri untuk menjawab pertanyaannya sendiri yang serupa dengan pertanyaan penanya untuk membingungkan penanya.

Fokus itu penting, saat sebuah kebenaran itu dikatakan 2 + 2 = 4 maka itulah kebenaran yang harus dipegang. Beberapa orang mungkin agar kelihatannya pandai, mengaburkan angka 2, menjadi 1,99999 sehingga seakan jawabannya bukan 4 tetapi kurang lebih empat. Membuat pertanyaan sendiri akar 16 atau memberi range kepada angka 2 dan profesor dengan gengsinya mengaburkan pertanyaan dan mengartikan 2 sebagai sesuatu yang bersumber dari sesuatu sehingga 2 bukanlah 2 lagi dan lain-lainnya. Bukankah mereka tidak menjawab pertanyaan 2 + 2, melainkan menjawab pertanyaan yang dibuat sendiri?

Begitu pun dengan kehidupan sehari-hari. Sering kali orang tidak melihat kebenaran, sebab mereka hendak mendirikan kebenarannya sendiri. Interpretasi manusia yang relatif hanyalah kesombongan tinggi yang bersembunyi didalam kata kata yang kelihatannya rendah hati. Namun manusia yang lebih mengetahui kebenaran justru menyadari bahwa dirinya bukanlah apa-apa. Maka dari itu, kita harus selalu sadar bahwa jangan sampai kita merasa iman bertumbuh ketika mengetahui sesuatu. Padahal sesungguhnya kita tidak mengetahui apa-apa.

Dari: cadangdata

Artikel Terkait: Sayyidina Ali
»»  Selengkapnya...

Dangdut Koplo, Musik Rohani Alternatif

http://gkjwsby.files.wordpress.com/2008/11/gkjw.jpg
Dangdut koplo adalah salah satu dari aliran musik dangdut yang sedang trend di masyarakat. Beberapa tembang-tembang lawas dangdut booming lagi setelah aransemennya di-dangdut koplo-kan. Tidak sampai di situ saja, banyak lagu pop pun di aransement ulang bergaya dangdut koplo.

Dari fenomena tersebut, KPPM GKJW jemaat Wonosalam mencoba musik dangdut koplo untuk mengiringi lagu-lagu rohani di kebaktian. Dangdut bukan hal yang baru bagi anak muda Wonosalam, sebab sebagian pemudanya adalah pemain orkes melayu/ campursari yang sering tampil di acara hajatan manten atau panggung hiburan.

Pada tgl. 26 Desember 2008 lalu, KPPM GKJW Jemaat Wonosalam mewujudkan kreativitasnya mengiringi kebaktian “Natal Bersama Keluarga” dengan musik dangdut koplo. Meski banyak kendala, kebaktian itu akhirnya terlaksana juga. Acara ini tidak hanya untuk kaum muda saja. Panitia juga mengundang warga jemaat, gereja-gereja se-kecamatan Wonosalam (GPdI, GAB, GPIS), GKJW Jemaat Mojokerto, GKJW Jemaat Wungurejo, dan GKJW Jemaat Bongsorejo.

Acara Natal ini dimulai tepat pukul 17.00 wib. Dihadiri sekitar 275 warga jemaat dan sebagian besar adalah pemuda. Dan acara dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan puji-pujian yang semuanya diiringi full dangdut koplo serta dimeriahkan juga oleh Paduan Suara Gloria (GKJW Jemaat Mojokerto), MBS band (KPPM GKJW Jemaat Mojokerto) dan KPPM GKJW Jemaat Wungurejo.

Berikut ini video KPPM GKJW Jemaat Wonosalam ber-dangdut koplo.

Kidung Pasundan Kristen no.195 “Isine Kitab Suci”

Hatiku Percaya

Janjimu Seperti Fajar Pagi

Gandum di Gudang

Tiba Saatnya

Pembawa firman adalah Pdt. Evi Umboh S.Th , M.Kes.(istri Pdt.Wolter.Kalangi S.Th GKJW Mojokerto) dengan tema “Kasih Itu Indah”. Selesai renungan dilanjutkan dengan penyalaan pohon terang. Acara ditutup doa oleh Pdt. Susanto tepat pukul 19.00 WIB.

Sumber: http://www.gkjw.web.id/dangdut-koplo-musik-rohani-alternatif
»»  Selengkapnya...

Nubuat Pemanasan Global

Dahulu manusia menganggap dirinya adalah penguasa dari alam. Namun kini akhirnya kita menyadari bahwa kita bagian dari alam. Ini terbukti dari kita tak terlepas dari segala bencana di bumi ini. Selama ini kita berpikir bahwa segala perbuatan yang dilakukan dalam memanfaatkan alam secara sewenang-wenang adalah hal baik. Akan tetapi kini kita menyadari bahwa hal ini baik hanya untuk sementara dan dapat mengganggu ekosistem alam. Begitulah peristiwa pemanasan global yang selama ini terjadi jika dilihat dari kerohanian.

Inilah yang telah menjadi suatu penggenapan nyata atas kebenaran yang dinyatakan oleh keagamaan sejak dahulu dimana yang selama ini dilakukan oleh manusia hanyalah merusak bumi:
Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. (Kejadian 6:11-12)
Walaupun setelah itu diturunkannya peristiwa air bah, namun itupun hanya menjadi suatu batu peringatan saja dan selanjutnya pun tetap ada masalah seperti perisitiwa menara Babel. Manusia yang saat ini pun mengira adalah makhluk paling sempurna dan pelindung seluruh makhluk di dunia ini nyatanya hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mementingkan hal lain dalam ekosistem. Bahkan pada agama yang meyakini tumimbal balik seperti Hindu dan Buddha pun terbebas dari lahir kembali merupakan suatu tujuan besar karena justru diturunkannya manusia di bumi ini adalah untuk merasakan penderitaan dan penderitaan itu sendiri memang nyata terjadi seperti sakit, bencana, atau sejenisnya. Kebenaran suatu agama memang mempunyai kebesaran di dunia ini dan salah satunya adalah peristiwa pemanasan global ini.
»»  Selengkapnya...

Dua Belas Lembar Uang Lima Dolar

Dameon Sharkey yang berusia 13 tahun mengalami banyak kesengsaraan, masalah-masalah fisik, dan berbagai tantangan. Sebab itu, ia tidak menonjol di antara anak-anak lainnya. Ia tidak berpakaian seperti kebanyakan siswa SMP lain yang mengenakan celana besar berwarna hitam, kemeja putih yang dikancingkan sampai ke bawah, dan dasi untuk pergi ke sekolah.

Sebagai remaja yang memiliki sedikit teman dan harus banyak berjuang di sekolah, tampaknya Dameon bukan tipe anak yang dapat mempengaruhi masyarakat sekelilingnya. Meskipun demikian, Dameon telah menjadi pahlawan dalam masyarakat dan secara khusus bagi sebuah keluarga yang sedang mengalami kesulitan. Kisah kepahlawanannya adalah sebagai berikut:

Jeff Leeland (guru Dameon untuk Pendidikan jasmani) dan istrinya, Kristi, baru saja menerima berita yang menghancurkan hati. Michael, anak keempat mereka yang baru berusia enam bulan, didiagnosis menderita leukimia awal dan harus menjalani transplantasi sumsum tulang untuk menyelamatkan nyawanya.

Yang lebih memperburuk situasi adalah Jeff belum lama bekerja sehingga perusahaan asuransi menolak memberikan uang sejumlah 175.000 dolar agar Michael kecik dapat dimasukkan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Para dokter telah memberi tahu keluarga Leeland, bahwa sumsum tulang Amy, anak perempuan mereka yang berusia enam tahun, sangat sesuai untuk Michael. Melihat apa yang terjadi, keluarga Leeland tampaknya harus menghadapi gunung yang terlalu tinggi untuk didaki.

Waktunya sangat mendesak bagi Mihael. Bila transplantasi sumsum tulang itu tidak segera dilakukan, maka harapannya untuk hidup lebih lama semakin tipis. Tampaknya situasi yang mereka hadapi sungguh tidak berpengharapan. Anak laki-laki Jeff Leeland dalam keadaan yang gawat dan ia sendiri tidak dapat berbuat apa-apa. Ia merasa sangat terpukul dan sedih melihat apa yang terjadi. Yang dapat dilakukannya hanyalah berdoa. Di tengah doanya itulah ia mendapat keyakinan yang menentramkan hatinya bahwa Allah itu berkuasa.

Jeff Leeland adalah salah satu guru favorit Dameon. Karenanya Dameon tidak dapat duduk diam dan ingin berbuat sesuatu. Dameon pergi ke bank dan menarik semua tabungannya yang berjumlah 60 dolar, lalu berjalan terpincang-pincang ke kantor Jeff Leeland untuk menyumbangkan semuanya.

“Pak Leeland,” kata pemuda yang penuh perhatian itu kepada gurunya. “Bapak adalah guru saya yang baik. Anak bapa dalan keadaan gawat dan saya ingin menolong.” Kemudian Dameon mengulurkan tangannya dan menyerahkan dua belas lembar uang kertas lima dolar kepada gurunya yang tercengang. Setelah memeluk Dameon dengan penuh rasa syukur dan berterima kasih atas kemurahan hatinya, Jeff Leeland segera ke kantor kepala sekolah dan mereka sepakat menggunakan pemberian Dameon untuk memulai Michael Leeland Fund (dana untuk Michael Leeland).

Segera teman-teman sekelas Dameon mengikuti tindakannya dan secara pribadi mulai mengumpulkan dana untuk operasi Michael. Mereka menulis surat, menelepon, mengadakan pasar lelang, membuat kotak sumbangan, dan menghubungi surat kabar setempat untuk membuat kisah Michael. Bahkan, seorang siswa kelas tiga yang bernama John mengorbankan waktu luangnya untuk mengetuk pintu para tetengganya dan meminta sumbangan. Abdi para siswa Kamiakin Junior High Scooll (=SMP Kamiakin), kasus Michael Leeland bukan lagi menjadi sekedar penggerak pengumpulan dana. Kasus tersebut menjadi “misi kemurahan hati” dari anak-anak muda itu.

Dengan pemberian Dameon sebagai modal awal, sumbangan dengan cepat terus mengalir. Yayasan menerima sumbangan dari yang berjumlah kecil, yaitu 1 dolar sampai yang sebesar 10.000 dolar. Seorang pria yang sedang memiliki utang sebesar 35.000 dolar dan baru saja kehilangan pekerjaannya masih dapat menyumbang 10 dolar, dan seorang narapidana mengirimkan 25 dolar. Seorang anak kelas dua SD menyerahkan sekantung uang sen yang diambilnya dari tabungan, dan seorang anak kelas dua SMP bernama Mary mencairkan depositonya yang berjumlah 300 dolar dan menyumbangkannya untuk Michael Leeland Fund.

Dalam waktu singkat dana dari orang-orang yang bermurah hati itu terus membanjir dan seminggu sejak Dameon menyerahkan sumbangannya, dana tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 160.000 dolar. Membanjirnya dana itu terus berlanjut selama minggu-minggu berikutnya dan sebelum satu bulan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan oleh Michael Leeland Fund telah melonjak menjadi 220.000 dolar. Lebih dari cukup untuk menutup biaya perawatan medis bagi Michael.

Musim panas itu Michael menjalani kemoterapi dan pengobatan radiasi selama dua belas hari sebelum menjalani transplantasi sumsum tulang dari kakak perempuannya. Itu merupakan cobaan yang berat bagi Michael dan keluarganya, tetapi pada hari ulang tahun Michael yang pertama mereka menerima kabar bahwa sel-sel darah putihnya telah melampaui jumlah minimum yang diperlukan. Empat tahun kemudian keadaan Michael semakin membaik. Tubuhnya sudah cukup kuat untuk bermain T-ball dalam salah satu tim lokal. Ia sering berkata ingin menjadi atlet yang baik. Dan berkat kemurahan hati Dameon Sharkey serta usaha teman-teman sekelasnya, Michael berkesempatan untuk mencapai cita-citanya.

Michael Leeland Fund bukan saja berhasil mengumpulkan dana besar yang memungkinkan Michael mendapat perawatan medis yang menyelamatkan hidupnya,tetapi juga berkembang menjadi sebuah yayasan yang saat ini dikenal dengan nama Sparow Foundation. Sparow Foundation adalah sebuah organisasi Nirlaba yang menolong anak-anak muda di sekolah, gereja, dan organisasi pemuda yang menjangkau sesama mereka yang membutuhkan perawatan medis. Itu semua terjadi karena kemurahan hati dan belas kasihan seorang remaja yang berhati lembut dan memiliki kepedulian. Dameon Sharkey tidak punya banyak uang untuk disumbangkan, tetapi apa yang dimilikinya dengan sukacita. Ternyata itu lebih dari cukup.

Jeff Jeeland & Tracy Summer
Alice Gray: Embun Bagi Jiwa - Kaum Muda
»»  Selengkapnya...

Menara Babel versi Papua

Mungkin banyak orang yang sudah pernah mendengar cerita tentang Menara Babel. Ceritanya, zaman dulu manusia berbicara dalam satu bahasa. Jadi, seseorang dapat berbicara dengan menggunakan bahasa sehari-hari saat bercakap-cakap dengan orang dari benua lain. Suatu kali orang-orang menemukan tanah datar dan mereka ingin membangun sebuah menara yang sangaaaat tinggi. Mereka pun ingin membangun kota yang sangat baik dan kota yang bisa mencapai surga.

Rupanya hal tersebut membuat mereka menjadi sombong. Tuhan menjadi tidak suka dengan mereka. Akibatnya Tuhan mengacaukan kata-kata mereka dan menciptakan bahasa yang berbeda-beda. Kota itu tidak pernah selesai dan diberi nama Babel yang artinya kacau dan membingungkan.

Kitab Suci menggambarkan kisah Menara Babel sebagai suatu gambaran bahwa Allah mengacaubalaukan manusia yang ingin menyombongkan diri diantara bangsa-bangsa lainnya. Kesombongan membuahkan kegagalan dan kekecewaan. Orang-orang yang penuh dengan semangat ingin menunjukan kemampuannya membuat kota dan menara akhirnya dibuka matanya bahwa kegagalanlah yang dideritanya.

Rupanya orang Papua memiliki cerita rakyat yang mirip dengan kisah Menara Babel ini. Mari kita simak jalan ceritanya.

Menara Wloin Ke Langit

Konon di Papua, diceritakan bahwa orang-orang yang mendiami dataran rendah daerah Tehit mempunyai seorang ketua suku yang bernama Wloin. Ia seorang ketua suku yang sangat sombong. Ia mau membuat suatu menara yang tinggi sampai di langit. Ia mau mengetahui apa yang dikerjakan oleh Tuhan di langit. Maka, ia menyuruh rakyatnya untuk menebang kayu sebanyak-banyaknya. Dari batang-batang kayu itu, ia mau membangun menara yang tinggi.

Rakyat Wloin beramai-ramai membangun menara dan menara itu semakin lama semakin tinggi. Ketika menara itu sudah sangat tinggi, mereka menari-nari di menara itu, sebab mereka mengira sebentar lagi mereka akan melihat Tuhan. Tetapi, menara itu mulai bergoyang ke kiri dan ke kanan. Tuhan rupanya tidak senang dengan kesombongan mereka. Seorang ibu hamil yang tidak dapat turut bekerja memperingatkan mereka bahwa menara itu akan roboh. Mereka tak menghiraukannya, bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah perempuan malas." Mereka terus menari-nari dan menara itu terus bergoyang dan dan akhirnya roboh. Semua rakyat Wloin di menara itu mati tertimpa menara yang roboh, tetapi wanita hamil itu tidak tertimpa menara dan tetap hidup. Konon, ia menjadi ibu dari orang-orang Papua sekarang ini. (Cerita rakyat daerah Irian Jaya & Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar KTSP "Menjadi Murid Yesus" 2A SD)

Ketua suku Wloin menjadi sombong karena ia merasa dirinya dapat mencapai Tuhan di langit. Ia menganggap dirinyalah yang paling hebat. Dan akibat kesombongan adalah kurang disukai dan hidup tidak seperti yang dikatakannya.
»»  Selengkapnya...

Eksperimen dengan Waktu

Sejumlah ilmuwan mengklaim telah menemukan sebuah hal yang tidak mungkin, yaitu sebuah mesin waktu, “Setiap manusia meninggalkan jejak hidup dirinya sendiri dalam dua bentuk: satu berhubungan dengan suara dan satunya dalam bentuk visual, sebuah surat dengan identitas yang berbeda untuk masing-masing individu manusia.

Berdasarkan hal ini, kita menemukan diri kita sendiri dalam sebuah kondisi perjalanan kembali ke masa lampau untuk melihat dan mendengarkan dari orang-orang terhebat dalam sejarah, menyusun ulang jejak perjalanan hidup mereka yang berenergi dalam bentuk cahaya dan suara.”-Father Pellegrino Ernetti.

Menurut Einstein, saat seseorang mengalami percepatan mendekati kecepatan cahaya, maka waktunya mengalami perlambatan yang cukup signifikan. Melakukan perjalanan dengan kecepatan yang begitu tinggi hanya dalam sesaat, maka saat orang ini kembali ke dunia normal, ia akan menemukan bahwa bagi orang lain beberapa ratus tahun telah terlampaui. Seperti juga perjalanan ke masa depan, maka orang tersebut sudah akan melewati beberapa dekade.

Karena teknologi manusia yang ada sekarang belum mampu menguji teori tersebut, sebagian besar orang percaya bawah sebuah perjalanan semacam itu hanyalah sebuah konsep semata. Tetapi, beberapa orang dikatakan telah melakukan sebuah perjalanan yang menembus waktu. Untuk menguji batas dari teori Einstein, sejumlah ilmuwan mengklaim telah menemukan sebuah mesin waktu yang dianggap tidak mungkin sebelumnya.

Chronovisor: sebuah mesin yang melihat masa lalu

Apa yang akan terjadi jika Anda mampu melihat ke belakang dan secara seksama menganalisa momen-momen penting dalam sejarah? Potensi yang ada untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada masa sekarang dengan bukti-bukti yang ada akan sangat mengejutkan.

Pada Mei 1972, mingguan berbahasa Italia La Domenica del Corriere mempublikasikan sebuah berita spektakuler: Father Pellegrino Ernetti- seorang imam Benedictine, ahli fisika kuantum, dan spesialis elektronik oscillator – telah membuat sebuah alat yang dinamakan Chronovisor, yang mampu menangkap gambar dan suara dari peristiwa masa lalu.

Ernetti mengatakan bahwa teknologi tersebut diciptakan dengan bantuan dari 12 ilmuwan terkenal dunia lainnya (termasuk Enrico, Fermi, dan Wemher von Braun), dan klaimnya dengan cepat menyebarkan suatu kontroversi di seluruh dunia. Lebih jauh dalam perdebatan ini, Imam Ernetti memberikan bukti yang tidak terbantahkan mengenai eksistensi dari alatnya: sebuah foto yang diambil pada saat Yesus Kristus sedang menanggung derita di atas salib.

Tapi bagaimana cara alat ini bekerja? Menurut sebuah penjelasan oleh polymath Ernetti, energi yang berpendar dan suara dari obyek yang terpancar direkam pada lingkungan mereka, di mana hal ini adalah fungsi dari Chronovisor yang mampu merekonstruksi ulang energi dari gambar dan bunyi dari sebuah peristiwa spesifik dari masa lalu.

Sebagai tambahan dari foto yang ia sajikan (sosok Kristus akhirnya ditemukan menyerupai sebuah pahatan di Shrine of Merciful Love di Collevalenza), Ernetti mengumumkan telah merekam beberapa peristiwa dalam kitab injil, seperti hancurnya Sodom dan Gomora, dan batu Sepuluh Perintah Allah yang asli.

Terlepas dari kritik terhadap Chronovisor yang dianggap sebagai sebuah penipuan, Ernetti tetap mempertahankan kamera spesialnya, membantah bahwa Vatican menghalanginya untuk berbicara lebih lanjut tentang penemuannya.

Terlepas dari apakah Chronovisor benar-benar nyata, rasa ketertarikan terhadap alat ini berlanjut sampai hari ini.

Dua tim peneliti saat ini sedang menginvestigasi kemungkinan untuk mencipta ulang sebuah Chronovisor dengan berdasar pada prinsip yang dijelaskan oleh Ernetti. Bila Ernetti mencoba untuk menangkap gambar dari masa lalu, sebuah group ilmuwan Soviet dikatakan telah dengan berani melakukan hal-hal yang lebih membahayakan secara fisik melangkah masuk ke dunia lain yang sejajar (paralel).

Institusi Riset dari Dunia Paralel

Sejarah dari Soviet Union’s Research Institute tentang Dunia Paralel, yang dimulai oleh Stalin dan dibangkitkan kembali pada masa Khrushchev, sungguh misterius. Dalam menginvestigasi alam yang belum diketahui ini, dalam proyek yang tidak umum ini dapat terlihat para ilmuwan yang terlibat dieksekusi dan bangunan serta peralatan yang ada hancur secara misterius.

Setelah ditutup dua kali, penelitian rahasia ini dihidupkan kembali pada tahun 1987, tetapi berita ganjil tetap berlanjut.

Pada 30 Agustus 1989, sebuah tragedi terjadi. Sebuah ledakan yang sangat besar telah meledakkan sebuah fasilitas penelitian di Anjou Islands. Ledakan ini, mencakup area seluas 1,25 mil persegi, menghancurkan sebuah peralatan eksperimen. Peralatan tersebut telah dihantam oleh sebuah benda besar, kemungkinan besar sebuah asteroid yang datang dari sebuah dunia paralel.

Setelah musibah tersebut, tidak ada jejak sama sekali dari peralatan seberat 780 ton yang berisi tiga orang peneliti. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka terperangkap di sebuah alam semesta yang berbeda.

“Kita sedang sekarat tapi tetap melanjutkan eksperimen tersebut,” kata seorang peneliti dari proyek tersebut dalam transmisi terakhirnya yang untuk kali pertama dicetak di surat kabar Rusia, Pravda. “Di sini sangat gelap, kami melihat semua obyek menggandakan diri mereka… Cadangan oksigen akan cukup untuk 43 jam, sistem pendukung kehidupan telah rusak berat. Sampaikan salam kami untuk keluarga dan teman-teman!”

Transmisi terputus secara mendadak

Apakah contoh yang ada di atas hanya sebuah dongeng cerita yang dibuat untuk memuaskan keinginan kita untuk keluar dari kungkungan masa kini? Ataukah teknologi menjelajah waktu sudah berada dalam genggaman kita, tapi masih tersimpan sebagai sebuah rahasia yang dijaga ketat oleh beberapa pihak? Yang tersisa adalah bukti-bukti yang lemah, jawabannya sulit untuk dipastikan. Paling tidak, mungkin eksperimen waktu ini bisa menjadi dongeng-dongeng untuk mengingatkan kita.

Baik hal ini telah disadari dalam teknologi rahasia yang dipakai untuk kekuasaan dan kontrol atau pada penelitian yang berbahaya yang bisa mengakibatkan kehancuran, contoh yang ada mungkin dapat membuka tabir mengapa perjalanan waktu terbukti begitu misterius ini merupakan sebuah batas yang tadinya tidak pernah sungguh-sungguh hendak dilewati. (san)
»»  Selengkapnya...

berbagai jenis Alkitab yang ada di pasaran

  1. King James Version (1611)
  2. Revised Standard Version (1952): Dikeluarkan oleh kaum Protestan A.S. dengan perubahan-perubahan atas dasar naskah-naskah yang lebih authentic. Apocrypha dari Katolik dan Orthodox Timur.
  3. The Yerusalem Bible (1966): Saduran Katolik, di mana Tuhan disebut "Yahweh." Bersejarah, karena lain dari naskah Latin oleh Jerome, dan adanya catatan-catatan kritik modern.
  4. New English Bible (1970): Walaupun saduran gerejani dibawah perlindungan Anglican-Protestan, tapi mudah dibaca, bersumber dan naskah-naskah kuno tanpa tergantung pada terjemahan-terjemahan yang lebih dahulu. Apocrypha ada.
  5. New American Bible (1970): Terbitan Katolik A.S. mutakhir, terjemahan dari bahasa-bahasa yang semula. Aklitab ini dan Yerusalem Bible mendesak Alkitab dan Douay-Rheims.
  6. New American Standard Bible (1971): Revisi yang disusun agak kaku dari saduran yang lebih dahulu dan diabaikan. Kesukaan kaum Fundamentalist.
  7. The Living Bible (1966): Dinista oleh kaum Purist karena kebebasannya dengan naskah. Paraphrase ini oleh seorang Penginjil Kenneth Taylor mempopulerkan Alkitab yang diperjual-belikan di supermarket dan kios.
  8. The Holy Scriptures (1917): Wasiat Lama untuk umat Yahudi. Berdasar atas Alkitab yang lebih tua dalam bahasa Inggris. Para Sarjana akan tamatkan sebuah saduran modern yang lebih baik pada tahun 1980-an.
  9. New Testament In Modern English (1958): Paraphrase dan seorang pendeta Inggris J.B. Phillips, yang membuat Injil-injil dan surat-surat mudah difahami.
  10. Today's English Version (1966): Sebuah terjemahan dan Perjanjian Baru dalam bahasa yang ringkas. Dari American Bible Society.
  11. New Internasional Version (1973): Terbitan terakhir dari Perjanjian Baru oleh suatu panel internasional dari 108 sarjana yang berniat menerbitkan Alkitab yang lengkap pada tahun 1978.
»»  Selengkapnya...

Sejarah Gereja Katolik di Indonesia

Gereja Katolik pertama di Maluku, dibawa Portugis. Daerah lain ya lain lagi ceritanya.

Yang dalam pengaruhnya di Flores, doa-doa bahasa Latinnya katanya tercampur dengan logat Porto. Orang Flores mudiknya pas Semana Santa. (kalu di Spanyol namanya Xemana Santa, sering disebut Holy week)



Jumat (2/4/2010), hari masih pagi. Namun, umat Katolik di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya sudah datang berbondongbondong ke Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana untuk mencium patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus).



Kepercayaan terhadap Tuan Ma berawal lima abad silam. Berdasarkan penelitian dan sejumlah sumber tertulis dalam bahasa Belanda dan Portugis, patung Tuan Ma ditemukan sekitar tahun 1510 di Pantai Larantuka. Diduga, patung itu terdampar saat kapal Portugis atau Spanyol karam di Larantuka.

http://hurek.blogspot.com/2010/04/500-tahun-semana-santa-di-larantuka.html

Di Jawa, baru akhir abad 19 berkembang. Daerah Magelang-Jogja baru masuk Misi Katolik setelah sebelumnya dilarang (sampai 1891)

Misi Katolik di daerah ini diawali oleh Pastor F. van Lith, SJ yang datang ke Muntilan pada tahun 1896. Pada awalnya usahanya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, akan tetapi pada tahun 1904 tiba-tiba 4 orang kepala desa dari daerah Kalibawang datang ke rumah Romo dan mereka minta untuk diberi pelajaran agama. Sehingga pada tanggal 15 Desember 1904, rombongan pertama orang Jawa berjumlah 178 orang dibaptis di sebuah mata air Semagung yang terletak di antara dua batang pohon Sono. Tempat bersejarah ini sekarang menjadi tempat ziarah Sendangsono.

Romo van Lith juga mendirikan sekolah guru di Muntilan yaitu Normaalschool di tahun 1900 dan Kweekschool (Sekolah Pendidikan Guru) di tahun 1904. Pada tahun 1918 sekolah-sekolah Katolik dikumpulkan dalam satu yayasan, yaitu Yayasan Kanisius. Para imam dan Uskup pertama di Indonesia adalah bekas siswa Muntilan. Pada permulaan abad ke-20 gereja Katolik berkembang pesat.
»»  Selengkapnya...

Talking bible

Image
Talking Bible® adalah Alkitab audio berukuran 3.5 x 5 inci. Penampilannya seperti Alkitab saku kecil berbahan kulit hitam dengan tepi berwarna emas, tapi sebenarnya terbuat dari plastik yang awet. Talking Bible ini ringan dan berisi Perjanjian Baru atau seluruh Alkitab dalam format audio. Suara tersebut berupa narasi kata demi kata yang dibaca dari terjemahan Alkitab yang otentik. Tersedia pula berbagai macam bahasa.

The Talking Bible ini dirancang untuk membantu kalangan orang yang hidup di daerah pedalaman yang tidak bisa membaca, sehingga Alkitab cetak jadi tidak bisa digunakan.

Semua orang bisa menggunakan The Talking Bible® untuk mendengar Firman Tuhan dalam format yang mudah dipahami.

Tujuan Talking Bibles International adalah memproduksi rekaman-rekaman suara berbagai terjemahan Alkitab di dunia dan membuatnya dapat diakses oleh jutaan orang di dunia yang tidak dapat membaca.

Talking Bible® mudah digunakan. Hanya dengan beberapa tombol Anda dapat menjelajah ke pasal dan ayat berapapun dengan cepat. Jika mau, Anda juga bisa scroll ke atas dan ke bawah dalam mencari ayat.

Talking Bible® dirancang untuk mendengar Alkitab setiap hari. Talking Bible® merekam di ayat berapa terakhir Anda mendengar, dan kembali ke ayat tersebut ketika Anda menyalakannya kembali.

Talking Bible® memiliki speaker yang cukup kuat untuk didengar kelompok kecil hingga 20 orang di waktu bersamaan. Tersedia juga audio jack untuk penggunaan earphones, headphones, dan portable speakers.

Tidak ada bagian-bagian eksternal. Tidak perlu CD atau download. Di dalamnya sudah terdapat bahasa-bahasa yang bisa dipilih.

Talking Bible® dijalankan dengan tiga batere AA. Selain itu, The Talking Bible bisa juga menggunakan external solar panel atau 6 volt power supply.
Dan tentu saja , ini audio. Yang akan Anda dengarkan bukan kata-kata sintetis, tetapi ayat Alkitab yang langsung dibaca oleh suara manusia.

The Talking Bible® terdaftar sebagai trademark TBI, Inc.

sumber: http://www.talkingbibles.org/myown.cfm
»»  Selengkapnya...

Gereja sudah ada di Indonesia sejak abad ke-7

Gereja Asiria (Gereja Timur) dibentuk pada 33 M oleh St. Tomas. Gereja ini tidak mengakui Konsili Efesus (431 Masehi). Gereja ini secara keliru disebut sebagai Nestorianisme; Ortodoks Asiria tidak menganggap diri mereka Nestorian, dan kesepakatan kristologis baru-baru ini dengan Gereja-gereja Katolik dan Ortodoks memecahkan perdebatan ini secara permanen, dan membuka jalan untuk penyatuan kembali.

Gereja Timur Asiria kadang kala, meskipun tidak tepat, dianggap sebagai sebuah Gereja Ortodoks Oriental. Karena sebahagian besar terpusat di wilayah Kekaisaran Persia, Gereja ini memisahkan diri secara administratif dari Gereja Besar di Kekaisaran Romawi sekitar tahun 400 Masehi, dan kemudian keluar dari persekutuan dengan Gereja Besar sebagai reaksi terhadap keputusan Konsili Efesus yang diselenggarakan pada tahun 431. Selain itu, Gereja Assyria menghormati orang-orang kudus yang di-anathema oleh Gereja Besar dan turunan-turunannya. Lagi pula Gereja Asiria menerima suatu bentuk Kristologi yang bersifat Nestorian atau mirip-Nestorian yang ditolak oleh Komuni Ortodoks Oriental.

Sementara itu Gereja Syria di Persia akibat penganiayaan para shah yang begitu kejam akibat provokasi dari para Majus atau pemimpin Agama Zoroaster penyembah api itu, karena dicurigai menjadi antek Byzantium yang beragama Kristen, musuh bebuyutan Persia itu, memutuskan untuk memiliki Patriarkh sendiri, lepas dari Antiokhia, karena Antiokhia berada dalam wilayah Byzantium. Dan untuk meyakinkan Shah Persia bahwa mereka bukan antek Byzantium, maka secara alamiah mereka menerima theologia Syria dari Nestorius, karena selama ini Gereja Syria, di Persia, memang menghormati tulisan-tulisan Theodoros dari Mopsuestia, guru dari Nestorius. Demikianlah meskipun Nestorius akhirnya meninggal sebagai rahib di padang gurun Libia, ajarannya tetap dipertahankan oleh Gereja Syria di Persia. Maka Gereja Syriapun terpecah menjadi dua, yaitu di Syria Barat yang mengikuti definisi dari Kyrillos dari Alexandria dan di Syria Timur yang mengikuti definisi Nestorius, orang Syria itu. Sejak saat itu Gereja Syria Timur ini terkenal dengan nama Gereja Nestorian, meskipun sebenarnya mereka sendiri tak pernah menyebut diri mereka demikian. Gereja Nestorian ini sekarang lebih dikenal sebagai Gereja Assyria Timur. Ajaran mereka sebenarnya tak sejauh Nestorianisme yang dituduhkan pada mereka, dan praktek-praktek mereka tak beda dengan praktek-praktek Gereja Orthodox. Sehingga ada beberapa sarjana modern yang menyebut mereka sebagai ”Gereja Orthodox Pre-Kalsedonia”.

Gereja ini tiba di Indonesia sejak abad ke-7. yakni di 2 tempat yang bernama Pancur (Sekarang wilayah Deli Serdang) dan Barus (Sekarang wilayah Tapanuli Tengah) di Sumatra (645 Masehi).




Sejarah ini telah tercatat oleh ulama Syaikh Abu Salih al-Armini dalam bukunya dengan judul FIBA “Tadhakur Akhbar min al-Kana’is wa al-Adyar min Nawabin Mishri wa al-Iqta’aih” (Daftar berita pada gereja-gereja dan monastries di provinsi-provinsi Mesir dan sekitarnya). Daftar gereja-gereja dan monastries dari naskah asli dalam bahasa Arab dengan 114 halaman ini berisi berita tentang 707 gereja-gereja dan 181 monastries Kristen yang tersebar di sekitar Mesir, Nubia, Abysina, Afrika Barat, Spanyol, Arab dan India . Dalam bukunya (Abu Salih), tanah Indonesia masih dimasukkan dalam wilayah India (al-Hindah).

Tentu saja pada waktu-waktu, negara laut terjauh juga disebut Hindia dan Samudra dimasukkan ke Selatan India sampai ke Timur disebut laut India. Setelah itu Abu Shalih menuliskan tentang gereja-gereja di Kullam (Quilon) dan gereja-gereja di Fansur (Barus). Jika kita membaca penjelasan Abu Shalih dalam teks bahasa Arab:
“Fansur, fiha ‘iddah Biya’ Jami wa ‘min min Biha sebuah Nashatorah-Nashara, wa Hal fiha kadzalika. Wa Hiya allatiy yasala minha al-Kafur, Hadza wa al-Sinfu yanbuka min al-khasah. Wa hadzihi al-Madinat Biha bi’at wahidat ‘ala Ismi mar’at Sittna al-Saydat al-Adzra’ Maryam.
( Di Fansur, ada beberapa gereja dan orang Kristen dan mereka adalah orang kristen dari Nestorian [Suriah Timur ] dan jadi ini adalah kondisi gereja-gereja. Di kota itu ada didirikan gereja dengan nama: Sayidatina Siti Maryam al-Adzra [Bunda Maria, Perawan Maria yang Murni]).

Abu Shalih al-Armini yang bekerja pada saat ketiga dari khulafat terakhir / khalifah dari Fatimiyah di Mesir (115 – 1171 M) yang menulis buku berdasarkan sumber Arab di luar waktu, seperti: Abu al-Hussain ‘ Ali bin Muhammad al-Shabushti, Kitab al-Adyar (990 M) dan Abu Ja’far Ath Thabariy, Tarikh ar-Rasul wa al-Muluk (923 M). Di kota-kota pusat pengetahuan Kristen di masa lalu seperti, Nisibis, Harran, Yundi Shapur dan Baghdad, para ulama Kristen bekerja sama dengan ulama. Pencapaian atas hubungan antara Kristen-Islam itu dalam perkembangan ilmu di tanah Arab itu terjadi ketika waktu khalifah al-Ma’mun 833 M telah membuka “Bait al-Hikmah” (Rumah Kebijaksanaan), yang dipimpin oleh dua pendeta Kristen: Yusuf bin ‘Adi dan Hunain bin Ishaq. Sisi Kristen telah membuka harta karun budaya / Suriah Aram dan telah menerjemahkan Filsafat dan Seni Yunani ke dalam bahasa Arab. Ada cerita lain Kristen di Indonesia menurut sejarah Indonesia sebelum dan setelah 645 Masehi. Seperti sebagai Mar Abdhi’sho (Arab: ‘Abdi’ Isa) telah ditahbiskan sebagai Metropolitan Gereja Khaldea (Rules of Ecclesiastical Judments 1318 Masehi sudah menyebutkan bahwa “Metropolitan Kepulauan Laut … Dabag, Sin dan Masin” diakui tertulis dalam teologi dan dalam hukum kanonik gereja dalam bahasa Aram / Syriac dan Arab Dabag,. kadang juga dieja sebagai Dabag dan Jabag itu adalah kata Arab untuk Jawa dan Sumatera pada satu waktu sejak abad 10 Patriarkh Elias. V di tahun 1503 Masehi telah dikirim 3 Metropolitan di India dan pulau laut antara Dabag, Sin dan Masin. Mereka adalah Mar Jab ‘Alaha, Mar Ya’qub Denha dan Mar.

Sumber:

1. Abu Salih The Armenian, The Churches and Monastries of Egypt and Some Neighbouring Countries. Edited by B.T.E. Evvets (Oxford:At the Clarendon Press, 1969), p.16
2. Ibid, p.299.
3. Y.W.M. Bakker,”Umat Katolik Perintis Indonesia”, dalam M.P.M Muskens Pr, Sejarah Gereja Katolik Indonesia (Jakarta: Bagian Dokumentasi Penerangan MAWI, 1976), p.38.
4. Prof. Sutjipto Wiryosaputro, “Agama Kristen telah meluas di Indonesia sejak abad ke 7”, dalam Majalah Manusia Indonesia, No.4/1970, p. 151-156.
5. Y.W.M. Bakker, Op.Cit, pp.30-31.
6. John C. England, The Hidden History of Christianity in Asia: The Churches of the East before 1500 (New Delhi-Hongkong: ISPCK and CCA, 1996), p.98.
7. Ibid.
8. Y.W.M. Bakker, SJ. Op.Cit, p.34
9. Noorsena, Bambang, The Flash Back of The Indonesian History, Syriac Christian in India and in Indonesia, March 10th, 2000.
»»  Selengkapnya...

Sejarah Perkembangan Agama Katolik di Tiongkok

Ketika agama Katolik dengan lancar dan tanpa hambatan berkembang di Tiongkok, terjadi pertentangan diagama Katolik sendiri. Yang mana pertentangan itu akan menyeret kaisar Kang Xi dan Paus masuk kedalam kancah tersebut dan menjadi permasalahan politik.

Jauh pada masa akhir dinasti Ming, Ricci bersama missionaris lainnya menyadari bahwa Confucius dan Mencius memiliki tempat dalam sejarah dinasti Tiongkok, filsafat Confuciusm sudah menjadi filsafat bangsa Tiongkok sendiri.

Agar bisa berkembang dan mendapat tempat yang kukuh dalam pengembangan Katolik di Tiongkok ,maka sekte Yesuit menyesuaikan dengan tradisi penghormatan Tiongkok. Mereka mengijinkan untuk upacara penghormatan Confucius, menghormati leluhur. Tindakan ini menimbulkan pertentangan luar biasa diantara sekte-sekte lain. Tapi pertentangan ini belum berkembang kearah hal yang buruk sampai pada masa akhir pemerintahan kaisar Qing Shengzhu.

Pada tahun 1704 (tahun KangXi 43), Paus mengeluarkan dekrit pelarangan, yang isinya adalah antara lain :
1.Setiap orang Tiongkok yang masuk agama Katolik harus menggunakan istilah Tian Zhu dan bukan Tian juga dilarang menggantung tulisan Jing Tian.
2.pada saat upacara penghormatan Confucius, semua umat dilarang ikut serta upacara, membantu kegiatan upacara, berdiri disamping dan yang lebih penting lagi dilarang masuk ke Kong Miao untuk memberi penghormatan
3.dilarang menaruh papan nama leluhur dalam rumah.

Pada akhir tahun 1705, Duo Luo utusan dari Roma membawa Dekrit Pelarangan sampai ke Beijing. Awal tahun berikutnya menghadap kaisar ShengZhu, setelah mengetahui dekrit tersebut , kaisar ShengZhu menjawab, "Tiongkok selama 2000 tahun menjalankan ajaran Confucius dan Mencius. Menghormati Langit, menghormati Confucius dan para leluhur adalah tradisi dan merupakan cara hidup bangsa, Tian yang dihormati oleh orang Tiongkok dengan Tian orang Katolik adalah sama. Kitab Injil memiliki persamaan dengan kitab SiShu WuJing." Ditambahkan pula, "Setiap missionaris barat yang menyebarkan ajarannya di Tiongkok harus mematuhi aturan negara dan menghargai budaya yang berlaku , yang mengikuti ini mendapat perlindungan dari kerajaan Qing, yang tidak bisa mengikuti tinggalkan Tiongkok".

Duo Luo tidak berani membantah kata-kata ShengZhu tapi ketika di NanJing ia memberitahukan isi dekrit itu dan yang melanggar dekrit itu akan mendapat hukuman. ShenZhong mendengar itu beranggapan bahwa Duo Luo tidak menghargai budaya dan tidak mau mematuhi aturan dinasti Qing, ia memerintahkan untuk ditangkap dan dikirim ke Macao. Kemudian ia mengeluarkan peraturan bahwa semua missionaris sekte Yesuit harus memiliki kartu ijin tinggal dan menyatakan akan menghargai budaya Tiongkok, kalau tidak akan diusir keluar.

Tahun 1715 Roma mengeluarkan pengumuman bahwa semua missionaris Yesuit yang tidak mematuhi dekrit larangan akan dibawa ke Roma dan menerima hukuman. Akhirnya missionaris Yesuit dan umat-umatnya dengan terpaksa melaksanakan dekrit tersebut. Kaisar ShengZhong akhirnya mengeluarkan dekrit larangan bagi agama Katolik dan ia mengeluarkan peringatan keseluruh jajarannya, "negara diluar seperti di barat ini, ratusan tahun kemudian akan membawa penderitaan bagi Tiongkok. Negara sudah aman sentausa , tapi sebaiknya bersiap-siap menghadapi bahaya dan terus membangun memperkuat negara." ShengZhong memiliki pandangan yang jauh kedepan sayangnya keturunannya dan para pejabatnya tidak memperhatikan pembangunan negara malah membuat merosot.

Ketika Sheng Zhong meninggal, Si Zhong naik tahta, pada tahun 1723 (YongZheng tahun pertama) bulan 12, gubernur Zhi Min (2 propinsi yaitu Zhi Jiang dan Fu Jian) Jue Luo Man Bao menghadap dan melapor," para missionaris asing dimana-mana membangun gereja , menyusup dan menyebarkan agama." Ia memohon agar para missionaris itu sebagian dibawa ke ibukota untuk bekerja sebagian lagi dikirim ke Macao. Semua gereja didata dan diubah menjadi tempat sarana umum serta agama Katolik dilarang. Si Zhong setuju dan mengeluarkan titahnya sesuai anjuran Bao Luo.

Tidak beberapa lama kemudian, pada saat perundingan antara Rusia dengan dinasti Qing, penterjemah Song JunYong seorang missionaris dari Prancis, menghadap Qing SiZhong, dan memohon agar agama Katolik tidak dilarang dan semua yang disita dikembalikan. SiZhong kemudian mengundang para missionaris yang masih tinggal di ibukota untuk makan bersama. Dalam acara makan bersama itu mereka semua berbincang-bincang dan SiZhong mengagumi lukisan yang dibuat oleh Langsi Ning seorang missionaris Yesuit bahkan pembicaraan sampai tanya jawab masalah astoromi dan ilmu alam. Tapi dibalik pembicaraan hangat itu , SiZhong memaki-maki agama Katolik setara dengan agama sesat (note:yang dimaksud adalah agama Bai Lian). Ia menambahkan bahwa kerajaan sudah mengijinkan mereka tinggal di ibukota dan Guang Zhou serta tidak melarang mereka berhubungan surat menyurat dengan negara-negara Eropa itu "sudah cukup". Ia dengan jelas mengatakan," Saya tidak membutuhkan missionaris, kalau saya mengirimkan para bhikku ke negara-negara Eropa untuk mengajarkan agama disana, raja-rajanya pun pasti tidak akan mengijinkan." Ia menambahkan tidak akan mengijinkan agama Katolik dan tidak mengijinkan mereka menghina Confucius dan Mencius. Pada akhir acara makan, SiZhong berkata, "Kalian boleh-boleh saja datang kehadapanku dan aku akan mencerahkan kalian."

Pertemuan tersebut gagal melunakkan hati SiZhong. Berdasarkan catatan sejarah, selama pemerintahannya sekitar 200 gereja dihancurkan atau disita. Hampir 2000 missionaris diusir ke Macao.

Pada tahun 1773, Roma secara resmi menghentikan kegiatan missionaris serikat Yesuit di Tiongkok.

Hampir 200 tahun serikat Yesuit di Tiongkok pada tahun 1775 benar-benar mengundurkan diri dari panggung sejarah Tiongkok untuk sementara.

Pertentangan masalah tradisi penghormatan ini akhirnya pada tahun 1939 oleh Vatican diputuskan bahwa :
1.orang Katolik Tiongkok dianjurkan menghormati Confucius dan mempelajari ajarannya.
2.orang Katolik Tiongkok boleh sembayang terhadap leluhur dan memiliki papan nama leluhur

Ini adalah Foto dimana seorang Uskup Agung Kardinal berdoa kepada Bunda Maria menggunakan dupa atau hio


Ini adalah foto dimana para umat Katolik di Tiongkok mengarak tandu Yesus seperti mengarak tandu para Dewa dan dibuatkan altar seperti altar para Dewa tiongkok dan gerejanya dibuat seperti nuansa kelenteng

Keterangan: Gambar-gambar diatas tidak bermaksud untuk diolok-olok melainkan untuk memperlihatkan bagaimana beragamnya budaya Katolik di dunia yang salah satunya adalah di Tiongkok.
»»  Selengkapnya...