Indonesia Negara Terburuk Dalam Hal Menyambut Natal

Ditengah-tengah kemeriahan Natal di seluruh dunia, ada pula orang-orang macam MUI yang jangankan membolehkan ikut Natal, mengucapkan ucapan selamat Natal saja tak boleh. Bagaimana dapat dianggap toleran kalau mengucapkan selamat Natal saja tak boleh ? Hal ini berlainan dengan pemikiran NU yang dikenal terbuka pada umat lainnya. Salah satu alasan yang paling menggelikan adalah pertanyaan "apakah orang non-Muslim juga mau mengucapkan kalimat syahadat ?". Padahal sudah jelas kalo yang namanya ucapan selamat Natal perbandingannya adalah ucapan selamat Imlek, Idul Fitri, Waisak, dlsb, bukannya kalimat syahadat karena kalimat syahadat perbandingannya adalah Pengakuan Iman Rasuli.

Namun, apakah harus hari Natal ditanggapi dengan hal seperti itu ?

Tentu tidak, coba saja bandingkan dengan semarak Natal di Manado. Konon, orang-orang dari luar Manado ada yang kaget ketika melihat adanya orang Muslim bahkan perempuan berjilbab juga mengikuti pawai Sinterklas.


Di luar negeri pun, hari Natal pun bahkan dirayakan lebih meriah. Di Jepang contohnya, sekalipun penduduknya mayoritas bukanlah Kristen, kebudayaan Barat dan Kristen dipakai ketika Natal dan pernikahan, sementara kelahiran diurus oleh agama Shinto dan pemakaman diurus oleh agama Buddha.


Petinggi-petinggi Syiah Iran sekalipun, ketika Natal juga berbondong-bondong memberikan ucapan Natal.


Di Lebanon, sebuah pohon Natal berdiri tegak di depan sebuah masjid.


Di Amerika Serikat, umat Buddha pun juga ikut memeriahkan Natal.



Bahkan kaum Atheis sendiri pun juga mengajak orang-orang sepemikirannya sendiri untuk merayakan Natal. Walaupun pakai motif menjelek-jelekkan agama.

"Kita tahu bahwa populasi besar (umat) 'Kristen' sebenarnya adalah ateis yang merasa terjebak dalam agama keluarga mereka. Jika Anda tahu tuhan adalah sebuah mitos, Anda tidak perlu berbohong dan menyebut diri 'Kristen' untuk menikmati musim liburan meriah ini. Anda tetap bisa bergembira tanpa mitos, dan memang harus demikian," ungkap David Silverman, pemimpin American Atheis seperti dikutip dari Christianpost.
Dan masih banyak lagi keikutsertaan kemeriahan Natal lainnya. Jadi, sungguh aneh jika ada orang-orang yang melarang keikutsertaan dalam Natal apalagi melarang ucapan selamat Natal.

NB: Artikel ini dibuat ketika Ramadan juga untuk membalas kejadian ketika Natal malah mengeluarkan soal fatwa Natal.
»»  Selengkapnya...

Palestina Propagandakan Dukungan pada Kristen, OPM Propagandakan Dukungan pada Islam

Propaganda adalah hal wajar bagi separatis.

Saya lihat juga OPM ngepropagandain dukungan kepada umat Muslim: http://www.umaginews.com/2013/05/islam-dan-muslim-mendukung-papua-merdeka.html


Disini saya ingin titip catatan saya bahwa: Perwakilan Negara Papua Barat Pertama yang dibuka para pejuang Papua di Senegal Afrika adalah Negara Islam yang itu di Fasilitasi oleh Pemimpin Muslim Senegal Afrika. Saat ini Wali Kota Inggris bernama Muhammad Abbas adalah Keturunan Pakistan Muslim yang memfasilitasi Tuan Benny Wenda buka Kantor Perwakilan Negara Papua Barat Merdeka berdaulat penuh dari Jajahan NKRI yang mayoritas penduduk Muslim di Kota Pelajar Oxford sebagai Jantung Kota dari Peradaban Barat dewasa ini.

Islam bukan TNI-POLISI RI. TNI/POLRI yang kecam terhadap kita rakyat Papua banyak beragama Kristen Dan Kapldanya selalu beragama Kristen. Teroris Islam ditembak mati TNI-POLRI. TNI-POLRI tidak mewakili kami umat Islam tapi mewakili NKRI harga mati. Kesimpulan saya sepertinya sebahagian anda para pendukung Papua M kesulitan membedakan Islam sebagai agama Dan TNI/POLRI yang jahat terhadap rakyat kita di Papua sebagai manusia yg belum tentu kelakuannya mereferesentasikan Islam.

Karena pelaku penjahat kemanusiaan dari TNI/POLRI tidak semua beragama Islam tapi ada org Papua sendiri dan ada juga beragama non Muslim yang itu, merekalah yang membunuh anak-anak KNPB. Sama saja atas nama Kristen anda bisa berfikir seperti ini tapi pikiranmu belum tentu disetujui Tuhan Yesus yang masih bersaudara sepupu dg Muhammad pembawa agama Islam. Bisakah anda bedakan ini?
Kita tentu juga masih ingat apa yg dilakuin oleh Palestina yg ngepropagandain dukungan yg sama kepada umat Kristen: http://www.al-bushra.org/holyland/sabella.htm

Simpel aja,
jika dengan propaganda macam tu umat Kristen dengan mudahnya mengeluarkan dukungan kepada Palestina,
apakah itu berarti orang Muslim juga kudu ikutan ngedukung OPM juga ?
»»  Selengkapnya...

Apakah Bangsa Indonesia Adalah Bangsa Yang Menghargai Pahlawannya ?

Sebuah ironi dari sebuah negara yang menganut kalimat "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya".

Di Indonesia, terdapat sejumlah tokoh pahlawan yang beragama Kristen. Dan itupun belum termasuk para anggota yang dipimpin oleh tokoh pahlawan tersebut yang juga beragama Kristen. Namun mengherankannya, penerimaannya pun justru dapat dianggap kurang memuaskan.

Terdapat beberapa alasan yang dibuat. Contohnya adalah membandingkannya dengan kolonialis-kolonialis Eropa terutama Belanda yang juga dituduh beragama Kristen. Alasan lainnya adalah dianggap kurangnya peran dalam perlawanan terhadap Belanda. Ada juga yang menyatakan bahwa adanya perlawanan dari golongan Kristen tidaklah alami, melainkan karena adanya sekulerisme yang baru muncul pada abad ke-18.

Seakan-akan, yang namanya sentimen terhadap Kristen itu ada gunanya. Padahal, pada akhirnya pula seluruh wilayah-wilayah di Nusantara diduduki oleh Belanda termasuk wilayah-wilayah Islam itu sendiri.

Film mengenai seorang uskup agung yang menjadi pahlawan nasional berjudul Soegija dituduh sebagai Katolikisasi, disamping film mengenai ulama-ulama yang menjadi pahlawan nasional macam Sang Pencerah dan Sang Kiai juga dibuat.

Selain itu, ada juga yang sok suci ngomong kalo "yang namanya pahlawan tidak memandang golongan apapun". Padahal, pahlawan justru selama ini dipandang pada golongan tertentu.

Bahkan, beberapa tokoh pahlawan Kristen juga diklaim bukan Kristen macam Slamet Rijadi yang dituduh Kejawen Klenik dan Pattimura yang selama ini dinyatakan sebagai penganut Kristen dengan nama asli Thomas Mattulessy, dipelintir jadi penganut Islam dengan nama asli Ahmad Lussy. Hal itu pula yang juga terjadi pada artikel Pattimura di WBI, meskipun di Wikipedia bahasa Inggris sendiri Pattimura masih dinyatakan dalam versi Thomas Mattulessy. Tak hanya itu, bahkan pernyataan bahwa Pattimura adalah Kristen selama ini dituduh sebagai de-Islamisasi.

Khusus bagi pahlawan Katolik, adapula yang menuduh bahwa pahlawan-pahlawan Katolik macam Uskup Soegijapranata yang melawan Belanda (yang dituduh Protestan) bukanlah karena alasan kemanusiaan melainkan karena sentimen antar Katolik dengan Protestan dan Katolik sendiri ditindas karena zending Protestan. Ini sungguh munafik ! Jika kata mereka demikian, maka perjuangan pahlawan-pahlawan Hindu, Buddha, dan Islam sendiri juga adalah hal wajar karena memang ditindas. Meskipun begitu, saya sendiri tak menampik dengan adanya pahlawan-pahlawan Protestan.

Ini sungguh menggelikan. Jika mereka saja tidak menghormati Pahlawan Nasional yang beragama Kristen hanya karena hal-hal ad hominem seperti itu, maka dengan demikian golongan Kristen pun juga tak akan pula menghormati tokoh-tokoh pahlawan macam Ahmad Dahlan, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, dlsb. Alasannya pun beragam, salah satunya adalah tidak melakukan pertolongan terhadap golongan lain terutama pribumi Kristen. Dalam kata lain, tidak ada satupun tokoh pahlawan manapun yang mencangkup seluruh golongan alias hanya pada golongan-golongan tertentu saja.

Sarkasme ?

Anda pikir tulisan ini sarkasme ? Bertopik sensitif ? Menyerang ? Terserah, apa juga bedanya sama tulisan yang ada disini:
Dan masih banyak lagi, silahkan dicari di Google untuk lebih banyaknya.

Lagipula, toh percuma saja Indonesia merdeka tapi memiliki orang-orang yang pikirannya sempit macam itu. Suatu negara tak akan maju jika terdapat orang-orang yang berpikiran macam itu, meskipun ia adalah seorang sejarawan kuliahan universitas tapi ilmunya dipakai buat sentimen antar golongan. Lihatlah Jepang yang merubah sifatnya dari sentimen terhadap Kristen menjadi terbuka terhadap antar golongan sejak Restorasi Meiji dan saat ini menjadi salah satu negara maju di benua Asia.

Sumber: http://medialogika.org/sejarah/jika-muslim-tak-menghargai-pahlawan-kristen-maka-pahlawan-muslim-juga-tak-akan/

Artikel Terkait:
»»  Selengkapnya...

WorldPeace: Kristenisasi Atau Apa ?

Mengembangkan suatu tujuan memang terdapat banyak hambatan. Begitupun saat mempromosikan situs ini. Banyak yang awalnya tertarik namun kemudian berpaling dengan dugaan "jualan indomie/kecap/panci" yang merupakan istilah alternatif dari Kristenisasi yang dikatakan menggunakan media tersebut. Sebaliknya, bagi para Kristen ini malah menduga sebagai situs agama lain dan penyatuan agama.

Memang menjadi pihak yang demikian sangatlah sulit. Sama halnya ketika Mahatma Gandhi berusaha mendamaikan umat Hindu dan non-Hindu di India saat terjadi konflik sebelum akhirnya berdirilah negara Pakistan. Beliau dianggap terlalu membela pihak non-Hindu oleh umat Hindu dan terlalu dianggap membela pihak Hindu oleh umat non-Hindu (sumber: Seri Tokoh Dunia edisi Mahatma Gandhi)

Untuk itu informasi dalam artikel ini mungkin bermanfaat karena dikhususkan untuk menjawab dugaan hal ini mengingat banyak sekali yang bertanya dan sebagai awalannya akan diulas mengenai Kristenisasi pada umumnya.

Mengenal Kristenisasi

Pada awalnya saya kira topik mengenai Kristenisasi hanyalah suatu bualan para Kristolog untuk mencari alasan kenapa mereka membenci agama Kristen mengingat pada saat itu informasi mengenai Kristenisasi hanya berasal dari sana. Akan tetapi ternyata diketemukan pula sebuah pernyataan dari umat beragama lain mengenai hal yang sama dan itu berarti Kristenisasi merupakan sebuah fakta. Kristenisasi tersebut konon diprakarsai oleh sebuah dasar dari Alkitab yang menyatakan untuk menyebarkan ajaran Kristus mengenai Kerajaan Allah dan menyelamatkan "domba yang hilang" (orang yang belum Kristen)

Akan tetapi saat ini tentu hal ini akan dianggap buruk karena tidak menghargai kebebasan beragama orang lain, saya termasuk yang mendukung pernyataan tersebut.

Lagipula seseorang jika ingin diangkat menjadi seorang Kristen haruslah di dalam hatinya telah ada niat dan kemauan untuk itu. Jika tidak ada kemauan atau hanya karena dipaksa oleh orang lain maka tentunya pengangkatan ia menjadi seorang Kristen adalah hal sia-sia. Jadi janganlah takut untuk mempelajari agama Kristen karena buktinya semua Non Kristen yang bersekolah di sekolah Kristen pun masih menganut agamanya ketika keluar dari sekolah tersebut.

Ulasan mengenai Kristenisasi selengkapnya dapat dibaca disini: Waspadalah Terhadap Saksi-Saksi Yehuwa ! Anti Tritunggal = Pro Kristenisasi

Lalu, apakah situs ini melakukan Kristenisasi ?

Jawabannya adalah TIDAK! Karena disini pun terdapat artikel yang mengulas mengenai jawab dari gugatan agama lain contohnya adalah adanya kategori Belajar Dari Buddhisme dan itu tandanya situs ini sangat universal dan sama sekali tidak berpihak pada golongan tertentu. Bahkan pada salah satu artikel mengenai penindasan Kristen terhadap kaum Buddha pun justru membela kaum Buddha.

Situs ini pun sama sekali tidak mengungguli golongan tertentu karena pada setiap artikel pun hanya menjabarkan jawaban dari golongan tersebut terhadap suatu gugatan yang dibahas. Jadi jelas bahwa situs ini tidaklah menggurui. Dan kalaupun ada yang mengungguli suatu golongan pun tak hanya satu golongan yang diungguli namun juga golongan yang lain. Hanya saja artikel mengenai Kristen lebih banyak dikarenakan agama Kristen merupakan yang paling sering digugat.

Tak hanya agama Buddha dan Kristen, artikel mengenai agama Konghucu pun ada. Itu semua hanya sebagai bentuk dari solidaritas bagi para kaum beragama yang berbeda ragam dan tidak bermaksud untuk hal-hal aneh seperti menyatukan agama atau apa. Ini terbukti dari bahasan mengenai agama yang berbeda dipisahkan semua meskipun dalam 1 artikel. Hal ini hanya karena rasa pluralis saja seperti halnya Gus Dur.

Hanya saja artikel mengenai agama Islam tidak ada karena saya tidak begitu mengerti tentang Islam dan selain itu sudah banyak situs lain yang sudah membahas hal tersebut. Lagipula mengenai agama lain masih amat sedikit atau malah tidak ada yang mengulas secara mendetail pada situs lain.

Seperti halnya pernyataan seorang Kaskuser bernama kecapasinreload yang membuat thread berjudul Anda Bertanya Kristen Menjawab yang dikhususkan bagi siapapun juga untuk menanyakan sesuatu mengenai agama Kristen berikut ini.
Ada satu pertanyaan yang sering didengungkan Non-Kristen, apakah TS membuat Thread ini dengan maksud untuk Kristenisasi ?

Thread ini ditujukan kepada Siapapun yang atas kesadarannya sendiri tertarik kepada Kekristenan, apabila anda tidak tertarik, kenapa anda masuk ke Thread ini ?

Karya Penebusan Kristus yang kami imani itu gratis, tapi tidak murahan , memberikan Kabar Baik ini kepada orang yang secara jelas tidak menginginkannya, sama saja seperti perumpamaan di bawah ini :

Matius 7
6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.


Apakah Firman Tuhan itu akan diterima ? Jawabannya tidak.
Akan diterima dengan kakinya, di injak-injak dan anjing dan babi itu akan berbalik badan ke arah saya, dan mengoyak saya.

Ketika saya berbelanja ke sebuah toko buku beberapa waktu yang lalu, terdengar suara orang sedang memberi materi seminar.

Setelah saya dekati, ternyata yang di putar di Stand DVD tersebut adalah materi debatnya Ahmed Deedat yang seperti kita ketahui bersama, sedang melakukan sesuatu yang menurutnya "pembongkaran kebenaran Alkitab".

Materi itu tentu saja sangat Offensive bagi umat Kristiani, karena bagaimanapun, tidaklah etis memutar materi ini di tempat umum dan lagi ni nggak terjadi di satu tempat saja, di TB Y pun materi ini sering diputar.

Di suatu acara TV pun, di mana seorang wanita dengan wajah keibuan, dan tubuh yang gemuk, pernah saya dapati menyatakan di TV, bahwa Isa Al Masih hanyalah manusia biasa.

Pak Tifatul Sembiring pun sempat di kritik atas komentar nya menyamakan Kontroversi Video Ariel Peterpan dengan Penyaliban Isa Al Masih, yang mana dalam Islam menurut beliau Isa Al Masih tidak lah disalibkan.

Masjid sebelah rumah juga seringkali di dalam ceramahnya sang penceramah kerapkali menyebut masalah penyaliban Isa Al Masih dan bagaimana proses disamarkannya Isa dengan Yudas Iskariot.

Apakah ini upaya Islamisasi? Saya sebagai seorang Kristen tidak melihatnya sebagai "ancaman iman".

Umat Muslim tentu saja mencintai Agamanya dan ingin melakukan yang terbaik yang mereka bisa, dengan cara mereka sendiri, dan bagi saya hal ini manusiawi, selama tidak ada unsur pemaksaan di dalamnya

Jadi sangatlah tidak adil apabila Thread sederhana ini dikatakan sebagai usaha Kristenisasi ...
 Sumber: http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=288205718&postcount=1
»»  Selengkapnya...

"Nubuatan" Ngawur Nyi Roro Kidul dalam Alkitab

Suatu oknum ada yang berusaha untuk menyambung-nyambungkan mengenai legenda Nyi Roro Kidul dengan suatu ayat dalam Alkitab. Demikianlah yang dicantumkan dalam sebuah artikel berjudul Batu Hobon, Nyi Roro Kidul, dan Orang-Orang Niniwe.

Ayat yang disebutkan tersebut adalah Lukas 11:29-32 yang berbunyi demikian:

11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" 

Perkataan tersebut sebetulnya juga disebutkan dalam Matius 12:38-42.

12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Disebutkan bahwa pada waktu penghakiman Ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka, sebab Ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan Hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada disini lebih daripada Salomo. Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengar pemberitaan Yunus dan sesungguhnya yang ada disitu lebih dari Yunus.

Jelas terlihat bahwa hal tersebut hanya terlalu memaksakan untuk disama-samakan karena dari jarak antara daerah yang mempercayai legenda Nyi Roro Kidul dengan penulisan Alkitab pun sudah sangat jauh sehingga mustahil terjadi koneksi antar keduanya.

Raja Salomo dan Ratu Syeba
Ratu dari Selatan yang dimaksudkan tersebut adalah Ratu Syeba yang berasal dari Arab Selatan dalam Perjanjian Lama yang tercantum di 1 Raja-Raja 10:1-13 yang memang disebutkan pernah bertemu dengan Raja Salomo seperti halnya yang dicantumkan dalam kedua ayat dalam Perjanjian Baru tersebut. Dalam Perjanjian Lama tersebut diceritakan mengenai Ratu Syeba beserta pasukan pengiring yang sangat besar untuk mengujinya dengan teka-teki yang kemudian dapat dijawab oleh Raja Salomo dan lalu diberi hadiah yang sangat banyak. Untuk mengenai kaitan lebih jelasnya dapat dilihat disini: TANDA YUNUS, RATU SELATAN, Lukas 11:29-32.

Sementara, jelas terlihat bahwa Nyi Roro Kidul sama sekali tidak ada hubungannya dengan Raja Salomo.

Memang begitulah sebuah "nubuatan" ngawur yang sesungguhnya hanyalah sebuah permainan anak-anak yang dapat dilakukan dengan hanya dilakukan dengan cara yang biasa disebut dengan utak-atik gathuk sehingga seakan-akan terlihat adanya hubungan dengan apa yang dihubung-hubungkan.

Hal ini dapat dengan mudahnya dilakukan seperti yang pernah di-uji coba-kan disini dengan artikel berjudul Nubuat Pemanasan Global yang padahal kemudian dibalasnya dengan air bah pada masa lalu, bukan dengan Pemanasan Global. Demikian pula sejarah pembentukan negara Israel yang dihubung-hubungkan dengan beberapa ayat Alkitab dalam artikel berjudul Kemerdekaan Israel 1948 menggenapi nubuatan banyak nabi yang padahal yang disebutkan tersebut sebetulnya kejadian-kejadian pada masa Perjanjian Lama dan bukannya nubuatan.
»»  Selengkapnya...

Tumimbal Lahir Tanpa Kepercayaan Adanya Roh

Dalam ajaran Buddha dikenal sebuah dogma bernama Anicca Dukha Anatta. Anicca artinya tidak kekal. Dukha artinya susah hati. Anatta artinya an atma alias an atman alias tidak ada jiwa alias tidak ada pribadi.

Meskipun meyakini doktrin Anicca Dukha Anatta namun umat Buddhist juga meyakini tumimbal lahir (Punabbhava). Karena menganut doktrin Annata (tidak ada roh; tidak ada pribadi) itu berarti yang dilahirkan kembali bukanlah jiwatman (jiwa). Lalu, apa yang dilahirkan kembali tersebut ?

Menurut konsep Buddha, untuk bisa bertumimbal lahir tidak diperlukan adanya sesuatu yang disebut roh, melainkan hanya diperlukan adanya arus kesadaran. Arus kesadaran ini bukanlah roh. Seperti halnya proses ulat yang berubah bentuk menjadi kupu-kupu. Untuk berubah menjadi makhluk baru, ada cangkang yang harus ditinggalkan oleh ulat. untuk itu ia berpuasa dalam kepompong. Ketika tiba waktunya, ia akan keluar dari cangkang ulatnya dan terbang menjadi kupu-kupu. Demikian pula tumimbal lahir, tidak ada roh yang meninggalkan tubuh lama dan masuk ke dalam tubuh baru. Tetapi tubuh batin yang lama berubah bentuk bentuk menjadi tubuh batin yang baru, dengan meninggalkan jasad yang sudah tidak berguna. Adanya makhluk baru yang bertumimbal lahir bukanlah makhluk asing yang kemudian dimasuki oleh arus kesadaran, melainkan makluk baru ini benar-benar evolusi dari tubuh-batin sebelumnya.

Seperti halnya kegiatan sehari-hari, setiap pagi manusia bangun tidur dapat mengingat kehidupan yang telah dijalani pada hari kemarin. saya tidak bisa serta merta pergi bekerja dan masuk kantor, bila tidak ada masa lalu. Dua tahun lalu, sebuah perusahaan telah menerima seseorang untuk sebagai pegawai. itu adalah masa lalu. sehingga hari ini, orang-orang di kantor itu tidak merasa asing dengan kehadiran dia dan dia tahu apa saja yang harus dilakukan di sana. Semua itu berlandaskan kepada masa lalu. Di masa depan, yaitu akhir bulan ini, ada harapan menerima gaji. Seperti itulah orang mengaitkan masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang.

Ada banyak orang yang meragukan tentang kehidupan di masa lampau atau kelahiran kembali di masa yang akan datang. Seseorang tidak perlu terlibat di dalam keraguan tersebut karena lebih baik menempatkan pikiran ke dalam hal-hal pasti. Ketika teringat kehidupan di masa kecil di mana pernah terjatuh dari sepeda lalu menceritakannya kepada orang, maka tidak ada cara orang lain menguji kebenaran cerita tersebut. Apakah tanda luka di kaki saja cukup membuktian kebenaran bahwa memang benar-benar pernah jatuh dari sepeda ? Padahal, bisa saja sebuah karangan dan luka itu sebenarnya bukan luka karena jatuh dari sepeda.

Jangankan untuk membuktikan kebenaran kelahiran lampau, membuktikan kebenaran kehidupan di masa kecil saja itu sangat sulit, jika semuanya harus diuji sampai orang lain tidak memiliki celah untuk meragukan. Akan tetapi, bila memang benar-benar pernah jatuh dari sepeda dan benar-benar teringat betul, tidak ragu dan yakin itu bukan mimpi, maka tak peduli jika orang lain meragukan cerita itu. Karena keyakinan dengan apa yang teringat dan terpikir bahwa hal ini harus dibuktikan kepada orang lain dan tanpa harus bersikeras bahwa pernah hidup di masa lampau atau akan terlahir kembali di masa depan, tetapi lebih berfokus pada hidup saat ini. Kelak, apabila terfokus pada hidup saat ini, maka akan melihat bahwa setiap yang dijalani tidak pernah lepas dari hubungannya dengan masa lalu.

"Bagi mereka yang tidak percaya, tidak akan ada penjelasan yang dapat meyakinkan mereka. Sebaliknya, bagi mereka yang percaya, tidak akan ada penjelasan yang diperlukan lagi."
»»  Selengkapnya...

Faktor dari Kasus Pedofilia Gereja Katolik

Kabar ini mulai hangat diawali dari Irlandia, kemudian mewabah ke seluruh Eropa dan dengan tiba-tiba melaju sampai ke benua Amerika hingga pada akhirnya juga terjadi di benua Australia yang teramat jauhnya. Hebatnya, kasus yang terjadi adalah hanya pedofilia semua. Sehingga, timbul sebuah pertanyaan, apakah yang menjadi faktor dari kasus yang marak terjadi seperti itu ?

Faktornya pun masih diperdebatkan. Teori mengenai faktor dari praktik selibat (tidak menikah) yang diterapkan oleh Gereja Katolik pun tidak mungkin sebab agama lain pun seperti Buddhisme pun juga mempraktekan sistem demikian tidak pernah terjadi seperti itu.

Namun, jika dianggap hanya kebetulan saja pun amatlah naif sekali mengingat banyaknya kasus dan pelakunya tersebut. Maka dari itu, diperlukanlah sebuah teori yang lebih spesifik lagi. Walaupun hal-hal yang menyangkut pelecehan seksual sudah ada menurut catatan Gereja Katolik sejak 1741 namun generalisasi hal tersebut makin sering terdengar / terjadi sejak 1990an.

Meskipun begitu, berbeda dengan kasus pernikahan homoseksual yang dilakukan oleh sekte-sekte kecil, perilaku itu tidaklah didukung Gereja ataupun menjadi kebijakan Gereja.

Menurut beberapa analis secara general, ini bisa disinyalir karena penyusupan dari penugasan para tenaga pastor yang sebenarnya tidak lolos "fit and proper test" untuk menjadi pelayan gereja sehingga dengan mudahnya oknum tersebut memanfaatkan jabatannya hanya demi memenuhi kepentingan diri sendiri. Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah penelitian dari lembaga riset di Eropa menunjukan bahwa masalah yang sama tidak hanya khusus terjadi pada gereja Katolik namun ini adalah masalah general yang berkembang dimasyarakat bahwa terjadi kenaikan jumlah kasus pedofilia dalam 1 dekade terakhir.

Sehingga, hal itu tergantung dari gejala apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Seperti halnya pula di India yang tak ada kasus pedofilia namun oknum perdagangan manusia yang juga marak terjadi dilakukan oleh seorang biarawati dan seorang imam selayaknya yang terjadi di Eropa.
»»  Selengkapnya...

Pengaruh Makanan Terhadap Nafsu

Dalam Empat Kesunyataan Mulia poin ke-2 mengatakan bahwa penderitaan disebabkan oleh nafsu dan ketiadaan makanan bisa membuat seseorang menderita. Maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan makan juga termasuk nafsu.

Jika ingin konsisten kepada definisi Sidharta, maka nafsu hendaknya tidak hanya dipersempit pada sesuatu yang berkaitan dengan keserakahan, keinginan, dll tetapi juga segala sesuatu yang bisa mendatangkan penderitaan termasuk kebutuhan akan makanan. Jika kebutuhan akan makanan ternyata termasuk nafsu, maka tidak mungkin Sidharta mencapai pencerahan padahal ia masih perlu makan selama 45 tahun lagi.

Namun kenyataannya, Buddha sendiri tidak pernah mengatakan bahwa makanan itu termasuk nafsu. Makanan itu untuk bertahan hidup memang adalah hal wajar. Akan tetapi jika makannya memilih-milih maka itulah yang dikatakan sebagai nafsu. Maka dari itu, para bhikkhu di zaman Buddha itu hanya boleh menerima makanan namun tidak boleh meminta dan apapun makanan tersebut tetaplah harus diterima.

Dalam Buddhisme, penderitaan yang dimaksud adalah penderitaan dari sisi mental oleh keinginan yang tidak tercapai maupun tetap tercapai namun tidak puas maka kita akan menderita secara mental. Makanan bukanlah penderitaan karena makan itu untuk mempertahankan hidup. Jika tidak ada makanan, memang tubuh fisik menderita. Tetapi pikiran tidak akan menderita karena akan tetap sadar.

Kalau ada makanan, mereka akan tetap makan tanpa harus berpikir hal tersebut nafsu atau bukan daripada mati konyol karena takut dibilang nafsu. Kalau tidak ada makanan, mereka boleh mencarinya seperti memetik buah dari tumbuhan liar. Kalau memang sudah tidak ada makanan lagi maka pikiran akan tetap sadar. Sehingga dia tidak akan menderita karena tidak ada makanan, walau fisiknya sakit namun mentalnya tidak sakit karena ia sudah mampu memahami bahwa tubuh ini akan hancur dan tidak ada makanan lagi sehingga tetap melihat realitas.

Dari: MoodPecker
»»  Selengkapnya...

Perilaku Tidak Menyenangkan Yahudi Israel

Beberapa kesaksian mengenai segelintir orang yang pernah mengunjungi Israel mengatakan bahwa orang Yahudi tidak seperti yang selama ini dipikirkan. Menurut mereka, orang Yahudi cenderung bersikap tidak ramah dan terlihat angkuh ketika menemui orang-orang Non-Yahudi.

Bahkan orang-orang tersebut terkadang tak segan-segan menyerang kepercayaan yang dianut targetnya. Padahal, hal tersebut tak seperti yang terlihat pada lingkungan mereka dimana terdapat Gereja Makam Kudus (Kristen), Tembok Ratapan (Yahudi), dan Masjid Al-Aqsa (Islam) yang terletak berdampingan dalam satu kota Yerusalem.

Ada pun bukti video gambarnya adalah sebagai berikut:

Tentunya itu hanyalah suatu oknum yang memiliki suatu kepentingan terkait. Oknum tersebut tak lain adalah berasal dari kalangan Yahudi Orthodox yang merupakan golongan ekstrimis dari orang Yahudi dimana mereka merasa paling benar dan paling merasa menjaga kemurnian Yudaisme.

Selain itu, mereka justru menentang negara Israel. Meskipun ada pula yang tinggal di Israel dan menjadi warga negara Israel, namun tanpa malunya pun tidak mau mengibarkan bendera Israel seperti warga negara lainnya.

Hal ini dikarenakan bahwa mereka mempercayai bahwa pembentukan negara Yahudi haruslah menunggu kedatangan Mesias yang mereka anggap masih belum datang. Namun bagi Zionisme, pembentukan negara Israel tidaklah perlu demikian namun orang-orang Yahudi dapat merebutnya sendiri dengan berbagai cara.

Terlepas dari kepercayaan itu, pusat keagamaan Yahudi tetaplah berada Israel seperti sisa-sisa Bait Allah (Tembok Ratapan) dan sejenisnya dimana mereka bertanggung jawab untuk menjadi juru kunci yang mengurus dan menggunakannya karena disitulah tempat sandaran mereka. Jika tidak, maka tentunya tak akan digunakan lagi dan menjadi sia-sia.

Namun diluar itu semua, Israel adalah negara sekuler seperti halnya negara lainnya yang bersandarkan Mandat Inggris pada masa Perang Dunia II dimana tidaklah berkepentingan terhadap suatu bangsa maupun sebuah kepercayaan tertentu melainkan sebagai kepentingan bersama yang ada didalamnya termasuk orang-orang Non-Yahudi.
»»  Selengkapnya...

Konflik Katolik-Protestan di Belfast

Setiap setahun sekali pada bulan Juli di Eropa Barat, selalu saja diributkan oleh sebuah pertikaian antara kaum Katolik dengan kaum Protestan di Belfast, Irlandia Utara yang disebabkan oleh penyelenggaran pawai kaum Protestan yang diselenggarakan secara tahunan yang konon sangat menyinggung kaum Katolik disana seperti yang diungkapkan oleh beberapa media berita berikut ini:
Dalam pemberitaan tersebut seakan terdapat perpecahan sosial diantara kedua kaum dibawah naungan Kristus tersebut. Namun kenyataannya, kubu konflik yang terjadi disana adalah soal dua bangsa, dua suku, dua desa yang bermusuhan satu dengan yang lain sejak turun-temurun namun kebetulan agamanya adalah Kristen yang beda aliran. Permusuhan mereka dipicu oleh perbedaan tersebut, bukan oleh agamanya.

Kerusuhan tersebut notabene hanyalah ketidakpuasan rakyat Irlandia Utara akan terus berlanjut sampai akhirnya rasa ultra-nasionalisme Irlandia Utara menyatu dengan nasionalisme Irlandia atau Inggris. Pawai yang diselenggarakan tersebut tersebut tentu saja menyinggung perasaan nasionalisme rakyat Irlandia Utara karena disebut sebagai peringatan kemenangan Inggris.

Identitas Katolik dengan identitas Protestan pada perjuangan nasionalisme Irlandia Utara adalah sesuatu yang dibesar-besarkan dalam konflik tersebut. Padahal masing-masing pada salah satu kubu kerusuhan tersebut belum tentu adalah penganut Katolik maupun Protestan yang semata-mata hanya semangat nasionalisme. Simbol-simbol yang dibawa oleh peserta parade sendiri juga bukanlah simbol dari Kekristenan manapun.

Kerusuhan akibat nasionalisme/sektarian tidak hanya terjadi antara Britania Raya dengan Irlandia Utara di Eropa Barat. Contoh lainnya adalah bangsa Frisian di Belanda dan bangsa Basque di Spanyol. Hanya saja keduanya sudah tidak terjadi lagi dalam 10-20 tahun terakhir.

Semua konflik yang terjadi tersebut pun sama sekali tidak ada satupun dukungan apapun sekalipun moril dari para pemimpin gereja manapun. Gereja jauh dari upaya buruk seperti itu. Lagipula, pergolakan antara Katolik dengan Protestan yang sebenarnya sendiri sudah selesai pada Abad Pertengahan dahulu kala.

Artikel Terkait:
»»  Selengkapnya...