Tampilkan postingan dengan label Answering Christology - Ajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Answering Christology - Ajaran. Tampilkan semua postingan

Ayat Perpuluhan VS Ayat untuk Mendukung Israel

Dalam hal masalah menyitir Alkitab, perpuluhan adalah bagian paling utama yang dilakukan pada hal tersebut. Salah satu ayat yang sering digembar-gemborkan pada perpuluhan adalah mengenai Yesus memberikan pajak pada pemerintah Romawi. Padahal sudah jelas yang Yesus berikan uang adalah pemerintah dalam hal ini penguasa seperti halnya saat ini orang membayar pajak, bukan kepada gereja seperti halnya yang dilakukan oleh para pendukung perpuluhan.

Namun, karena hasil sitiran dari Alkitab itulah malahan orang-orang pendukung perpuluhan menjadikannya kepastian pada kegiatan mereka. Padahal, adapula orang jahat atau iblis yang dianggap dapat pula menyitir ayat dalam Alkitab, seperti ayat-ayat yang dianggap sebagai pegangan Adolf Hitler misalnya.

Berbeda dengan ayat untuk mendukung Israel, ada orang yang menentangnya karena menganggap Israel yang dimaksud dalam Alkitab berbeda dengan Israel pada zaman sekarang. Padahal perkataan tersebut dapat pula berlaku pada perpuluhan, keuangan dalam Alkitab yang menggunakan uang pada zamannya (koin emas, perak, dlsb) tentunya berbeda dengan keuangan zaman sekarang yang menggunakan uang kertas, ATM, dlsb. Sehingga, jikalau perpuluhan itu benar adanya, harusnya yang diberikan pada aksi perpuluhan adalah uang-uang pada zaman Alkitab yang tentunya akan susah dicarinya.

Selain itu, ayat-ayat macam penyembelihan hewan, pengorbanan, dlsb yang terdapat dalam Alkitab pun juga pada saat ini pun umat Kristen tak menggunakannya. Dalam hal ini, tentunya jika orang yang menyitir ayat dalam Alkitab sebagai pedoman untuk mendukung Israel dianggap bodoh, maka orang yang menyitir ayat dalam Alkitab sebagai pedoman untuk perpuluhan dapat dianggap sama donk.

Sudah seharusnya gereja semestinya mendapatkan dana bukan hasil dari jemaatnya melainkan dari dermawan seperti halnya yang dilakukan oleh Dokter Lo Siaw Ging.
»»  Selengkapnya...

Pemikiran Melenceng Kristolog Dhanuttono (2)

Kristolog Dhannutono membuat sebuah pemikiran untuk merendahkan suatu keyakinan dalam umat Kristen berjudul "Tuhan siapa yang lebih baik ?" dalam situs miliknya: http://dhanuttono.blogspot.com/2009/06/tuhan-siapa-yang-lebih-baik.html

Disebutkan mengenai sekelompok keluarga dengan empat bersaudara yang sama-sama beragama Kristen namun orangtuanya Non-Kristen yang hidup berkecukupan. Salah satu anaknya meyakini bahwa Tuhan yang memberi berkah dalam hidupnya.

Padahal orangtuanya adalah Non-Kristen dan tentunya seluruh rejeki yang didapatnya berasal dari orangtuanya tersebut. Sehingga pada akhirnya Kristolog Dhanuttono memiliki suatu pemikiran bahwa anak-anak tersebut tidak tahu diri karena berkah yang mereka anggap berasal dari Tuhan sebetulnya merupakan kekayaan orangtuanya yang Non-Kristen.

Tentunya hal ini amat konyol karena berkah Tuhan dapat datang dari mana saja seperti yang diceritakan pada sebuah buku berjudul 1000 Cerita Bijak, Litani Serba Salah pada Halaman 37-38 berikut ini:

Beppo adalah nama seorang anak berumur delapan tahun. Kedua orang tuanya miskin dan mempunyai enam anak. Mereka tinggal di rumah yang kecil dan amat sederhana. Pada suatu hari, Beppo mendengar perkataan ibunya bahwa ia akan mempunyai adik lagi. Beppo bingung. Akan ditempatkan dimana adiknya nanti. Sudah tidak ada tempat lagi di dalam rumahnya.

Beppo pergi ke sekolah dan melihat orang menjual balon. Ia membeli satu balon merah dan ia tidak jadi masuk sekolah. Ia pergi ke lapangan yang terletak diluar sekolah. Disana ia menulis sesuatu. "Tuhan, beberapa minggu lagi aku mempunyai adik kecil. Kami, anak-anak, sudah berjumlah enam orang dan tinggal di rumah sempit. Tuhan, berilah adik kami itu tempat tidur yang mungil dan selimut mungil. Aku tinggal di desa Argo. Salam dari Beppo." Beppo melipat suratnya. Mengikatnya dengan benang dan menerbangkan surat itu bersama balonnya. Balon terbang membumbung tinggi. Beppo menunggu dengan sabar jawaban surat itu.

Pada suatu hari, ada kiriman paket yang ditujukan kepada Beppo tanpa alamat si pengirim. Isi paket itu seperti apa yang diminta Beppo dalam suratnya dahulu. Ternyata kiriman itu dari seorang bapak.

Kebetulan Bapak itu sedang berjalan-jalan mencari angin. Ia menemukan balon Beppo yang telah kempes tergeletak di pinggir jalan kecil. Ia membaca surat Beppo dan kemudian berpikir sejenak, "Mungkin hanya aku yang terpanggil oleh Tuhan untuk terlibat dalam kehidupan Beppo." Maka ia mengirimkan apa saja yang diminta di dalam surat itu tanpa alamatnya.

Demikian pula dengan sebuah perumpamaan dari Yesus yang menceritakan mengenai orang Samaria yang menolong orang Lewi dimana pertolongan pun justru didapat berasal dari orang yang bukan golongannya. Karena itu, justru beginilah Tuhan memberikan berkatNya dengan berbagai cara yang salah satunya adalah melalui perantaran orang lain.

Artikel Terkait:
»»  Selengkapnya...

Dongeng Lelucon Kristolog Dhanuttono (1)

Seorang Kristolog yang menamakan dirinya Dhanuttono membuat suatu cerita amat provokatif terhadap umat Kristen yang dimuat pada situs miliknya berjudul "Anak Setan - Hal yang menggelikan": http://dhanuttono.blogspot.com/2009/05/anak-setan.html

Diceritakan bahwa terdapat seorang wanita yang berkuliah di Kanada yang tidak beragama Kristen padahal berasal dari keluarga Kristen.

Ketika kecil ia dibawa oleh orang tuanya ke gereja untuk dibaptis. Usai sang pendeta memberi berkat, tiba-tiba sang pendeta terjatuh dan pingsan. Setelah beberapa saat, sang pendeta tersebut sadar dan langsung mengatakan bahwa wanita itu adalah anak setan yang dikawal oleh 2 orang sehingga sang pendeta tidak dapat menyentuhnya.

Akibatnya, hidup wanita tersebut menderita karena kemudian ia dijuluki sebagai anak setan. Bahkan saat ini ia tidak tinggal serumah dengan orang tuanya walau dalam sekota hanya karena keluarganya mempercayai sang pendeta.

Tentunya kisah itu tidak benar karena diceritakan pada saat itu wanita tersebut masih kecil yang tentunya masih suci dan belum tersentuh dosa apapun. Sebab yang dikatakan sebagai anak setan adalah orang-orang tidak menuruti perintah-perintah Tuhan seperti yang tertulis pada Injil Yohanes berikut ini:

8:43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Sumber: Yohanes 8:43-44

Dan tentunya jika kisah tersebut benar, maka harusnya pendeta tersebut tentunya tidaklah memaki wanita tersebut melainkan menyuruh setan beserta 2 pengawalnya pergi seperti halnya yang Yesus lakukan bahkan hingga mengorbankan kawanan babi didekat situ seperti yang diceritakan pada Injil Matius berikut ini:

8:28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.
8:29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
8:30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
8:32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
8:33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
8:34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Sumber: Matius 8:28-34

Bahkan kuasa tersebut dapat dilakukan oleh orang yang percaya kepadaNya seperti halnya yang dikatakan pada ayat yang berasal dari Injil Markus berikut ini:
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (Markus 16:17)
Jika orang percaya pun dapat demikian, bagaimana dengan sang pendeta tersebut yang tentunya sudah mengetahui mengenai Alkitab beserta isinya dan telah menjadi orang percaya ? Pastilah pendeta tersebut akan tau apa yang akan ia lakukan ketika menghadapi hal tersebut dan bukannya memaki-maki seperti itu. Sehingga hal yang menggelikan justru adalah cerita yang dibuat oleh Kristolog Dhanuttono tersebut.

Artikel Terkait:
»»  Selengkapnya...

Waspadalah terhadap Saksi-Saksi Yehuwa ! Anti Tritunggal = Pro Kristenisasi

Seperti biasanya, Non-Kristen yang mengkritisi Kristen kebanyakan adalah dikarenakan ancaman Kristenisasi. Dan kebanyakan dari kritisan mereka adalah konsep Tritunggal yang memang banyak digunakan sebagai alat penyerang bagi Kristolog maupun sekte kecil Kristen untuk menyerang golongan Kristen besar seperti Katolik Roma. Seringkali, mereka menjagokan sekte-sekte Kristen Anti-Tritunggal seperti Saksi-Saksi Yehuwa dalam menyerang keimanan Tritunggal dari bagian dalam lingkup Kristen.

Sekte Saksi-Saksi Yehuwa tersebut biasanya berbaur dalam Gereja Kristen lainnya namun dapat dibedakan dari ajaran yang mereka ajarkan. Selain ajaran Anti-Tritunggal mereka, adapula perbedaan lainnya seperti keyakinan bahwa Yesus dipakukan di tiang siksaan dan bukan tiang salib seperti pada ajaran Kristen pada umumnya. Perbedaan lainnya adalah Yesus pernah menampakan diri secara tak terlihat pada tahun 1914 yang jelas tidak ada pada ajaran Kristen lainnya. Perbedaan lainnya dapat dipelajari disini: http://id.wikipedia.org/wiki/Kontroversi_mengenai_Saksi-Saksi_Yehuwa#Perbedaan-perbedaan_doktriner

Namun tidak tahukah mereka bahwa justru sebenarnya mereka menutup mata terhadap kenyataan bahwa Kristenisasi tersebut justru berasal dari Saksi-Saksi Yehuwa itu sendiri: http://id.wikipedia.org/wiki/Kontroversi_mengenai_Saksi-Saksi_Yehuwa#Sikap_terhadap_agama-agama_lain

Sebaliknya, golongan Kristen besar seperti Katolik Roma tidak pernah mempunyai perintah Kristenisasi baik itu dalam dokumen Konsili Vatikan II, Kitab Hukum Kanonik, Ensiklopedi Gereja, hingga Tafsir Kitab Suci: http://filsuf-kampung.blogspot.com/2012/06/sarimi-dan-phobia-kristenisasi_11.html

Sehingga justru dukungan Kristolog Non-Kristen terhadap Saksi-Saksi Yehuwa justru memperburuk keadaan karena jikalau golongan yang mereka dukung tersebut meraih kemenangan maka sama saja dengan makin mengancam keagamaan mereka.

Mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan selain ajaran yang jelas menyimpang dari Alkitab serta aneh tersebut, adapula tafsir Alkitab yang dihasilkan secara fatal yakni mengenai Kristenisasi itu sendiri yang salah satunya:
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (Markus 16:15)
Apakah ayat ini memerintahkan demikian ? Tentu tidak karena hanya dikatakan agar memberitakan Injil dan bukan memasukan orang ke dalam agama Kristen. Pengertiannya sama dengan menyebarkan informasi dari sebuah surat kabar namun bukan berarti orang yang mendapatkan informasi tersebut berlangganan surat kabar tersebut, bukan ?

Begitu pun dengan Yesus, seperti yang diketahui bahwa Yesus mempunyai banyak orang yang mendengar ajaranNya namun tak pernah disebutkan seluruh orang tersebut tersebut dijadikan pengikut alias dibaptis. Itulah yang menjadi suatu pembelajaran bagi Non-Kristen yang mempunyai ketakutan terhadap itu. Jika orang dapat masuk Kristen hanya dikarenakan pemberitaan Injil maka justru sangat menghebatkan agama Kristen.

Pendeta Wolford
Hal yang sama juga terjadi pada kasus pendeta Wolford serta beberapa pendeta di Amerika Serikat yang juga muncul baru-baru ini. Ia melakukan suatu permukjizatan dengan memegang ular berdasarkan tafsir Alkitab sendiri namun ia lupa mengenai tata aturan Kristen yang berlaku pada umumnya.

Dan karena tata aturan itulah kenapa Gereja lainnya tidak melakukan hal tersebut.

Sebab, ada tertulis dalam Alkitab seperti demikian:
Yakobus 3:1-2
3:1 Saudara-saudaraku janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Sumber: Yakobus 3:1-2

Artinya bahwa jika menafsirkan isi Alkitab harus sangatlah berhati-hati karena jika kemudian salah menafsirkan mengenai firman berarti sama saja telah menyesatkan orang lain secara berantai. Maka dari itu jika ingin mengetahui suatu isi Alkitab haruslah mencari tafsir yang dikenal pada umumnya atau kepada orang yang telah ahli dalam bahasa atau teologi. Demikian pula dengan situs ini yang hanya berani memakai ayat Alkitab dalam bahasa yang mudah atau banyak dipakai dan sering meminta bantuan oleh ahlinya terutama pada bagian yang bahasanya amat sulit dimengerti seperti Kidung Agung atau Wahyu pada pemilik situs Sarapan Pagi yang sudah sering memberi pencerahan mengenai pengertian beberapa ayat dalam Alkitab: www.sarapanpagi.org

Hal ini juga berlaku bagi para Kristolog yang sering menafsirkan beberapa isi Alkitab yang dinyatakan mereka sebagai sesat padahal diri mereka sendiri bukanlah ahlinya.

Artikel Terkait: WorldPeace: Kristenisasi Atau Apa ?
»»  Selengkapnya...

Arti Sebutan Tuhan Yesus

Siapakah Tuhanmu ? Tuhanmu siapa ? Tuhanmu Yesus, bukan ? Itulah sindiran dari non-Kristen yang paling sering diterima oleh orang-orang Kristen didepan umum yang membicarakan soal keagamaan. Beberapa orang Kristen malah mengamininya karena memang dalam agamanya dikatakan demikian.

Perkataan non-Kristen itu sendiri disebut sebagai sindiran karena mereka menganggap Ketuhanan dalam agama Kristen sangat lemah karena dianggap menuhankan seorang manusia. Padahal Yesus sendiri dipandang lebih dari sekedar manusia.

Bersamaan dengan itu adapula yang menghubungkan dengan lemahnya Yesus disaat penyaliban. Padahal justru itulah yang menunjukan Ketuhanan Yesus. Selengkapnya bisa dilihat disini: Menangkis Gugatan TKW Kristolog

Selain itu, adapula yang memandang sebagai ketidak monotheismenya agama Kristen bersamaan dengan menyindir konsep Tritunggal yang dianggap mengimani 3 Tuhan. Padahal konsep tersebut BUKANLAH konsep Ketuhanan. Lihat pula penjelasan selengkapnya disini: Kontroversi Tritunggal (Andalan Para Kristolog)

Secara teknis, Tuhan yang sering disebut dalam monotheisme pada agama pada umumnya agama Kristen menyebutnya sebagai Tuhan/Allah Bapa. Lalu, bagaimana dengan sebutan Tuhan untuk Yesus tersebut ?

Berbagai Pandangan Lain terhadap Yesus

Dalam tradisi, Yesus juga disebut sebagai Mesias atau Juru Selamat yang memang bermaksud sebagai penyelamat umat manusia. Dalam agama Yahudi awal abad Masehi, mereka hanya menganggapnya sebagai manusia biasa dan kalaupun terdapat suatu kehebatan dari Yesus maka mereka menganggapnya sebagai ilmu nujum atau ilmu sihir. Namun pada masa modern ini, umat Yahudi tidak terlalu mementingkan pandangan terhadap Yesus. Meskipun demikian, adapula yang telah mengakui Yesus terhadap pandangan pada umumnya: http://id.wikipedia.org/wiki/Mesianik_Yudaisme

Sementara dalam agama Timur seperti agama Buddha, mereka beranggapan bahwa Yesus adalah seorang Bodhisatva diluar negeri Timur. Mereka beranggapan bahwa Yesus pernah belajar agama Buddha di India mengingat antara usia 12 sampai 30 tahun, Yesus tidak diceritakan dalam Alkitab.

Padahal mengenai misteri ini telah dijawab disini: http://katolisitas.org/6206/di-manakah-yesus-di-usia-12-30-tahun

Sementara sanggahan mengenai Yesus pernah ke India juga telah dinyatakan disini: http://www.christiananswers.net/indonesian/q-eden/rfsm-guru-in.html

Sanggahan & Bukti Ketuhanan Yesus

Beberapa orang Kristen memberi bukti Alkitab mengenai Ketuhanan Yesus: http://www.facebook.com/notes/ahmed-cinox/mengapa-yesus-kristusisa-as-disebut-tuhan-dan-manusia-sempurnasuci/118730571545267

Adapula yang memberi sanggahan mengenai Ketuhanan Yesus: http://neofaithfreedom.wordpress.com/2010/01/20/20-kelemahan-mendasar-tuhan-yesus/

Dan sanggahan tersebut telah dijawab pula disini: http://www.sarapanpagi.org/7-tidak-ada-bukti-ketuhanan-yesus-vt604.html

Apa arti penyebutan Tuhan untuk Yesus ?

Rupanya banyak pula pernyataan orang-orang di jaman Yesus yang menyebutNya sebagai Tuhan yang tercantum dalam Alkitab. Seperti contohnya adalah perempuan Samaria yang pernah menemuiNya: Pandangan Alkitab terhadap Kafir

Namun, inilah yang menjadi suatu alat untuk menyerang bagi para Kristolog untuk memberikan keraguan bagi umat Kristen terhadap Alkitab karena perempuan Samaria tersebut baru berjumpa denganNya namun sudah mengatakan Yesus sebagai Tuhan.

Setelah diteliti, ternyata penyebutan Tuhan dalam Yesus yang selama ini kita kenal yang dalam bahasa aslinya yakni bahasa Yunani yang disebut sebagai Theos (Θέος) dan Kurios (Κύριος) memiliki arti "tuan yang terhormat" atau "tuan yang mulia" yang juga identik dengan sebutan Tuhan. Pengertian ini tidaklah meremehkan kehebatan Yesus yang selama ini kita kenal karena karyaNya tetaplah nyata adanya.

Pengartian ini juga tidaklah merendahkan kemuliaan Yesus yang selama ini dikenal karena Yesus tetaplah Putra Allah dalam agama Kristen. Maka dari itu, tetaplah layak Yesus disebut sebagai Tuhan karena BapaNya adalah Allah di surga.

UPDATED 3 Oct

Terakhir, adapula sebuah kabar burung yang menyatakan bahwa sebetulnya gelar Tuhan untuk Yesus tersebut hanya merupakan hasil pemungutan suara dari para imam gereja yang hanyalah seorang manusia biasa pada Konsili Nicea di masa lalu. Lebihnya lagi, beberapa media Anti-Kristen seperti Davinci Code menyatakan bahwa sosok yang diimani orang Kristen juga merupakan hasil pemungutan suara pula dimana yang menjadi kandidatnya selain Yesus adalah Yohanes Pembaptis hingga akhirnya diputuskan bahwa Yesus-lah yang diimani.

Tentulah hal ini merupakan karangan orang saja karena seperti yang dikatakan oleh salah satu link yang tercantum sebelumnya bahwa Alkitab pun terdapat bukti mengenai hal ini. Dan tentunya pengimanan terhadap Yesus oleh orang Kristen juga berasal dari Alkitab karena Perjanjian Baru sangat jelas terlihat lebih memfokuskan pada kehidupan Yesus ketimbang yang lain termasuk diantaranya adalah Yohanes Pembaptis.

Dan jelas bahwa Konsili Nicea tidaklah membahas seperti itu. Untuk pembahasan sebenarnya, dapat dilihat disini: http://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I
»»  Selengkapnya...

Jika Tuhan Pencipta Segalanya, Siapakah PenciptaNya ?

Bagaimana Tuhan sampai di sini ? Richard Dawkins, di antara ateis-ateis yang lain, berpikir bahwa ia memiliki bukti utama bahwa Tuhan tidak ada. Jika Tuhan telah membuat alam semesta yang kompleks, bukankah seharusnya yang menciptakan Tuhan lebih kompleks lagi? Bagaimanapun, logika semacam itu berasumsi bahwa waktu selalu ada, daripada sekadar menjadi bagian alam semesta.

Rich Deem

Pendahuluan

Siapa yang telah menciptakan Tuhan ? Ini adalah pertanyaan kuno yang mengganggu bagi semua yang suka berpikir tentang pertanyaan-pertanyaan besar. Bertumbuh sebagai non-Kristen agnostik, ia memperoleh alasan potensial bahwa mungkin saja tidak ada satu Tuhan pun. Beragam agama cenderung memecahkan masalah ini dalam berbagai cara. Gereja LDS (Mormon) mengatakan bahwa Tuhan (Elohim) yang kita sembah memiliki ayah, kemudian bertumbuh di sebuah planet sebagai manusia, dan berkembang menjadi tuhan sendiri. Banyak agama lain menyatakan bahwa tuhan-tuhan memperanakkan tuhan yang lain. Tentu saja masalah dari gagasan itu ialah bagaimana tuhan yang pertama muncul? Masalah penelusuran yang tak terhingga ini menjadikan agama-agama itu tidak sah. Agama Kristen mengklaim bahwa Tuhan selalu ada. Apakah gagasan ini bahkan mungkin terjadi? Apakah sains menyebut tentang itu?

Pandangan Agama Kristen

Agama Kristen menjawab pertanyaan tentang siapa yang menciptakan Tuhan di ayat pertama dalam kitab paling pertama yakni kitab Kejadian:
Pada mulanya, TUHAN menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1)
Ayat ini memberitahu kita bahwa Tuhan bertindak sebelum Ia menciptakan alam semesta. Ayat-ayat yang lain dalam Perjanjian Baru memberitahu kita bahwa Tuhan telah bertindak sebelum waktu dimulai, yang dengan demikian, Ia menciptakan waktu, bersamaan dengan dimensi-dimensi lain di alam semesta:
  • Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat TUHAN yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan TUHAN bagi kemuliaan kita. (I Korintus 2:7)
  • yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (II Timotius 1:9)
  • dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh TUHAN yang tidak berdusta, (Titus 1:2)
  • TUHAN yang Esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin. (Yudas 1:25)
Gagasan bahwa Tuhan menciptakan waktu, bersama dengan alam semesta fisik, bukanlah sekadar penafsiran ngawur Alkitab oleh orang Kristen modern. Justinus Martir, seorang apolog Kristen pada abad kedua dalam bukunya, Hortatoru Address to the Greeks, mengatakan bahwa Plato mendapat gagasan bahwa waktu diciptakan bersamaan dengan alam semesta dari Musa:
"Dan dari sumber apakah Plato menyimpulkan bahwa waktu diciptakan bersamaan dengan langit? Karena ia menulis demikian: Waktu, karena itu, telah diciptakan bersamaan dengan langit; supaya mereka bisa bersama, mereka juga bisa larut bersama-sama, jika memang harus terjadi. "Apakah ia tidak mempelajari ini dari sejarah Ilahi Musa?"
Tuhan ada dalam kekekalan abadi

Bagaimana perihal Tuhan bertindak sebelum waktu menjadi masalah yang relevan seputar ciptaan Tuhan ? Terdapat dua tafsiran yang mungkin dari ayat-ayat itu. Pertama, bahwa Tuhan ada di luar waktu. Jika kita hidup dalam alam sebab-akibat, secara alami kita berasumsi bahwa ini adalah satu-satunya segala kehidupan dapat berfungsi. Bagaimanapun, premis ini keliru. Tanpa dimensi waktu, takkan ada sebab dan akibat, sehingga segala sesuatu yang ada di suatu alam tidak perlu sebab, tetapi akan selalu ada. Karena itu, Tuhan tidak perlu diciptakan, tapi, kenyataannya, menciptakan dimensi waktu di alam kita untuk suatu alasan supaya sebab dan akibat bisa ada untuk kita. Bagaimanapun, karena Tuhan menciptakan waktu, sebab dan akibat tidak akan berlaku bagi eksistensiNya.

Tuhan ada dalam banyak dimensi waktu

Tafsiran kedua ialah bahwa Tuhan ada dalam lebih dari satu dimensi waktu. Sesuatu yang ada di satu dimensi waktu dibatasi oleh arah waktu dan terikat pada sebab dan akibat. Bagaimanapun, dua dimensi waktu membentuk bidang waktu, yang tidak memiliki awal dan akhir dan tidak dibatasi pada arah tertentu. Sesuatu yang ada dalam sedikitnya dua dimensi waktu dapat berjalan ke mana saja dalam waktu dan tidak pernah memiliki awal, karena bidang waktu tidak memiliki titik awal. Kedua tafsiran tersebut menuju kesimpulan bahwa Tuhan tidak perlu diciptakan.

Mengapa alam semesta tak dapat kekal ?

Gagasan bahwa Tuhan abadi membawa kita pada gagasan bahwa alam semesta mungkin saja abadi, yang karenanya, Tuhan tidak perlu ada sama sekali. Sebenarnya, ini adalah keyakinan umum para ateis sebelum data observasi di abad 20 menolak keras gagasan bahwa alam semesta itu abadi. Fakta ini mengajukan dilema besar bagi para ateis, karena alam semesta yang tidak abadi menyiratkan tentang keberadaan penyebabnya. Mungkin Kejadian 1:1 benar! Tidak mempedulikan fakta itu, para ateis menemukan suatu "sains" metafisika yang berusaha menjelaskan keberadaan Tuhan. Karena itu, kebanyakan kosmolog ateis percaya bahwa kita hanya melihat bagian yang kelihatan dari "multiversal" yang lebih besar, yang secara acak memuntahkan alam semesta-alam semesta dengan parameter fisika yang berbeda-beda. Karena tidak ada bukti yang mendukung gagasan ini (tidak akan ada, menurut hukum-hukum alam semesta), ini benar-benar hanya menjadi pengganti "tuhan" bagi para ateis. Dan, karena "tuhan" ini tidak memiliki inteligensi dari definisi, maka gagasan ini membutuhkan hipotesis yang kompleks, yang akan bisa diputuskan jika kita menggunakan pisau Ockham, yang menyatakan bahwa seseorang sebaiknya menggunakan penjelasan logis paling sederhana pada setiap fenomena. Rancangan desain cerdas atas alam semesta lebih masuk akal, terutama berdasarkan apa yang kita ketahui mengenai rancangan alam semesta.

Pandangan Sains Mengenai Waktu

Ketika Stephen Hawking, George Ellis, dan Roger Penrose mengembangkan persamaan relativitas umum untuk memasukkan ruang dan waktu, hasilnya menunjukkan bahwa waktu memiliki awal pada saat penciptaan (misalnya Big Bang). Sesungguhnya, jika Anda mempelajari situs-situs universitas, Anda akan menemukan bahwa banyak profesor membuat pernyataan seperti itu - bahwa alam semesta memiliki awal dan awal ini menandai permulaan waktu. Pernyataan itu mendukung klaim Alkitab bahwa waktu dimulai pada saat penciptaan alam semesta.

Tuhan tidak perlu diciptakan, sebab Ia ada di luar waktu (di mana sebab dan akibat tidak berlaku) atau berada dalam banyak dimensi waktu (di mana bidang waktu Tuhan tidak memiliki awal). Karena itu Tuhan adalah kekal, tidak pernah diciptakan. Walaupun mungkin saja alam semesta kekal, yang dengan demikian tidak perlu tercipta, bukti observasi menentang hipotesis ini, karena alam semesta mulai ada sejak sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu. Satu-satunya jalan keluar bagi para ateis ialah penemuan semacam super universe, yang tidak akan pernah bisa dibuktikan secara eksperimental (sehingga itu digolongkan dalam metafisik, bukan ilmiah).

Referensi:
  1. Justin Martyr. Hortatory Address to the Greeks, Bab 33. Dikutip dari Plato's Timaeus Bagian 1.
  2. "Uncomfortable with the idea that physical parameters like lambda [cosmological constant] are simply lucky accidents, some cosmologists, including Hawking, have suggested that there have been an infinite number of big bangs going off in a larger 'multiverse,' each with different values for these parameters. Only those values that are compatible with life could be observed by beings such as ourselves." Glanz, J. 1999. AMERICAN PHYSICAL SOCIETY MEETING: Hawking Blesses the Accelerating Universe. Science 284: 34-35.
  3. "The conclusion of this lecture is that the universe has not existed forever. Rather, the universe, and time itself, had a beginning in the Big Bang, about 15 billion years ago." Stephen Hawking The Beginning of Time.
    Penrose, R. 1966. An analysis of the structure of space-time. Adams Prize Essay, Cambridge University.
    Hawking, S.W. 1966. Singularities and the Geometry of space-time. Adams Prize Essay, Cambridge University.
    Hawking, S.W. and G.F.R. Ellis. 1968. The cosmic black-body radiation and the existence of singularities in our universe. Astrophysical Journal 152: 25-36.
    Hawking, S.W. and R. Penrose. 1970. The singularities of gravitational collapse and cosmology. Proceedings of the Royal Society of London. Series A: 529-548.
Sumber: http://www.godandscience.org/apologetics/who_created_god.html

Artikel Terkait: Dilema Pemikiran Atheis
»»  Selengkapnya...

Penyembuhan Rohani

Beberapa orang mungkin sudah tak asing lagi dengan acara KKR atau Kebaktian Kebangkitan Rohani yang biasa diselenggarakan oleh beberapa gereja Protestan dan dilakukan diatas panggung seperti halnya konser musik dimana terdapat kegiatan penyembuhan orang sakit secara spontan dalam nama Yesus. Tentunya banyak orang bertanya-tanya bahwa jika orang sakit dapat disembuhkan dengan spontan seperti itu, kenapa pula masih terdapat rumah sakit Kristen yang masih mengandalkan ilmu medis ? Atau mungkin kenapa pula acara KKR tersebut tidak diselenggarakan di rumah sakit dan menyembuhkan seluruh pasien di rumah sakit tersebut ? Tak heran, diantara mereka kemudian menganggapnya hanya sebagai drama belaka saja.

Beberapa orang yang menjawabnya hanya menjelaskan lebih mendetail mengenai penyembuhan rohani tersebut. Namun terlepas dari itu semua, entah itu rumah sakit Kristen yang mengandalkan ilmu medis maupun acara KKR yang mengandalkan keimanan bukankah sama-sama merupakan bukti suatu karya gereja dalam membantu masyarakat umum dalam bidang kesehatan, bukan ?

Pengurapan Orang Sakit/Sakramen Minyak Suci
Aslinya dalam tradisi Katolik, penyembuhan semacam itu dilangsungkan dalam suatu ritual yang disebut sebagai Pengurapan Orang Sakit atau Sakramen Minyak Suci: http://id.wikipedia.org/wiki/Pengurapan_orang_sakit

Dimana dalam sakramen ini seorang imam mengurapi orang sakit dengan minyak yang khusus diberkati untuk upacara ini. Sakramen tersebut juga dalam nama Kristus seperti halnya dalam gereja Protestan dan dilangsungkan pula pengakuan dosa terhadap orang sakit. Hanya saja sakramen ini tidak dilakukan secara terbuka seperti halnya acara KKR maupun sakramen lainnya seperti halnya pembaptisan maupun pernikahan namun hanya langsung dilaksanakan pada tempat berbaringnya orang sakit tersebut. Selain itu ritual ini pun hanyalah sebagai pemberkatan agar segera diberi kesembuhan dan bukannya secara spontan seperti halnya acara KKR tersebut.

Lalu, bagaimana dengan penyembuhan rohani yang memang didasari oleh cerita-cerita dalam Alkitab mengenai penyembuhan secara langsung dan dilakukan oleh Yesus sendiri dan 12 muridNya ? Jika diperhatikan, penyembuhan tersebut dilangsungkan untuk penyakit yang berat atau tak dapat disembuhkan seperti buta, bisu, tuli, lumpuh, kanker, kejiwaan, kerasukan setan, atau sejenisnya. Dan perlu diketahui pula bahwa datangnya penyakit semacam itu agar seseorang yang mengidapnya harus menyatakan mengenai keselamatan yang dapat datang dariNya seperti halnya saat Yesus dan 12 muridNya menemui seseorang yang buta berikut ini:

9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

Sumber: Yohanes 9:1-5

Jadi jelas bahwa penyembuhan tersebut tentunya tidak diperuntukan untuk penyakit-penyakit remeh atau masih yang dapat disembuhkan secara medis dan tidak karena panggilan untuk pengakuan Kristus seperti flu, meriang, batuk, atau lainnya. Lagipula, rumah sakit yang dipimpin yayasan Kristen pun juga dilakukan pemberkatan agar terjadi kesembuhan bagi pasien yang minta disembuhkan pada rumah sakit tersebut. Dan itu artinya tak ada bedanya antara rumah sakit Kristen dengan acara KKR karena sama-sama disembuhkan dalam nama Kristus dalam penyembuhannya.
»»  Selengkapnya...

Makna dari Patung Yesus Tersambar Petir

Pada hari Senin tanggal 14 Juni 2010, sekitar pukul 11.15 malam waktu Amerika Serikat, salah satu patung Yesus tertinggi bernama Raja Segala Raja tersambar petir di wilayah Monroe, Ohio.

Banyak yang memberi banyak pernyataan mengenai peristiwa ini. Ada yang menganggap bahwa itu peringatan dari Tuhan untuk tidak membuat dan menyembah berhala. Padahal jelas bahwa penggambaran dengan patung tersebut tidaklah demikian seperti yang dikatakan disini: http://www.isadanislam.com/resensi-buku/ilustrasi-gambar-nabi-muhammad

Adapula yang menyatakan bahwa ini adalah bukti kalau kerohanian tak mampu melindungi suatu hal religi termasuk diantaranya adalah hal ini.

Bagi yang berpikiran wajar tentu hanya menganggapnya sebagai peristiwa alam biasa yang kebetulan terjadi. Namun tentu orang akan menyanggahnya bahwa kenapa hal tersebut tepat menimpa patung keagamaan tersebut.

Kalau menurut pemikiran pribadi awalnya mengira bahwa hal tersebut memang dikarenakan patung tersebut seperti digambarkan seperti mau tenggelam mengingat posisi tubuh dan letaknya di tengah danau. Namun jelas hal ini tak mampu mematahkan anggapan buruk tersebut.

Lagipula selain patung tersebut, sebelumnya patung Yesus Penebus di Rio de Janeiro, Brazil yang terkenal itu mengingat di tahun 2007 dipilih menjadi 7 Keajaiban Dunia tersebut, pada 10 Februari 2008 juga mendapatkan musibah yang sama (lihat gambar): http://bataknews.wordpress.com/2008/02/19/patung-yesus-disambar-petir/

Apakah itu berarti seruan dari orang-orang yang menganggap buruk tersebut benar ?

Pada kenyataannya, kasus ini memiliki hal serupa yang terjadi dalam Alkitab yang menimpa tabir/tirai penutup Bait Suci saat Yesus mengalami sakratul maut diatas kayu salib seperti halnya yang dikatakan pada ayat-ayat yang berasal dari Injil dalam Alkitab berikut ini.
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah (Matius 27:51)
Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. (Markus 15:38)
sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. (Lukas 23:45)
Apakah itu juga pertanda Bait Suci juga dapat dikatakan seperti pada kasus ini ? Sama sekali tidak karena bersamaan saat Yesus sedang menyerukan sesuatu diatas kayu salib sehingga tidak ada hubungannya dengan anggapan berhala ataupun ketidak-mampuan rohani. Justru sebaliknya, saat itu Tuhan bahkan sedang menunjukan kehebatannya dihadapan manusia.

Demikian pula dengan kasus ini, Tuhan telah menunjukan sebuah kehebatanNya dari sebuah peristiwa ini untuk menyadarkan manusia akan kekuasaanNya. Seperti halnya mukjizat beberapa patung Bunda Maria di berbagai belahan dunia menangis darah yang juga menjadi suatu kehebohan beberapa waktu yang lalu. Namun tentunya Tuhan tidak mungkin hanya memperlihatkan mukjizat patung menangis darah karena Tuhan tentunya Maha Kuasa untuk memperlihatkan suatu hal menakjubkan dan salah satunya adalah kasus ini.

Lalu, mengapa harus dengan menghancurkan objek religi ?

Seperti halnya peristiwa Bait Suci tersebut, Tuhan pun memperlihatkan hal tersebut dan itu langsung pada sebuah objek keagamaan yang tentunya. Jika misalnya menimpa pada sebuah objek biasa seperti pohon, tiang listrik, ataupun gedung maka tentu tak akan terlihat istimewa, bukan ?

Satu lagi, terdapat pula sebuah isu terkait hal ini mengenai api berbentuk seperti setan api yang membara setelah patung tersebut disambar petir. Silahkan dibayangkan sendiri.
Pembayangan tersebut memang hanyalah suatu spekulasi semata saja karena tak lebih hanyalah fenomena psikis yang disebut sebagai Pareidolia: http://id.wikipedia.org/wiki/Pareidolia

Lagipula jika hanya sekedar bayang membayangkan tentu adalah hal mudah. Malahan secara pribadi bara api itu malah mirip dengan sesosok malaikat sedang mengangkat sayap/lengannya. Dari pemikiran tersebut tentu orang justru berspekulasi bahwa itu adalah malaikat yang sedang menampakan diri. Bayangkan juga sendiri.
»»  Selengkapnya...

Masalah Kejahatan

Demikian pula, tatkala menjalani masa belajarnya (dalam mempelajari ajaran agama) Soekarno bertemu dan sering berdiskusi soal-soal agama dengan romo Van Lith, seorang pastor Katolik. Sukarno tidak bisa menerima gambaran Tuhan menurut agama Katolik. Bagi Sukarno, Tuhan memiliki kebesaran yang tidak terbatas. Namun mengapa Van Lith membatasi kekuasaan Tuhan hanya pada yang baik? Mengapa ia tidak mau mengakui bahwa kejahatan pun datangnya dari Tuhan? Van Lith marah dan berkata, "Kamu ini orang berdosa, berani menjelekkan Tuhan". Sukarno tertawa seraya menjawab. "Percayalah bahwa Tuhan akan memaafkan saya".

Sumber: Bung Karno Mencari Tuhan

Kepercayaan Soekarno tersebut merupakan kepercayaan kuno yang berkembang sejak jaman Mojopahit. Jika kita mau tarik garis lurusnya masih tersisa di Bali. Hindu di Bali berbeda dengan Hindu di India karena warnanya bercampur dengan Konghucu.

Didalam agama Hindu Bali, dipercaya kebaikan dan kejahatan merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan, merupakan pribadi yang ada didalam Tuhan dan dinyatakan didalam segala ciptaannya, termasuk pada dewa. Jika kita melihat patung dan pohon yang tinggi di Bali selalu diberi kain melingkari dengan warna hitam dan putih. Itulah gambaran kebaikan dan kejahatan yang merupakan satu bagian.

Peter Kreeft
Sementara pertanyaan Soekarno tersebut terkenal dengan sebutan Problem of Evil atau Masalah Kejahatan. Lalu, bagaimana iman Kristiani memahami hal ini ? Seorang filsuf katolik bernama Peter Kreeft berusaha menjawabnya dengan menulisnya di situs ini: http://www.catholiceducation.org/articles/religion/re0019.html

Masalah kejahatan adalah masalah yang paling serius di dunia. Itu juga merupakan salah satu keberatan yang serius terhadap keberadaan Tuhan. Tidak ada orang waras ingin neraka ada.

Ketika Santo Thomas Aquinas menulis buku Great Summa Theologica, beliau hanya menemukan dua keberatan terhadap keberadaan Tuhan. Meskipun ia mencoba mencatat setidaknya tiga keberatan terhadap setiap salah satu dari ribuan tesis, ia mencoba untuk membuktikan dalam pekerjaan besar. Salah satu dari dua keberatan adalah kemampuan nyata dari ilmu pengetahuan alam untuk menjelaskan segala sesuatu dalam keberadaan tanpa Tuhan dan yang lainnya adalah masalah kejahatan.

Masalahnya dapat dinyatakan dengan sangat sederhana: Jika Tuhan itu maha baik, mengapa dunia ciptaannya ini begitu buruk ? Jika Tuhan itu maha baik, maha bijaksana, maha kasih, maha adil, maha kuasa, dan memegang kendali atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, mengapa hasilnya ada yang menyedihkan ? Mengapa banyak terjadi hal-hal buruk pada orang-orang baik?

Ada 4 hal dalam menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, kejahatan itu bukanlah sesuatu yang kelihatan atau bisa disentuh. Sebab entitas itu hanya ada dua jenis yakni Pencipta dan Ciptaan. Menurut kitab Kejadian, segala sesuatu yg diciptakan oleh pencipta (Tuhan) itu adalah baik semuanya adanya. Kita sering menggambarkan kejahatan itu sebagai sesuatu/entitas misalnya awan hitam, kilat, muka yang seram, dll. Penggambaran ini adalah salah. Jika Tuhan adalah sang pencipta kejahatan maka kejahatan itu haruslah sebuah entitas. Kejahatan adalah suatu hasil dari kesalahan kita dalam hal memilih keputusan. Jadi kejahatan itu bukanlah sebuah entitas dan Tuhan bukanlah yang harus disalahkan. Kejahatan itu ada, tapi bukanlah sesuatu entitas.

Kedua, asal-usul kejahatan bukanlah Sang Pencipta tapi makhluk yang bebas memilih dosa dan keegoisan. Singkirkan semua dosa dan keegoisan dan Anda akan memiliki surga di bumi. Bahkan kejahatan fisik yang tersisa tidak akan lagi tertanam di hati dan menyakitkan hati kita. Orang-orang suci bertahan dan bahkan merangkul penderitaan dan kematian seperti layaknya seorang pecinta mengambil tantangan heroik. Tapi mereka tidak memeluk dosa.

Selain itu, penyebab kejahatan adalah kejahatan fisik rohani. Penyebab penderitaan adalah dosa. Setelah Kejadian menceritakan tentang Allah yang baik menciptakan dunia yang baik, disamping menjawab pertanyaan yang jelas "Dari mana kejahatan berasal dari saat itu?" Berdasarkan kisah diturunkannya manusia ke bumi. Bagaimana kita memahami hal ini? Bagaimana kejahatan rohani (dosa) menyebabkan kejahatan fisik (penderitaan dan kematian)?

Allah adalah sumber dari semua kehidupan dan sukacita. Karena itu, ketika jiwa manusia memberontak terhadap Allah, ia kehilangan hidup dan sukacita. Manusia adalah tubuh serta jiwa. Kita adalah makhluk tunggal, tidak ganda: kita bahkan tidak memiliki tubuh dan jiwa sebanyak yang dapat diwujudkan jiwa, atau tubuh berjiwa. Jadi tubuh harus berbagi dalam hukuman karena hukuman adalah sesuatu yang alami dan tidak dapat dihindari sebagaimana halnya tulang patah akibat melompat dari tebing atau perut yang sakit karena makan makanan busuk daripada hukuman sebagai buatan dan pelajaran atau tamparan di tangan akibat mencuri kue.

Apakah akibat dari dosa adalah perubahan fisik di dunia atau hanya perubahan rohani dalam kesadaran manusia -apakah "duri dan onak" tumbuh di kebun setelah jatuh atau apakah hal tersebut selalu ada tetapi hanya dirasakan menyakitkan baru setelah disadari adalah pertanyaan lain. Namun dalam kedua kasus hubungan antara kejahatan dan fisik rohani harus sedekat hubungan antara dua hal tersebut mempengaruhi, jiwa manusia dan tubuh manusia.

Jika asal-usul kejahatan adalah kehendak bebas, dan Tuhan adalah asal dari kehendak bebas, maka apakah  Allah maka asal mula kejahatan? Sebagaimana orang tua adalah asal dari kelakuan buruk anak-anak mereka melakukan dengan menjadi asal-usul anak-anak mereka. Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kita bagian dalam kekuasaannya untuk memilih secara bebas. Apakah kita lebih suka ia tidak melakukan hal tersebut dan menjadikan kita robot bukannya manusia?

Ketiga, Lalu bagaimana caranya menghadapi dunia yang penuh dengan kejahatan ini ? Beruntunglah kita telah memiliki Tuhan yang demikian. Tuhan yang mau ambil bagian dalam menyelesaikan seluruh masalah yang terjadi di dunia ini. Tuhan kita sendirilah yang telah turun tangan. Yang perlu kita lakukan adalah bertobat, percaya dan bekerja bersama Tuhan ikut memerangi kejahatan dengan menggunakan kekuatan kasih.

Jadi kalau kita sudah selalu ingat betapa Tuhan telah berkarya dalam hidup kita setiap hari, bahkan dalam saat-saat kita mati, lalu mengapa kita harus takut akan segala bencana alam, kejahatan, kesusahan yang melanda kita dalam kehidupan kita ini.

Terakhir, bagaimana dengan masalah filosofis? Mengapa hal-hal jelek terjadi pada orang-orang baik ? Jika Tuhan maha kuasa, tentu Tuhan bisa mencegah hal tersebut terjadi. Pertanyaan tersebut dibuat dalam tiga asumsi.

Asumsi pertama, siapa bilang ada orang baik di dunia ini? Pertanyaan seharusnya bukan "Mengapa hal-hal jelek bisa terjadi pada orang baik ?" melainkan "Mengapa hal-hal baik bisa terjadi pada orang-orang jahat ?". Seperti halnya Peri berkata pada Cinderella, "Hai Cinderella, kamu boleh pakai sepatu emas sampai tengah malam" maka tidak seharusnya Cinderella bertanya, "Kenapa saya tidak boleh lewat tengah malam ?" tetapi yang pertanyaan yg benar adalah "Mengapa peri memperbolehkan saya memakai sepatu emas ini ?". Pertanyaannya seharusnya tidak "Mengapa gelas itu setengah kosong ?" tetapi "Mengapa gelas itu setengah penuh ?". Orang-orang terbaik adalah orang-orang yang paling enggan untuk menyebut diri mereka orang baik. Orang-orang berdosa berpikir bahwa mereka adalah orang-orang kudus, tetapi orang-orang kudus tahu bahwa mereka adalah orang berdosa (Tidak patut menerima semua berkat dari Tuhan). Orang terbaik yang pernah hidup pernah berkata, "Tak seorang pun yang baik selain Allah saja."

Asumsi kedua, siapa bilang bahwa semua penderitaan adalah jelek ? Justru hidup yang tanpa penderitaan juga akan menghasilkan keburukan seperti menjadi manja, menjadi lalim, penganiaya, dll. Rabbi Abraham Heschel pernah berkata, "Seseorang yang tidak pernah menderita tidak akan pernah tahu apa-apa". Penderitaan bisa mengajar manusia untuk lebih bijaksana.Tidak benar jika dikatakan bahwa penderitaan itu semuanya jelek. Yang benar adalah semua hal baik atau buruk bisa menjadikan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.

Asumsi ketiga, Siapa yang berkata bahwa kita harus mengetahui semua alasan Allah? Siapa yang pernah menjanjikan kita semua jawaban? Hewan tidak dapat mengerti banyak mengenai kita; mengapa kita harus mampu mengerti segalanya mengenai Allah? Kitab Ayub memperlihatkan, pencarian akar masalah kejahatan, bahwa kita tidak tahu apa tujuan Allah. Betapa pelajaran yang berat: Pelajaran pertama, bahwa kita tidak peduli, bahwa kita semua belum dewasa! Tidak heran jika Socrates dinyatakan oleh peramal sebagai orang paling bijaksana sedunia. Ia menyatakan bahwa ia sendiri tidak memiliki kebijaksanaan, dan itulah kebijaksanaan manusia yang sebenarnya.

Seorang anak yang berada pada lantai 10 gedung yang sedang terbakar tidak bisa melihat petugas pemadam kebakaran dengan jaring pengaman di jalan. Mereka berteriak, "Lompatlah! Kami akan menangkap kamu. Percayalah." Tetapi si anak menolak, "Tetapi saya tidak dapat melihat kalian." Petugas pemadam kebakaran menjawab, "Betul. Tetapi kami bisa belihat kamu."

Kita semua mirip seperti si anak kecil itu, iblis mirip seperti api itu, ketidak pedulian kita ibarat asap, Allah ibarat petugas pemadam kebakaran, Kristus ibarat jaring pengaman. Jika situasinya sampai pada kita harus percaya pada manusia yang bisa salah untuk keselamatan jiwa kita, dimana kita harus percaya pada apa yang kita dengar, bukan pada yang kita lihat, maka seharusnya sungguh masuk akal bahwa kita percaya pada yang tidak mungkin salah, kita mendengar ucapanNya tetapi kita tidak melihatNya. Kita tidak selalu tahu semua alasan Allah, tetapi kita bisa tahu bahwa kita tidak mampu mengetahuinya.

Allah membiarkan kita mengetahui banyak hal, Ia telah mengangkat tirai kejahatan dengan kehadiran Kristus. Disana, kejahatan terbesar yang pernah terjadi, lengkap dengan kejahatan secara spiritual dan kejahatan fisikal, lengkap dengan dosa terbesar (keputusan) dan penderitaan terbesar (dibenci dan disalibkan), terungkap rencana penuh kasih-Nya  untuk membawa kebaikan terbesar, penyelamatan dunia dari dosa dan penderitaan kekal. Disana, ketidak adilan terbesar yang pernah terjadi digabungkan dengan rencana penyelamatan yang diucapkan oleh Paulus dengan "Kebenaran (keadilan) Allah". Kasih menemukan jalannya. Kasih sangat rumit. Tetapi kasih butuh kepercayaan.

Sisi terburuk dari masalah kejahatan adalah kejahatan kekal, neraka. Apakah neraka tidak bertentangan dengan Allah yang Mahakuasa dan Mahakasih? Tidak, karena neraka adalah akibat dari kehendak bebas. Kita bebas memilih neraka; Allah tidak merancang siapapun untuk masuk neraka. Jika sebuah ciptaan benar benar bebas untuk berkata ya atau tidak terhadap tawaran kasih Sang Pencipta dan penyatuan kasih dalam pernikahan sriritual, maka seharusnya memungkinkan juga bagi Sang Pencipta untuk berkata tidak. Dan itulah neraka sebenarnya. Kehendak bebas, sebaliknya diciptakan dari kasih Allah. Karenanya neraka adalah akibat dari kasih Allah.Sepenuhnya.

Tidak ada orang waras ingin neraka ada. Tidak ada orang waras ingin kejahatan itu ada. Tetapi neraka adalah kejahatan yang diabadikan. Jika terdapat kejahatan dan jika ada keabadian, maka neraka itu pastilah ada. Adalah ketidak-jujuran logika menolak keberadaan kejahatan hanya karena mengejutkan dan membuat tidak nyaman, begitu juga dengan keberadaan neraka. Kenyataan memiliki sudut yang keras, mengejutkan, dan bahaya yang menakutkan. Kita sungguh sungguh membutuhkan peta yang bisa dipercaya, bukan kenyamanan perasaan, jika kita ingin sampai di rumah. Adalah benar, bahwa ada orang yang berkata, bahwa "neraka sepertinya tidak nyata, mustahil". Ya, begitu juga Auscwitz (kamp konsentrasi Yahudi jaman Nazi). Begitu juga Calvary.
»»  Selengkapnya...

Analisis Kasus Kematian Pendeta Wolford

Berikut pemberitaannya:
Mau Bermukjiat, Pendeta Amerika Tewas Jadi Korban Kepalsuan Injil Markus
Ajaran Bibel tentang mukjizat iman memakan korban. Seorang pendeta Kristen Karismatik asal Amerika, tewas mengenaskan karena mengamalkan ayat Injil itu.
Ayat Bibel yang diyakini sebagai mukjizat iman adalah Injil Markus 16:17-18:

“And these signs shall follow them that believe… They shall take up serpents; and if they drink any deadly thing, it shall not hurt them” (King James Version)

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, ....mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka” (Alkitab Terjemahan Baru).

“Sebagai bukti bahwa mereka percaya, ....kalau mereka memegang ular atau minum racun, mereka tidak akan mendapat celaka” (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
“Sebagai bukti bahwa mereka percaya, ....kalau mereka memegang ular atau minum racun, mereka tidak akan mendapat celaka” (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
Menurut ayat Injil tersebut, Yesus Kristus menggaransi orang Kristen yang beriman, dengan kepastian memiliki beberapa bukti mukjizat, antara lain: tidak akan celaka bila memegang ular berbisa yang mematikan dan tidak akan celaka bila meminum racun yang mematikan.
Dengan kata lain: pembuktian kebenaran iman orang Kristen menurut ayat tersebut bisa dilakukan dengan testing memegang ular berbisa dan meminum racun. Bila orang Kristen tidak mengalami celaka sedikitpun, setelah memegang ular berbisa atau meminum racun, maka keimanan orang Kristen sudah benar sesuai standar ajaran Yesus. Dan sebaliknya, orang Kristen yang celaka setelah memegang ular berbisa atau meminum racun, maka keimanannya belum sesuai standar. Apalagi orang Kristen yang tidak berani menguji imannya dengan memegang ular berbisa atau meminum racun, mereka berarti meragukan mukjizat iman yang diajarkan Yesus dalam Injil Markus.
Bermodal Injil Markus 16:17-18 tersebut, Pendeta Mark Randall “Mack” Wolford bermaksud membuktikan mukjizat iman di hadapan ratusan jemaatnya. Secara demonstratif, pendeta berusia 44 tahun ini berkhotbah sambil memegang ular berbisa yang peliharanya selama bertahun-tahun.
Pendeta gereja House of the Lord Jesus di Matoaka, Virginia Barat, Amerika Serikat ini sangat yakin bahwa orang Kristen diperintahkan oleh Yesus dalam Alkitab untuk memegang ular berbisa tanpa takut mati.
Bak pawang ular, dalam kebaktian sore di Panther Wildlife Management Area, pada Minggu (27/5/2012) lalu, Wolford membawa ular berbisa saat memimpin kebaktian. Naasnya, ular berbisa itu tiba-tiba mengigit pahanya.Menurut The Washington Post, kegiatan itu segera dihentikan dan Wolford dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat akibat gigitan ular beracun itu. Namun nyawanya tak tertolong dan meninggal sekitar pukul 10 malam di Bluefield Regional Medical Center.
...Pendeta Wolford tak seharusnya mati mengenaskan demi membuktikan mukjizat iman. Karena Injil Markus 16:9-20 sudah diakui kepalsuannya secara konsensus oleh para ilmuwan Kristen sendiri...
Karena pendeta Kristen tidak bisa melakukan mukjizat ular beracun sebagaimana janji Injil, maka yang patut diragukan adalah otentisitas Bibel atau keimanan sang pendeta. Padahal sebagai pendeta fanatik yang beraliran Kristen karismatik, iman kristiani Wolford jelas tak bisa diragukan. Toh ia tewas ketika membuktikan mukjizat yang dijanjikan Injil Markus.
Pendeta Wolford tak seharusnya mati mengenaskan jadi korban gigitan ular beracun demi membuktikan mukjizat iman, bila ia mau berpikir ilmiah dan realistis. Karena Injil Markus 16:9-20 sudah diakui kepalsuannya secara konsensus oleh para ilmuwan Kristen sendiri.
Dalam The Five Gospels yang disusun oleh Robert W Funk, Roy W Hoover dan The Jesus Seminar, Injil Markus 16:9-20 sama sekali tidak dicantumkan.

New York International Bible Society dalam The Holy Bible New International Version, di bawah pasal 16 ayat 8 (hlm 780), meletakkan garis tegas yang memisahkan ayat 16:8 dengan ayat berikutnya (16:9-20). Di bawah garis tersebut terdapat peringatan yang berbunyi: “The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20.” (Dua manuskrip yang paling tua (codex Sinaiticus dan codex Vaticanus) tidak memiliki Markus 16:9-20).

The Holy Bible New King James Version terbitan tahun 1994, pada halaman 993 menjelaskan: “Verses 9-20 are bracketed in NU-Text as not original. They are lacking in Codex Sinaiticus and Codex Vaticanus, although nearly all other manuscripts of Mark contain them.” (Ayat 9-20 di dalam tanda kurung pada teks NU adalah tidak asli. Ayat-ayat itu tidak terdapat dalam codex Sinaiticus dan codex Vaticanus, meskipun hampir semua manuskrip Markus yang lain memuatnya).NU-Text adalah Alkitab gabungan dua versi Alkitab, yaitu: versi The Nestle Aland Greek New Testament dan The United Bible Societies edisi ke-3.

International Bible Society dalam The Holy Bible New International Version, halaman 1040 juga menegaskan kepalsuan penutup Injil Markus: “The earliest manuscript and some other ancient witnesses do not have Mark 16:9-20.” (Manuskrip yang paling tua dan beberapa naskah kuno tidak memiliki Injil Markus 16:9-20).
Gara-gara Injil yang sudah diakui kepalsuannya inilah Pendeta Wolford tewas digigit ular berbisa. Pendeta mana lagi yang berani membuktikan keaslian Injil dengan memegang ular berbisa dan meminum racun? [A Ahmad Hizbullah MAG]
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/06/17/19542/mau-bermukjiat-pendeta-amerika-tewas-jadi-korban-kepalsuan-injil-markus/

Perlu diketahui bahwa tak hanya Pendeta Wolford seorang yang mengadakan aksi permukjizatan seperti ini. Di Amerika Serikat, terdapat beberapa gereja yang mengadakan kebaktian semacam itu yang kebanyakan terdiri dari denominasi Gereja Pentakosta, berbeda dengan keyakinan sang pendeta yang dikatakan menganut Kristen Karismatik:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/ce/Snakehandling.png/650px-Snakehandling.png
Meskipun ada diantaranya yang juga tak seberuntung Pendeta Wolflord: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_fatal_snake_bites_in_the_United_States

Dasar dari aksi mereka tak hanya ayat Markus tersebut melainkan ayat yang berasal dari Injil Lukas ini:
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Lukas 10:19)
Mungkin beberapa dari orang Kristen akan menjawab tuduhan itu dengan mengatakan bahwa kata memegang ular dan meminum racun tersebut sebenarnya adalah gambaran dari segala kejahatan dan tipu muslihat sehingga maksud ayat tersebut adalah jika orang percaya kepada Tuhan maka ia akan dijauhkan dari hal tersebut. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pendeta tersebut salah menangkap maksud dari ayat tersebut. Pernyataan ini ada benarnya namun hal tersebut banyak yang mengatakan sebagai salah satu bentuk kesesatan karena makna istilah ditafsirkan berdasarkan pemikiran hingga jauh dari konteks aslinya.

Sehingga perlu pula ditelisik lebih lanjut. Dalam hal ini adalah kegagalan dalam bermukjizat. Sebetulnya satu-satunya penyebab kegagalan dalam bermukjizat dalam Alkitab adalah karena tidak percaya. Seperti yang diketahui bahwa terdapat pengadaan mukjizat yang lebih lazim lagi dari kalangan Kristen yakni penyembuhan secara spontan. Dalam hal ini Yesus pernah mengatakan bahwa penyembuhan secara spontan akan tidak terjadi jika ia tidak percaya seperti yang dikatakan para kisah ini:

9:14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.
9:15 Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.
9:16 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?"
9:17 Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
9:18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
9:19 Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
9:20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
9:24 Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
9:26 Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."
9:27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
9:28 Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?"
9:29 Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."

Sumber: Markus 9:14-29

Akan tetapi Pendeta Wolford justru adalah orang yang percaya karena dikatakan dalam berita tersebut bahwa ia sampai dipeliharanya bertahun-tahun sebelum akhirnya dibunuh sendiri oleh ular tersebut.

Sehingga analisis selanjutnya adalah sengaja mencobai diri sendiri. Namun ayat tersebut adalah janji yang diberikan kepada orang percaya yang menghadapi bahaya semacam itu ketika melayani Kristus. Adalah dosa untuk mencobai Allah dengan sengaja mendatangkan mara-bahaya atas diri sendiri. Seperti halnya ketika Yesus Kristus menolak ajakan Iblis untuk menjatuhkan diri-Nya dari bubungan Bait Allah meskipun Dia tahu bahwa hal itu tidak akan berakibat apa-apa bagi-Nya.

4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Sumber: Matius 4:5-7

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kematian pendeta tersebut memang wajar terjadi karena Alkitab justru mengharamkan tindakan yang beliau lakukan sehingga tak ada mukjizat apapun terjadi. Meskipun beliau adalah pendeta, namun patut diketahui bahwa beliau tetaplah manusia yang tak luput dari kesalahan. Sehingga kasusnya tak perlu disangkut pautkan dengan keagamaan.

Mungkin beberapa orang akan menyangka dan berpikir bahwa hal tersebut adalah sebagai alasan pengecut karena tidak berani membuktikan sendiri. Namun seperti yang dikatakan ayat Matius yang diatas mengatakan bahwa itu merupakan bujukan Iblis. Sehingga jika seseorang bertindak atau membujuk seperti itu maka sama halnya itu adalah bujukan Iblis.

Lalu, apakah pengadaan mukjizat itu akan benar terjadi ?

Jawabannya YA! Asalkan jika pada suatu kejadian yang memang secara mendadak alias tanpa disengaja atau mencobai Tuhan seperti yang dikatakan pada ayat yang telah saya tampilkan diatas. Dan pengadaan mukjizat tersebut telah dibuktikan sendiri oleh Paulus yang tentunya tidak dengan yang dilakukan pendeta tersebut alias secara spontan.

28:3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.
28:4 Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan."
28:5 Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.
28:6 Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.

Sumber: Kisah Para Rasul 28:3-6

Terakhir, pada berita itu pula disebutkan bahwa ayat tersebut dianggap palsu karena tidak ada pada Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus yang dianggap sebagai manuskrip Alkitab tertua di dunia.

KEDUA CODEX TERSEBUT JUSTRU BUKANLAH YANG PALING TERTUA!

Hal ini sudah pernah dibahas sebelumnya. Untuk penjelasan selengkapnya dapat dilihat pada artikel sebelumnya: Codex Sinaiticus (Menjawab seluruh "ayat palsu")
»»  Selengkapnya...

Mengapa Kristus harus mati di Kayu Salib ?

Tidak dapatkah Allah memberikan saja “Hidup Penuh dan Bahagia” pada manusia ? Pikiran  manusia mengerti Allah dapat menyembuhkan, Alkitab mengajarkan Ia dapat melakukan segalanya, segala masalah/problem Ia dapat pecahkan dan singkirkan.
Mengapa Ia mengachiri hidup manusia dengan Kematian? Mengapa Ia tidak mengubah  keputusan dari DiriNya sendiri didalam pengadilan Akhir Zaman untuk mengampuni saja Keluarga-Nya, Murid2 Nya, dan semua yg percaya menyandarkan diri padaNya?
Buku kecil ini disusun oleh staff para penulis , baca dan ikuti pandangan mengenai alasan2 yg diajarkan dalam Alkitab “Mengapa Kristus direncanakan dan dibiarkan mengalami KematianNya sendiri di Kayu Salib?”

Symbol dari Salib ( The Symbol of Cross )
Dapatkah anda bayangkan apa reaksi masyarakat yg akan timbul apabila ada suatu Kelompok Agama Fundamental menggunakan “Kursi Listrik” sebagai Symbol Agama mereka ? Renungkan seperti apa jadinya bila Symbol Kursi Listrik itu tergantung di dinding atas dari Ruang Pertemuan mereka atau sebagai Kalung Perhiasan yg tergantung melingkari leher  umatnya?
Saat ini , itulah yg terjadi dengan Tanda Lambang Salib . Salib adalah Lambang dari suatu “ Hukuman Mati Brutal “ bagi Terpidana yg melakukan Kesjahatan yg Tak Terampuni dan sangat Berat . Penyaliban adalah cara dari pemerintahan Romawi  meletakkan para Kriminal Beratnya menuju Kematiannya. Cara itu sangat “mengerikan,dan brutal”-sangat menyakitkan menimbulkan  penderitaan yg sangat menyiksa yg harus dialaminya sebelum achirnya per lahan2 Kematian datang menjemputnya , dibandingkan Kamar Gas Beracun. Pasukan Penembak Mati  atau Hukuman Gantung sekalipun.
Mengapa, kemudian, umat Kristen membuat sangat banyak Instrumen Tanda Salib yg padahal  merupakan symbol kengerian dan kekejian dalam masyarakat?
Mengapa Kristen sangat terobsesi mengasihi Symbol dari Kematian ini?Apakah mereka menyadari apa yang mereka lakukan itu?
Dalam banyak hal, seharusnya jawaban umum atas penggunaan symbol  ini adalah “Tidak”! Sekalipun Kristen mengartikan lain MAKNA dari Symbol Salib ini.

Salib malah sekarang meluas menjadi Kalung Perhiasan / Liontin bagi umat Kristen, dan dikatakan oleh mereka Salib itu  mengandung “makna” dari Harapan dan Kasih, sekaligus sebagai “Tanda Keberuntungan (Good Luck)” , bahwa Salib telah berubah arti dari makna asalnya dan kengerian yg ditimbulkan sebelumnya.

Salib secara fakta telah diterima secara umum oleh para pengikut setia Kristus sampai ke para pemusik Hard Rock memakainya sebagai Image Citra diri mreka disekeliling leher mereka.

Pandangan2 dari Salib (The opinions of Cross)
Lalu apa yg orang2 pikirkan tentang Salib? Lebih specific lagi apa yg orang2 pikirkan tentang Salib dan hubungannya dengan Kristus? Disitulah awal mulanya symbol itu datang dan disana pulalah awal perbincangan kita dimulai.
Mengapa suatu awal Kehidupan Indah harus dimulai melalui suatu Akhir yg Mengerikan seperti itu?
Apa sebenarnya yang ada dalam Pikiran Allah kita? Dan apa pula  sekarang yg ada dalam pikiran pada manusia Non Alkitabiyah umumnya terhadap Salib itu?

Disini ada beberapa pandangan, pendapat dan pikiran yg diberikan dari beberapa orang tersebut mengenai “Kematian Kristus di Kayu Salib”.

=Itu adalah suatu contoh dari Non-Resistance ( Ketidak berdayaan )
Beberapa orang mengartikan , bahwa saat Yesus mati diatas Salib, Ia memberikan “Contoh yg Nyata”  tentang bagaimana hidup didalam kebengisan , dari dunia yg penuh intrik permusuhan ini..
Kelompok ini menyatakan bahwa Kematian Kristus memperlihatkan pada kita  bagaimana agar tetap bertahan hidup yaitu dengan melalui cara menjadi tetap kuat dan tabah menghadapi  segala yang terjadi disekitar hidup kita masing2 .

“Ya Bapa, ampunilah mereka , karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat ini.”

=Itu bisa berarti  apapun yg kau inginkan. Mereka yg memilih pandangan ini secara umum percaya bahwa Kristus tidak secara sempurna menyelesaikan segala sesuatu pada saat mati diatas Salib.
Pada saat kematianNya itu, Ia telah secara penuh  menjadi  bagian dari kesadaran / keinsyafan kita atas ketidak berdayaan kita . Salib bisa digunakan sebagai symbol untuk bermacam2 makna mengenai ketidak berdayaan kita, “helpless”..

=Itu tidak mempunyai arti apa2.
Beberapa orang berpendapat bahwa makna yg berarti justru adalah dari Kehidupan Nya, bukan dari KematianNya. Mereka percaya bahwa Ia datang untuk menunjukkan bagaimanakah Hidup yg Tanpa Cacat sehingga kita bisa mengetahui apa Kehidupan yg disukai Allah.
Untuk itulah Allah mengirimnya untuk memberikan teladan itu.KematianNya tak ada hubungannya dengan MisiNya datang kedunia.

=Itu mempertunjukkan kegagalan.Mereka yg berpendapat seperti ini mengatakan bahwa Yesus mempunyai sebuah rencana yg Mulia dan Menyeluruh bagi dunia ini, tetapi sayangnya Ia mati sebelum menuntaskan serta melaksanakannya. MisiNya gugur dan gagal ketika pasukan Roma memantekNya. pada Salib seperti penjahat criminal umumnya. Pada saat disalibkan, kelompok ini berkata, itu berarti bahwa Yesus telah gagal.

Persembahan dari Salib (The offensiveness of the Cross )
Beberapa lainnya mengatakan terlalu banyak hal2 baik yg bisa diambil dari Salib tetapi  mereka salah mengartikannya sehingga menjadi hanya sebagai instrument dari kematian semata.
Tetapi lainnya menyatakan bahwa Salib sangat bermakna tetapi mereka tidak bisa/mampu mengerti Nilai nya.
Rasul Paulus mengatakan dalam tulisannya pada orang2 Kristen di Korintus : “Kami memberitakan Kristus yg mereka salibkan, bagi orang2 Yahudi itu adalah suatu Batu Sandungan dan bagi orang2 bukan Yahudi adalah suatu Kebodohan.”
Paulus menyatakan , bahwa menjadikan Yesus sebagai  Mesias yg telah lama mereka nanti2kan sangat TIDAK MUNGKIN mereka terima.Untuk percaya bahwa Mesias mereka mati disalibkan sangat tidak masuk akal mereka, terutama  adanya ayat dalam  PL yg menuliskan bahwa setiap orang yg mati di tiang kayu adalah DIKUTUK Tuhan.(Ulangan 21:23).Peristiwa Salib meruntuhkan iman mereka dalam2 untuk menerima YESUS sebagai Mesias yg telah dinubuatkan para Nabi sebelumnya..

Pesan Salib adalah suatu Kebodohan bagi orang2 yang akan Binasa”   ( 1 Kor 1 : 18)

Banyak orang diluar Yahudi juga salah mengartikan makna Salib. Dalam opini mereka, itu adalah suatu KEBODOHAN .Mereka bersandar pada Logika pikiran mereka, bahwa hidup yg baik dan menyenangkan akan diterima orang yg Saleh dalam hidupnya. Mereka melihat tak ada alasan untuk percaya pada kematian  Orang dari Galilea itu.

Dan apa pula kata orang2 Masa Kini? Apakah mereka juga tersandung pada pesan sederhana dari Salib itu?

o. Apabila filosofi mereka bahwa tak ada relasi/  hubungan antara Dosa dengan Penebus, maka jawabannya “Ya” mereka tersandung.
o. Apabila oleh kesalehan hidup dan moralitas tinggi mereka, pasti akan diberi pahala Surga dan diselamatkan Allah, maka jawabannya “Ya” mereka tersandung.
o. Apabila mereka mengira Pengampunan Allah kepada mereka adalah berdasarkan sebagai umat/bangsa pilihan dan Nama Keluarga , maka jawabannya “Ya” mereka tersandung.
o. Apabila mereka mengira bahwa Allah sangat Maha Kasih tak mungkin akan  menghukum orang yang bersalah, maka jawabannya “Ya” mereka tersandung.

Pesan awal dari Salib pada abad2 pertama sebagai Kursi listrik akan selalu menghantui mereka yang mempunyai pendapat2 seperti diatas.

“Pesan Salib sebagai Kursi Listrik masih menghantui orang2 masa kini”.

Apakah kita  menyadari bahwa Pesan Salib itu bukan saja sesuatu yg sukar dterima secara seragam maknanya , ia secara nyata menimbulkan beberapa kemungkinan.Dan faktanya Salib menimbulkan “dilema silang pendapat terbesar” sepanjang waktu .

Dilema dari Salib (The Dilemma of the Cross)
Salib  menimbulkan 2  dilema besar – Satu dari perspektip mata Tuhan dn lainnya dari mata manusia.
Semua orang tua / parents dapat mengerti dilemma antara “tidak ingin mengoreksi ketidak patuhan anak dengan menggunaka n disiplin yg menyakitkan”, sementara pada saat yg sama mereka menyadari bahwa” tidak dapat membiarkan atau memperbolehkan “kebiasaan2 buruk” terus berlangsung”.
Apa yang akan anda lakukan? Anda mencintai anak anda.Tetapi dia juga tidak patuh pada anda dan saat ini dia sedang berbohong pada anda untuk menutupi keburukannya.Tentu dan yakin , bahwa anda sangat menyayanginya.Tetapi anda juga tahu bahwa anda tidak dapat hanya pura-pura melupakan problematic itu demi masa depan si anak. Ia harus dihukum dan anda sudah mendapatkan cara untuk menghukumnya.
Situasi  yg terjadi pada kita adalah karena  adanya dosa kita yg sangat complex dari hanya sekedar dosa  berbohong.Jadi disini ada beberapa kemiripan pada diri kita.
 Karena Allah adalah Allah yg Maha Kudus, Ia idak dapat melupakan dan menghapus begitu saja dosa kita. Disatu sisi karena Allah kita adalah Pengasih dan Penyayang, Ia juga tidak dapat merelakan begitu saja “ciptaanNya yg paling dikasihi ini”  pantas mendapat Hukuman Maut itu.

Ilustrasi yg lain mungkin bisa menolong kita adalah untuk melihat dilemma tsb dari perspektip mata manusia.Bayangkan sekelompok manusia terperangkap diatas Atap Gedung bertingkat yg terbakar. Satu2nya jalan untuk menyelamatkan diri dari kobaran api melompat pada atap dari gedung sebelahnya sejauh 7 meter. Dalam kenekatan, orang itu mulai mencoba upaya yg mustahil itu. Beberapa melompat lebih jauh dari lainnya, tetapi hasilnya tetap sama, semuanya jatuh ke tanah dan menemui kematian.

Seperti itulah Kondisi manusia yg tak berdaya dihadapan Allah. Dosa kita menyebabkan “keterpisahan”  kita dari Allah yg Maha Kudus itu, dimana tak ada jembatan  apapun yg kita bisa perbuat untuk mengatasinya.Kita adalah mutlak tak dapat menolong  menyelamatkan diri kita sendiri “Hopeless” .
Tetapi  Rasa  Kasih dari Allah membuat satu jalan yaitu “ Salib dari Kristus “.
»»  Selengkapnya...

Kontroversi Tritunggal (Andalan Para Kristolog)

Tritunggal memang menjadi sebuah arti yang berbeda-beda pada tiap orang. Pada kaum Kristolog menyimpulkan bahwa itu merupakan sisi politheisme Kristen. Bagi para Kristen yang membela ke-monotheisme-annya menganggap bahwa itu merupakan 3 karakter yang sebetulnya adalah 1 kesatuan yaitu Tuhan Allah itu sendiri. Tapi tetapi banyak kontradiksi mengenai teori tersebut seperti pada saat Yesus berdoa di Taman Getsemani yang tak lain ditujukan pada Allah Bapa itu sendiri dan jelas-jelas terlihat bahwa dari Allah Bapa dan Yesus sendiri adalah karakter yang berbeda. Selain itu mana mungkin seorang Bapa juga berperan sekaligus sebagai seorang Anak.

Sebetulnya Tritunggal hanyalah istilah kumpulan saja. Seperti halnya sistem organisasi dalam kehidupan manusia. Artinya adalah 3 oknum yang dalam 1 kumpulan namun pangkatnya berbeda. Allah Bapa adalah kepalanya serta Yesus/Putra dan Roh Kudus adalah wakilnya alias masih berpangkat dibawahnya Allah Bapa.
»»  Selengkapnya...