Pandangan Alkitab terhadap Kafir

Dalam artikel ini akan diulas mengenai sebuah gugatan mengenai pandangan Alkitab terhadap kafir atau orang yang tidak beriman/tidak beragama/tak mengenal Tuhan.

Karena demi lebih berfokus ke topik, saya hanya akan menampilkan bagian akhir yang merupakan bagian yang lebih berfokus terhadap topik.

Berikut gugatannya:
Seharusnya, para misionaris Kristen jangan alergi dengan istilah “kafir” terhadap orang yang tidak beriman. Faktanya, Alkitab (Bibel) sendiri memakai terminologi kafir untuk orang yang tidak beriman, misalnya tercantum dalam kitab Bilangan 23:9, Galatia 2:14, Matius 5:22. Istilah lain dalam Bibel yang merupakan sinonim kata “kafir” adalah orang tak beriman (Yunani = apistos, 1 Korintus 7:15), dan antikristus (1 Yohanes 2:22).
Dalam Kamus Alkitab, disebutkan bahwa makna kafir adalah orang yang tidak bertuhan. Bibel pun secara keras menyebut orang kafir dengan istilah “BODOH” dan “DEGIL” (1 Korintus 1:21, Efesus 4:18).
Jika mau konsekuen dengan pendapatnya, apakah Riady juga mengecam Tuhan kristiani tidak memiliki sifat kasih karena menghina makhluk ciptaan-Nya sebagai makhluk yang degil dan bodoh? bersambung [A. Ahmad Hizbullah MAG/suara-islam]
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/05/06/18970/menangkis-hujatan-penginjil-1-tuhan-pembenci-dan-pendendam/

Apakah itu pertanda bahwa dalam Alkitab orang-orang kafir dipandang buruk ?

Pada kenyataannya sama sekali tidak. Sebab panggilan tersebut tidaklah dibuat-buat melainkan sudah ada sebelum kata itu disebut. Sehingga perkataan itu tak lebih hanyalah karena memberi tentang peribahasa saja dan tidak untuk bahan ledekan. Seseorang dapat menggunakan kata tersebut tanpa ada niat untuk menghina dan hanya sebagai panggilan saja. Sama saja ketika seseorang memanggil seorang pengumpul sampah lalu mengatakan ia adalah "pemulung". Beberapa dari orang yang memakai kata itu mungkin menggunakan kata itu untuk menghina tetapi sebagian besar hanyalah sebagai panggilan saja.

Justru sebaliknya, orang Samaria yang merupakan salah satu yang dianggap kafir karena tidak diakui sebagai orang Yahudi dan tidak boleh bergaul dengan orang Yahudi justru didekati oleh Yesus bahkan menjanjikan berkat pula bagi orang-orang Samaria seperti yang dikatakan pada ayat yang berasal dari Injil Yohanes ini:

4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
4:2 meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya,
4:3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
4:4 Ia harus melintasi daerah Samaria.
4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan (tuan yang terhormat), Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan (tuan yang terhormat), berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan (tuan yang terhormat), nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
4:30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."
4:39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
4:40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.
4:41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
4:42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Sumber: Yohanes 4:1-42

Dari kisah ini, dapat disimpulkan bahwa orang kafir pun juga mendapatkan berkah sekalipun ia tidak diakui sebagai golongan benar namun mempunyai sikap yang baik.

Tak hanya itu, Yesus pun juga mempunyai sebuah perumpamaan yang menyangkut orang Samaria yang digambarkan murah hati dan mempunyai belas kasih.

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Sumber: Lukas 10:25:37

Dari kisah ini, disimpulkan pula bahwa kebaikan tak hanya datang dari sesama melainkan juga berasal dari orang kafir.

Sehingga dapat dilihat bahwa Alkitab memandang orang kafir tidaklah dipandang hina dan malah justru juga mendatangkan kebaikan dan pertolongan serta juga mendapatkan berkah dari Tuhan jika ia juga bersikap baik. Jikalau orang kafir pun dapat bersikap baik dengan sesama, maka tentunya orang yang beragama pun seharusnya juga demikian.

Maka dari itu hendaknya kita memandang orang kafir sederajat dengan sesama karena Alkitab pun juga memandang mereka sepadan dengan orang-orang taat jikalau mereka berbuat baik.

Artikel Terkait: Julukan Hewan dalam Alkitab

3 komentar:

  1. simple saja, ketika agama mengajarkan konsep "kafir" atau sejenisnya, itu berarti agama telah jatuh ke dalam konsep peng-kotak-an dan telah hilang sifat ke-universal-an.

    sebaliknya, jika ada agama yang tidak mengajarkan konsep "kafir", hanya mengajarkan mengenai hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang tidak baik, maka agama tersebut dapat dikatakan universal.

    seperti syair berikut ini:
    "oleh diri sendiri kejahatan dilakukan, oleh diri sendiri pula kejahatan dihentikan, suci atau tidak suci tergantung oleh perbuatan sendiri, bukan oleh pihak luar". --> ini lah semangat universal, tanpa harus menyebut label KAFIR atau non-KAFIR.

    BalasHapus
  2. Salam damai semuanya.. ;-)
    Mengundang ke laman http://islamexpose.blogspot.com

    BalasHapus
  3. adalah bahaya kalau tidak mempelajari secara Kontek'stual makna setiap dari ayat ayat untuk sebutan atau pengistilaan darai kata "KAFIR" dalam sudut pandang Allah sendiri dan Bahasa Alkitab, kalau disalah tafsirkan akan membahayakan diri sendiri tersesat sebelum menagajarkan keluar kepada orang lain>! Jadi diri sendiri dulu harus memahami lebih dulu sebelum dibawa keluar untuk disebarluaskan kepada khalayak umum.! Bisa bisa sama sesatnya.!

    BalasHapus