Garuda dan Pancasila Tidak Ada Hubungannya Dengan Freemason

Teori konspirasi memang merupakan sesuatu yang tak akan ada habis-habisnya untuk dibahas. Berbagai hal demikian dapat selalu menyerang apa saja. Hanya dengan ilmu yang sering disebut dengan utak-atik gathuk tanpa ada penjelasan bagaimana ceritanya sampai mempunyai hubungan dengan konspirasi seperti itu. Demikian pula oknum-oknum yang berusaha menghilangkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Salah satu target besar yang mereka tuduhkan tak lain adalah lambang dan dasar negara kita yakni Garuda dan Pancasila. Dan untuk itulah dalam artikel ini akan mengupas hal sebenarnya dalam gugatan tersebut.

Pada gugatan mengenai lambang Garuda, lambang tersebut dikatakan merupakan hasil representasi dari lambang Freemason yang berlambangkan phoenix karena kemiripannya.

Padahal sebenarnya lambang Garuda sendiri diambil dari karakter kisah legenda bernama Garuda yang merupakan seekor burung besar yang menjadi kendaraan Dewa Wishnu: http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Pancasila#Sejarah
Apakah dengan itu, orang Jawa pada waktu itu juga dipengaruhi oleh budaya Freemason ? Nyatanya tidak, karena jikalau demikian maka gugatan mengenai lambang negara itu sendiri pastilah tidak menyerang pada lambang Pancasilanya langsung melainkan sosok dari tokoh Garuda dalam legenda itu sendiri.

Kemudian, ada pula sanggahan mengenai lambang negara lain pula yang memiliki lambang yang sama yakni berlambangkan seekor burung dalam posisi yang sama serta dianggap pula representasi simbol-simbol Freemason, Knight Templar, Illuminati, dan sebagainya.
Namun sebenarnya semua lambang tersebut digambarkan seekor burung dikarenakan memiliki artian kegagahan, keberanian, kejantanan, kekuatan, dan ketangguhan bagi negaranya. Sebagai contoh adalah dalam dunia militer atau politik terdapat penyebutan sayap kiri/kanan dan bukannya tangan kiri/kanan atau lengan kiri/kanan.

Selain lambang Garuda, dasar negara ini yakni Pancasila pun ikut menjadi sasaran dalam teori konspirasi dengan gugatan bahwa dasar negara tersebut mempunyai keterkaitan dengan doktrin Zionisme dan Freemason. Dan berikut adalah gugatannya:
Pancasila dalam Doktrin Zionisme dan Freemasonry

Gerakan Zionisme dan Freemasonry di seluruh dunia sesungguhnya memiliki asas yang sama. Asas dari dua gerakan ini disebut “Khams Qanun”, lima sila, atau Panca Sila. Kelima Sila itu adalah:

1. Monotheisme
2. Nasionalisme
3. Humanisme
4. Demokrasi
5. Sosialisme

Penjelasan tentang lima sila yang terdapat dalam doktrin Yahudi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Monotheisme: Kesatuan Tuhan (Ketuhanan yang Maha Esa)

Hendaklah bangsa Yahudi bertuhan dengan Tuhannya masingmasing dan merupakan kesatuan gerak. Maka hai orang-orang atheis dan bebas agama di kalangan bangsa Yahudi hendaklah engkau pun bertuhan dengan tuhanmu sendiri bukankah alam pun tuhanmu dan bukankah kudrat alam pun tuhanmu juga? Kalian berlainan agama, kalian berlainan kepercayaan, kalian berlainan keyakinan, tetapi kalian harus bersatu dan gunung zionisme telah menan-timu. Hendaklah kalian tenggang menenggang, hormat menghormati hai Yahudi seluruh dunia!
Sumber: http://www.facebook.com/notes/komunitas-anti-illuminati-indonesia/garuda-pancasila-dan-tata-dunia-baru/155097491267143

Jelas gugatan tersebut tidaklah benar karena jikalau demikian, kenapa pula agama Yahudi tidak diakui sebagai agama resmi di negara ini ?

Justru sebaliknya, sila ke-1 dari Pancasila tersebut berasal dari syariat Islam sendiri dimana disitu juga diajari monotheisme. Hal ini dikarenakan pada awal dibentuknya Pancasila ini tepatnya pada Rumusan Piagam Jakarta, sila ke-1 tersebut berbunyi seperti ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Rumusan-rumusan_Pancasila#Rumusan_III:_Piagam_Jakarta
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
Namun ketika adanya PPKI sila ke-1 itu berubah menjadi seperti sekarang ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Rumusan-rumusan_Pancasila#Rumusan_V:_PPKI
ke-Tuhanan Yang Maha Esa
Maka dari itu, janganlah seseorang kehilangan rasa nasionalismenya hanya karena teori konspirasi seperti itu. Dan ingatlah bahwa oknum yang menuduh hal-hal yang buruk terhadap negara tak lebih hanyalah orang dengan rasa benci terhadap negara dan berusaha melenyapkan rasa nasionalisme dengan berbagai cara.

Artikel Terkait: Kontroversi Rp 10.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar