Menelisik Kasus Alkitab Jerman

Berikut pemberitaannya:

Jawaban untuk Misionaris Kristen (2): Bibel Kehilangan 18.666 Ayat

Tuduhan tentang hilangnya 127 ayat Al-Qur'an itu terlalu naif, di samping jumlahnya terlalu kecil, argumennya pun sangat lemah berdasarkan khabar palsu.

Kalau mau berkaca, para misionaris itu seharusnya malu mengumbar tuduhan itu. Faktanya, justru Bibel dalam satu edisinya kehilangan ribuan ayat.

Dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment” terbitan Deutsche Bibelstifung Stuttgart Jerman tahun 1978, sebanyak 18.666 ayat dari ratusan pasal yang diamputasi. Fakta hilang­nya belasan ribu ayat Alkitab ini cukup mence­ngang­kan, karena berarti hampir tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur‘an.

Kejanggalan Alkitab Jerman ini sudah sangat me­nyengat sejak lembaran pertama, karena susunan bilangan pasalnya loncat-loncat tak karuan. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal yang tidak ter­cantum, antara lain: pasal 5, 10, 20, 23, pasal 26, 31, 34, dan 36.

Dari seluruh kitab Perjanjian Lama, yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kitab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lain­nya tidak dimuat sama sekali. Di samping itu, beberapa bagian di antaranya kehila­ngan separo pasal. Jika dihitung, seluruh ayat yang hilang dari kitab Mazmur berjumlah 1.830 ayat. Beberapa ayat Mazmur yang hilang antara lain: pasal 52-70 (hlm 394) hilang 287 ayat; pasal 75-83 (hlm 400) hilang 194 ayat; pasal 119-120 (hlm 416) hilang 183 ayat, dsb.


Lima kitab dalam Bibel yang dianggap sebagai Kitab Taurat Musa, yaitu: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, dalam Alkitab Jerman ini, tidak memiliki kewiba­waan sama sekali. Ribuan ayat dipangkas, padahal dalam kitab-kitab ini, terutama kitab Imamat terdapat banyak ayat mengenai keima­nan, hukum halal-haram, dan syariat ibadah.

Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose). Dari 36 pasal yang ada, kini hanya tersisa 10 pasal, setelah dipang­kas 26 pasal, antara lain: pasal 1-2 (88 ayat), pasal 4-5 (80 ayat), pasal 7-9 (138 ayat), pasal 11-12 (51 ayat), pasal 15-19 (158 ayat), dan pasal 25-36 (418 ayat). Pada bagian yang lain, kitab Bilangan dipangkas separo pasal, antara lain: pasal 3:1-4, pasal 6:9-21, pasal 10:1-32, pasal 13:9-16, pasal 20:14-21, pasal 21:1-3, pasal 21:10-20, pasal 23:1-40, dan pasal 24:20-24. Jumlah ayat dihilangkan dari kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) yang seyogianya terdiri dari 27 pasal (859 ayat), dalam Alkitab Jerman ini hanya tersisa 3 pasal saja, yaitu pasal 9, 16 dan 19, setelah diam­putasi 89 persen. Ayat-ayat yang dihilangkan dari kitab Imamat antara lain: pasal 1-8 (208 ayat), pasal 10-15 (224 ayat), pasal 17-18 (46 ayat), dan pasal 20-27 (286 ayat). Jika dijumlahkan, seluruh ayat yang dihilangkan dari kitab Imamat adalah 764 ayat yang tersebar dalam 24 pasal.Kitab Ulangan (Das Fünfte Buch Mose, Deu­te­ronomium) pun tak ketinggalan. Ia menjadi korban mutilasi 698 ayat. Beberapa pasal yang dipenggal adalah: pasal 1-5 (194 ayat), pasal 8-11 (103 ayat), pasal 16 (22 ayat), pasal 19 (21 ayat), pasal 22 (30 ayat), pasal 28-29 (97 ayat), dan pasal 32-33 (81 ayat). Sedangkan pasal-pasal yang dipangkas separo antara lain: pasal 7:12-26, pasal 12:17-32, pasal 13:1-6, pasal 15:19-23, pasal 17:1-13, pasal 18:1-8, pasal 21:1-14, pasal 23:18-25, pasal 24:5-9, pasal 25:1-4, pasal 25:11-19, pasal 26:16-19, pasal 27:1-11, pasal 30:1-10, dan pasal 31:9-30.Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) dipangkas 539 ayat. Beberapa pasal yang hilang dari kitab ini adalah pasal 18 (27 ayat), pasal 26- 31 (203 ayat), dan pasal 35-39 (176 ayat). Sedangkan pasal-pasal yang dipangkas separoh antara lain: pasal 1:1-5, pasal 6:2-29, pasal 7:1-13, pasal 13:1-16, pasal 16:4-5, pasal 16:32-36, pasal 18:17-27, pasal 21:1-17, pasal 22:1-19, dan pasal 33:1-17.Hebatnya, ada 14 kitab dibuang semuanya, yaitu: Kitab Tawarikh I (891 ayat); Tawarikh II (822 ayat); Kitab Yudit (339 ayat), Kitab Ratapan (154 ayat), Kitab Obaja (21 ayat), Kitab Nahum (47 ayat), Kitab Habakuk (56 ayat), Kitab Zefanya (53 ayat), Kitab Kebijakan Salomo (435 ayat), Kitab Sirakh (1.401 ayat), Kitab Barukh (213 ayat), Kitab Ester (167 ayat), Tambahan Kitab Ester (91 ayat), dan Tambahan Kitab Daniel (196 ayat).

Daftar Belasan Ribu Ayat yang Dibuang dari Bible Jerman
  1. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose): 391 ayat.
  2. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose): 539 ayat.
  3. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose): 764 ayat.
  4. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose): 1.057 ayat.Kitab Ulangan (Das Fünfte Buch Mose/ Deuteronomium): 698 ayat.
  5. Kitab Yosua (Das Buch Josua): 528 ayat.
  6. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern): 386 ayat.
  7. Kitab I Samuel (Das Erste Buch Samuel): 304 ayat.
  8. Kitab II Samuel (Das Zweite Buch Samuel): 363 ayat.
  9. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Königen): 375 ayat.
  10. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Königen): 343 ayat.
  11. Kitab Tawarikh I: 891 ayat.
  12. Kitab Tawarikh II: 822 ayat.
  13. Kitab Ezra (Das Buch Esra): 125 ayat.
  14. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia): 289 ayat.
  15. Kitab Ester: 167 ayat.
  16. Kitab Ayub (Das Buch Ijob): 672 ayat.
  17. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen): 1.830 ayat.
  18. Kitab Amsal (Das Buch Sprichwörter): 704 ayat.
  19. Kitab Pengkhotbah (Das Buch Kohelet): 100 ayat.
  20. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied): 31 ayat.
  21. Kitab Yesaya (Das Buch Jesaya): 687 ayat.
  22. Kitab (Der Prophet Jeremia): 869 ayat.
  23. Kitab Ratapan: 154 ayat.
  24. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel): 871 ayat.Kitab Daniel (Das Buch Daniel): 219 ayat.
  25. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea): 128 ayat.
  26. Kitab Yoel (Der Prophet Joel): 16 ayat.
  27. Kitab Amos (Der Prophet Amos): 14 ayat.
  28. Kitab Obaja: 21 ayat.
  29. Kitab Mikha (Der Prophet Micha): 46 ayat.
  30. Kitab Nahum: 47 ayat.
  31. Habakuk: 56 ayat.
  32. Kitab Zefanya: 53 ayat.
  33. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai): 14 ayat.
  34. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja): 115 ayat.
  35. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi): 36 ayat.
  36. Kitab Tobit  (Das Buch Tobit): 85 ayat.
  37. Kitab Yudit: 339 ayat.
  38. Tambahan Ester: 91 ayat.
  39. Kebijakan Salomo: 435 ayat.Kitab Sirakh: 1.401 ayat.
  40. Barukh : 213 ayat.
  41. Tambahan Kitab Daniel: 196 ayat.
  42. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabäer): 757 ayat.
  43. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabäer): 424 ayat.
Dengan fakta hilangnya 18.666 ayat ini, seharusnya Ibn Warraq dan para misionaris tak usah mencari-cari dan merekayasa kesalahan Al-Qur'an. Lebih baik pikirkan mengapa belasan ribu ayat Bibel bisa raib? [A. Ahmad Hizbullah MAG/Suara-Islam]
Sumber: http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/02/27/17920/jawaban-untuk-misionaris-kristen-2-bibel-kehilangan-18666-ayat/

Sekarang mari kita telisik mengenai kasus yang menimpa pada Alkitab terjemahan Jerman tersebut.

Paus Pius XII
Secara internasional, tahun penerbitan Alkitab berbahasa Jerman tersebut (1978) dekat dengan tahun 1943 dinama Paus pada masa itu yakni Paus Pius XII memberikan kebebasan kepada penelitian kitab suci yang banyak dibatasi sebelumnya. Alkitab bahasa asli (bahasa Ibrani dan Yunani) mulai diperbolehkan untuk diteliti setelah sebelumnya hanya boleh Alkitab bahasa Latin saja yang boleh diteliti: http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Pius_XII#Penelitian_kitab_suci

Kemungkinan yang terjadi pada Alkitab bahasa Jerman adalah mungkin karena sedang menjalani proses penerjemahan. Pada proses penerjemahan tersebut ada kemungkinan karena penerjemahannya sedikit meragukan/kurang meyakinkan sehingga beberapa ayat yang sedikit meragukan penerjemahannya tidak ditampilkan serta untuk sementara diteliti penerjemahannya tersebut.

Akan tetapi, kenapa hal ini hanya menimpa Alkitab bahasa Jerman saja serta tidak menimpa Alkitab bahasa lainnya ? Selain itu pula jika perterjemahan tersebut berlangsung alot kenapa tidak terjadi suatu kekacauan besar dalam hal penterjemahan Alkitab antar bahasa ?

Maka dari itu ada baiknya kita hanya menelisik hanya pada sejarah dibuatnya Alkitab Jerman saja.

Dan setelah ditelisik dengan seksama ternyata ALKITAB YANG KEMUKAKAN TERSEBUT ADALAH ALKITAB BERBAHASA JERMAN YANG TIDAK RESMI ATAU DIAKUI SECARA INTERNASIONAL!

Hal ini dikarenakan Alkitab berjudul Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment tersebut tidak ada dalam daftar Alkitab pada tahun itu bahkan dalam tahun manapun: http://en.wikipedia.org/wiki/Bible_translations_into_German#Contemporary_Bible_translations

Perlu diketahui bahwa Alkitab dalam bahasa Jerman yang dipakai adalah bernama Einheitsübersetzung (EÜ) yang memiliki arti Terjemahan Bersama. Alkitab ini dipublikasikan oleh Katholischen Bibelwerk (Lembaga Alkitab Katolik) yang memang dipakai oleh penganut Katolik Roma di Jerman: http://en.wikipedia.org/wiki/Einheits%C3%BCbersetzung

Yang paling mengejutkan adalah Alkitab ini dibuat antara tahun 1962-1980 yang justru bersamaan dengan Die Gute Nachricht Altes und Neues Testa­ment yang dikatakan terbit pada tahun 1978. Dan tentunya rakyat Jerman tentunya lebih memakai Einheitsübersetzung karena lebih resmi daripada yang disebutkan pada berita tersebut dan tentunya tidak disesatkan dengan Alkitab tidak resmi yang ayatnya dipotong-potong tersebut.

Alkitab bahasa Jerman lainnya adalah Zürcher Bibel, Elberfelder, Schlachter, Buber-Rosenzweig, Pattloch, Herder, Hoffnung für Alle (Harapan untuk Semua), Die Gute Nachricht (Sebuah Kabar Baik), Gute Nachricht Bibel (Alkitab Kabar Baik, pengganti Gute Nachricht).

Lalu, jika itu bukan Alkitab Jerman yang resmi, naskah apakah itu ?

Hingga saat ini belum ada satupun sumber yang ditemukan yang menyatakan tentang maksud dari naskah tersebut. Bahkan, Wikipedia pun tidak memiliki artikel yang menerangkan naskah tersebut.

Kemungkinan yang pasti adalah Alkitab tersebut digunakan pada sebuah sekte Kristen yang juga tidak resmi pula yang berusaha membuat Alkitab sendiri tanpa mengikuti Alkitab resmi yang ada.

Namun jika dilihat dari isi berita, disebutkan bahwa ayat yang dihilangkan adalah mengenai keima­nan, hukum halal-haram, dan syariat ibadah. Jadi dapat disimpulkan bahwa naskah tersebut adalah sebuah naskah yang diperuntukan mengenai kisah-kisah dalam Alkitab saja yang tentunya tidak digunakan sebagai Alkitab utama.

Jadi, ada baiknya jika seseorang ingin menuduh haruslah menelisik terlebih dahulu kebenarannya karena tuduhan tersebut belum tentu ada benarnya.

1 komentar: