Kasim Hafeez, seorang Muslim Zionis


Aku Muslim Zionis dan aku bangga!
Ayahnya pendukung Hitler, tetapi Kasim Hafeez menulis tentang kecintaannya terhadap Israel dan orang Yahudi.
Kasim Hafeez
Published: 04.25.12, 17:27 / Israel Opinion

Aku mendukung zionisme. Aku seorang muslim, muslim yang zionis. Aku mengasihi Israel sekalipun aku dulu membencinya. Aku aktifis anti Israel dan anti Yahudi semasa kuliah di British University.

Aku tumbuh di komunitas muslim Inggris dimana banyak ditemukan propaganda dan slogan yang mengutuk Israel. Orang Yahudi kami anggap "penjajah dan pembunuh" yang parah. Kami juga menghendaki negara Israel beserta isinya dilenyapkan dari muka bumi. Pendeknya, Timur Tengah itu tak boleh ada Israelnya atau ada Yahudinya.

Yang menyedihkan, kebanyakan para pembenci Yahudi ini sehari-hari adalah manusia normal yang saling menghormati. Pokoknya asal tidak berkaitan dengan Yahudi atau Israel, kami semua adalah manusia yang penuh cinta.

Ayahku lebih gawat lagi, dia menganggap pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler adalah seorang pahlawan. Ayahku berharap orang Yahudi yang dibunuh Hitler harusnya bisa lebih banyak lagi.

Masa remajaku diwarnai kebencian pada Israel, dihiasi foto-foto kematian dan pertempuran, dengan musik khas Arab dan khutbah jihad dari Hasan Nasrallah (pemimpin Hizbullah) atau Osama bin Laden.

Pandangan kebencian ini diperkuat setiap kali aku ikut demonstrasi hari Nakba, dimana para pembicaranya mengutuki dan meramalkan keruntuhan Israel, saat itu bendera Hezbollah berkibar kencang di pusat kota London.

The Case For Israel

Kira-kira apakah Israel bisa dipahami hak-nya...TIDAK! Tak ada sedikitpun keraguan di hatiku bahwa Israel tak punya hak hidup. Sekalipun serangan teror terhadap Israel kadang dikecam oleh pemimpin muslim moderat, aku tetap yakin bahwa Israel memang pantas dihabisi.

Lalu bagaimana aku bisa berubah cara pandang? Bagaimana aku bisa pindah dari kebencian menjadi cinta pada Israel? Suatu hari di toko buku, aku mengambil buku berjudul The Case for Israel karangan Alan Dershowitz. Melihatnya sekilas dan mendengus "kebusukan propaganda Yahudi!"

Namun demikian buku itu aku beli juga. Aku ingin mendebat apa yang tertulis di dalamnya. Aku akan buktikan bahwa Israel tak punya hak di Timur Tengah - aku pasti bisa!


Kasim Hafeez saat berkunjung ke Israel

Setelah membaca buku tersebut, kebohongan demi kebohongan yang anti Israel terungkap. Yang kulihat adalah fakta dan kebenaran belaka. Kucoba semampuku untuk mencari data yang dapat menegakkan kembali kebohongan tersebut. Aku kesulitan dan malah menemukan lebih banyak slogan hampa dari pihak Arab..slogan yang selama ini aku percayai.

Aku kehilangan arah dan mencoba mempelajari argumen tersebut secara tak berpihak. Selama ini yg aku tahu tentang Israel hanya keburukan dan kejahatan. Tidak ada yang baik. Aku tak tahu mana yang harus aku percayai. Aku selama ini percaya saja dan ikut arus kebencian itu, sekarang aku ragu. Apakah aku telah sekian lama salah paham.

Bukan Negara Pilih Kasih

Tak ada jalan, aku harus pergi ke Israel untuk melihat dengan mata kepala sendiri, apa yang sesungguhnya terjadi. Dari situlah hidupku berubah total. Di Israel aku tak menemukan aturan rasis /pilih kasih. Malah sebaliknya, aku melihat sinagoga, masjid dan gereja serta Arab dan Yahudi hidup berdampingan. Mereka yang golongan minoritas di Israel, dalam hal ini etnis Arab dan Armenia, justru berperan besar dalah kehidupan di Israel. Mulai dari bidang militer sampai kehakiman.

Aku kaget luar biasa...lho..kemanakah Israel jahat yang selama ini aku yakini?
Akhirnya setelah merenungkan hal itu, aku sadar. Pandanganku selama ini tentang Israel adalah salah. Aku disuguhi fakta dan kebenaran. Aku dikejar pertanyaan baru...apa yang harus aku lakukan? Selama ini aku aktif menentang Israel.

Akhirnya segalanya menjadi jelas, aku harus berteman dengan Israel, aku harus mendukung Israel! Negeri kecil ini begitu demokratis dan memberikan kebebasan penuh riset dan pembangunan di Israel sangat maju. Israel banyak dihina dan dicaci atas dasar kebencian dan rekayasa.

Tak mudah bagiku untuk mendukung Israel, rekan-rekanku berbalik membenci aku bahkan ada beberapa orang Yahudi di Inggris yang juga mencelaku. Tapi itulah faktanya jika kita membela Israel di Eropa. Hal yang tak mudah dan jadinya pembelaan terhadap Israel sedemikian penting dinyatakan.

Aku pikir ini tidak ada kaitannya dengan agama atau politik, ini murni tentang fakta dan kebenaran. Kebenaran yang berkaitan dengan Israel sering tak terdengar orang justru tertelan oleh kebencian dan propaganda bohong terhadap Israel.

Kita bisa mengubah hal ini, namun kita harus teguh dan bersatu, kita harus membela hak asasi manusia dan kebebasan dan demokrasi, bukan semata-mata membela etnis Yahudi.

Bukankah negara Barat sangat mengagungkan demokrasi? Misi-misi kemanusiaan Israel telah menunjukkan seperti apa negara Israel itu, namun kita perlu mendukungnya melalui media dan kebebasan berbicara. Israel tentu bukanlah suatu negara yang sempurna, Israel juga punya kekurangan. Aku tak takut mengakui: Aku seorang muslim dan mendukung Zionisme. Aku mendukung Israel.

Beranikah anda mengatakan hal yang sama?

Kasim Hafeez adalah seorang muslim yang tinggal di Inggris. Ia mengelola website http://www.theisraelcampaign.org, juga seorang penasehat di lembaga StandWithUs UK dan baru saja menyelesaikan tur di kampus-kapmus untuk bicara tentang Israel.

Sumber: http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-4220976,00.html

3 komentar:

  1. koreksi, Hasan Nasrallah itu pemimpin Hizbullah, bukan HAMAS
    Israel harusnya berdiri di Jerman, bukan Palestina. saya tidak melihat kelapangan Jerman memberi tanahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejak kapan Israel di Jerman, justru di Jerman lah Yahudi ditindas habis2an (ingat kisah Holocaust) Maka dari itu cenderung Jerman dihindari Yahudi

      btw makasih dgn koreksiannya, maaf, soalnya itu bukan saya yg terjemahin, saya hanya menjabarkannya disini saja

      Hapus
  2. baca/browsing.....Yahudi Askhenazi - Dinasty ROHTSCHILD

    BalasHapus